Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Inflasi Surabaya Mei 2024 Minus 0,21 Persen, Berikut Komoditas Pemicu Deflasi

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Dede Nana

05 - Jun - 2024, 19:34

Placeholder
Perkembangan inflasi Kota Surabaya Mei 2024. (BPS Kota Surabaya)

JATIMTIMES - Inflasi Kota Surabaya pada Mei 2024 secara month to month (m-to-m) berada pada angka minus, alias terjadi deflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kota Surabaya mengalami deflasi sebesar 0,21 persen pada Mei 2024.

Deflasi m-to-m terdalam dialami kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yakni sebesar 1,09. Kelompok ini pada Mei 2024 memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m sebesar 0,23 persen. 

Baca Juga : 17 Personel Dapat Penghargaan dari Kapolres Tulungagung, 2 Diantaranya Korban Bacok ODGJ

Adapun komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu beras sebesar 0,20 persen, cabai rawit dan tomat masing-masing sebesar 0,05 persen, daging ayam ras sebesar 0,03 persen, ikan mujair sebesar 0,02 persen, serta semangka, minyak goreng, labu siam/jipang dan nangka muda masing-masing sebesar 0,01 persen.

Lebih lanjut, kelompok lain yang juga mengalami deflasi adalah pakaian dan alas kaki. Kelompok tersebut secara m-to-m tercatat deflasi sebesar 0,07 persen. Meski begitu, kelompok ini pada Mei 2024 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap deflasi m-to-m Kota Surabaya.

Lebih lanjut, kelompok kesehatan juga mengalami deflasi m-to-m pada Mei 2024, yakni sebesar 0,02 persen. Namun, kelompok tersebut juga tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap deflasi m-to-m Kota Surabaya.

Sebaliknya, kelompok transportasi pada Mei 2024 mengalami inflasi sebesar 0,47 persen, namun justru memberikan andil kelompok andil/sumbangan terhadap deflasi m-to-m Kota Surabaya sebesar 0,07 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu angkutan udara sebesar sebesar 0,06 persen, angkutan antar kota dan tarif kereta api masing-masing sebesar 0,01 persen," tulis BPS Kota Surabaya dalam laporan terbarunya, dikutip Rabu (5/6/2024).

Baca Juga : Penyebab Percobaan Bundir, Psikolog: Faktor Internal dan Eksternal

Sementara itu, secara year on year (y-on-y) dan year to date (y-to-d), pada Mei 2024 Kota Surabaya mengalami inflasi masing-masing sebesar 2,87 persen dan 1,09 persen.

"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh indeks kelompok pengeluaran dan satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y," jelas BPS Kota Surabaya. 

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi y-on-y terbesar yaitu kelompok, makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,53 persen. Sedangkan satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,57 persen.


Topik

Ekonomi inflasi kota surabaya bps surabaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Dede Nana