Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Mirisnya, Olahraga dengan Pemandangan Sampah di Stadion Sultan Agung Bantul usai Pengajian

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

09 - Jun - 2024, 15:04

Placeholder
Tumpukan sampah usai pengajian di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Minggu (9/6). (Foto: X)

JATIMTIMES - Olahraga pagi yang seharusnya menyegarkan dan menyehatkan berubah menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan bagi warga Jogja. Pagi tadi, Minggu (9/7) saat berolahraga di Stadion Sultan Agung Bantul, para pengunjung harus berhadapan dengan pemandangan yang tidak sedap karena tumpukan sampah berserakan di sekitar stadion.

Dalam video yang diunggah akun X @merapi_uncover, tampak sampah plastik berserakan di jalanan stadion. Antara lain sampah plastik daur ulang, gelas plastik bekas minuman hingga plastik berisi sampah. 

Baca Juga : Hadir Kembali Setelah Vakum Empat Tahun, CFD Kota Batu Disambut Antusias Warga

Rupanya, kondisi sampah tersebut terjadi setelah acara salawatan yang digelar di tempat itu yang menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qadir pada Sabtu (8/6/2024) malam.

Fenomena ini seolah menunjukkan bahwa warga Jogja sudah mulai berdamai dengan sampah, meskipun ini merupakan hal yang tidak seharusnya terjadi. 

"Waktu olahraga pagi tadi. Sepertinya warga jogja sudah berdamai dengan sampah. Stadion Sultan Agung Bantul (minggigitaris)," tulis merapi uncover. 

Untuk diketahui, Stadion Sultan Agung Bantul biasanya menjadi tempat favorit bagi warga untuk berolahraga kini dihiasi oleh sampah yang berserakan di berbagai sudut. Pemandangan ini tentu saja mengurangi kenyamanan dan kebersihan tempat umum yang seharusnya dijaga bersama.

Kondisi ini mengindikasikan adanya penurunan kesadaran kebersihan di kalangan masyarakat. Sampah yang tidak dibuang pada tempatnya dan dibiarkan menumpuk menunjukkan kurangnya tanggung jawab individu terhadap lingkungan sekitar.

Tumpukan sampah tidak hanya mengganggu pemandangan tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Sampah yang menumpuk bisa menjadi sarang bagi berbagai jenis bakteri dan virus, yang dapat menyebabkan penyakit. Selain itu, bau tidak sedap dari sampah juga mengurangi kualitas udara di sekitar stadion.

Kondisi ini membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sementara pemerintah setempat perlu menyediakan fasilitas yang memadai dan rutin melakukan pengawasan serta pembersihan.

Baca Juga : Pemerintah Kota Kediri Terus Optimalkan Ruang Publik dengan Berbagai Kegiatan

Stadion Sultan Agung Bantul juga seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan bersih bagi semua pengunjung. Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan kondisi ini bisa segera diperbaiki sehingga warga dapat menikmati fasilitas olahraga dengan lebih nyaman dan sehat. Banyak warganet yang juga meningalkan komentar negatif soal sampah di stadion tersebut. 

"Wes bersahabat karo sampah.. cen wes kultur e indonesa, konco kerjo koyo sampah, bos sampah, aparat sampah, guru sampah, pemuka agama sampah, sing ngurus negoro sampah. Hahh," ungkap @ra12*****. 

"Sudah jadi kearifan lokal," sambung @pedagang*****. 

"Agama ne jelas Islam, pedoman e ya "Kebersihan sebagian dr Iman". Mangkat sholawatan ben oleh shafaat, kok ga di komplit i sekalian sampah e digowo. Kiro kiro malah dadi doso po ga ? Wallahualam," komen @Ryo******. 


Topik

Peristiwa Stadion Sultan Agung Bantul tumpukan sampah Bantul Yogya Stadion Sultan Agung



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy