Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Politik Pilkada Kabupaten Blitar 2024

Tingkat Partisipasi Pemilih Rawan Turun, Bawaslu Kabupaten Blitar Petakan Wilayah Terpencil

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

06 - Jun - 2024, 14:04

Placeholder
Jaka Wandira, anggota Bawaslu Kabupaten Blitar, tengah melakukan supervisi di TPS terpencil pada Pemilu 2024 lalu.

JATIMTIMES- Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Blitar dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 rawan turun. Pasalnya, terjadi pengurangan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berpengaruh pada jarak tempuh pemilih ke lokasi pencoblosan. 

Mengantisipasi potensi itu, Bawaslu Kabupaten Blitar melakukan pemetaan lokasi terpencil untuk memastikan hak konstitusional pemilih tetap terlindungi. Anggota Bawaslu Kabupaten Blitar, Jaka Wandira, menyoroti pentingnya hak memilih sebagai hak konstitusi setiap warga negara dan menyatakan bahwa negara berkewajiban memudahkan pemilih dalam menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga : Pemkab Blitar Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Pembangunan 10 Pos Jaga dan Palang Pintu Perlintasan Kereta Api

"Terutama di wilayah yang terpencil, menjadi concern pengawasan Bawaslu Kabupaten Blitar pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 ini," ujar Jaka Wandira, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Blitar.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Jaka, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada 2024 di Kabupaten Blitar mengalami penurunan menjadi 1.763 TPS, dibandingkan dengan 2.728 TPS pada Pilkada 2020. Pengurangan TPS ini dianggap ironis mengingat terdapat kenaikan jumlah penduduk yang berpotensi menambah jumlah pemilih pada Pilkada 2024.

"Tentunya ini akan menjadikan beberapa kampung terpencil dengan hak pilih yang sedikit harus digabungkan ke kampung lain," jelas Jaka.

Dampak dari penyusutan jumlah TPS ini, lanjut Jaka, bisa mempengaruhi partisipasi pemilih di wilayah-wilayah terpencil. Dia mengungkapkan bahwa wilayah-wilayah terpencil yang berpotensi terdampak di antaranya adalah Kecamatan Doko, termasuk Lingkungan Tlogogentong, Tlogomas, Kampung Lima, dan Sumbermanggis, yang harus digabungkan menjadi satu TPS.

"Padahal akses jalan di wilayah tersebut masih sulit dan jaraknya cukup jauh," lanjut pria lajang ini.

Selain itu, di Desa Sumberurip terdapat lokasi terpencil seperti Dusun Tlogorejo, Pringgodani, dan Sumbermanggis di sebelah timur yang juga digabungkan menjadi satu TPS. Keadaan serupa juga terjadi di Kecamatan Nglegok, di mana wilayah Kali Kuning dan Kali Bladak Desa Penataran harus disatukan menjadi satu TPS.

Baca Juga : FISIP Unisba Blitar Gelar Forum Kemisan, Angkat Tema Memetakan Masa Depan Demokrasi Indonesia

Jaka menyebutkan, dari pemetaan TPS yang dilakukan KPU Kabupaten Blitar terdapat 21 TPS dengan jumlah pemilih kurang dari 400 orang. Sementara itu, data menunjukkan adanya kenaikan jumlah penduduk di Kabupaten Blitar yang berusia 17 tahun atau lebih dan memiliki hak pilih pada Pilkada 2024. Terhitung sejak 14 Februari hingga 27 November 2024, per Mei 2024 ini ada penambahan sebanyak 14.045 penduduk baru yang memenuhi syarat sebagai pemilih.

"Kami mendorong kepada KPU Kabupaten Blitar untuk dapat memetakan TPS yang sesuai dengan kondisi wilayah terpencil, serta potensi penambahan pemilih di Kabupaten Blitar, sehingga hak konstitusi warga negara dapat dijalankan dengan baik," tandas Jaka.

Jaka juga menekankan pentingnya kerjasama semua pihak terkait untuk mengatasi kendala yang ada, terutama dalam hal aksesibilitas bagi pemilih di wilayah terpencil. Menurutnya, upaya ini perlu dilakukan agar seluruh warga negara, tanpa terkecuali, dapat menjalankan hak pilih mereka secara optimal dalam Pilkada 2024.

Bawaslu Kabupaten Blitar terus mengawasi dan mengupayakan agar hak konstitusi pemilih, terutama di daerah terpencil, tidak terabaikan. Dengan demikian, diharapkan Pilkada 2024 dapat berlangsung dengan partisipasi yang lebih inklusif dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.


Topik

Politik Blitar bawaslu tingkat partisipasi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri