Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Lingkungan

Miris, Pengelola Wisata Pantai Serang Buang Sampah di Sungai 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

05 - Jun - 2024, 18:27

Placeholder
Kolase foto penampakan sampah dari wisatawan Pantai Serang yang dibuang di dekat sungai yang bermuara ke pantai. (Foto: Instagram @ditafaisal_)

JATIMTIMES - Di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang jatuh pada hari ini, Rabu (5/6), konten kreator Dita Faisal melontarkan kritikan untuk pengelola Wisata Pantai Serang di Kabupaten Blitar. Dalam kritiknya, Dita mengungkap bahwa pengelola wisata pantai di Kecamatan Panggungrejo itu memiliki kebiasaan buruk membuang sampah di sungai. 

Dalam unggahannya melalui Instagram @ditafaisal_, secara langsung menandai akun Instagram Kepala Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Handoko Pawiro. 

Baca Juga : BPBD Jatim Kebut Pemulihan Infrastruktur Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Sudah hampir tiga tahun, Dita mengaku menyaksikan bagaimana sampah dari kawasan wisata dibuang di sisi sungai, yang akhirnya mencemari pantai saat air laut pasang. Praktik ini telah menciptakan siklus pencemaran yang tiada henti. Di mana sampah yang dibuang ke sungai akan kembali ke pantai, saat gelombang pasang, dan begitu seterusnya.

"Pak Kades, hampir 3 tahun saya menyaksikan pengelola wisata membuang sampah di sisi sungai. Secara perlahan, ketika air laut pasang ujung-ujungya sampah-sampah itu jatuh ke sungai. Maka, tercemarlah pantai. Sampah muter lagi, dibersihkan pemilik warung, gotong-royong, eskavator diterjunkan dan ujung-ujungnya buangnya tetap di sisi sungai, dan begitu dan begitulah seterusnya. Balik lagi. Sedih begitu sedih... Pilu tak bertemu pintu tuk mengadu," jelas Dita. 

Diketahui, sampah wisatawan Pantai Serang dibuang di jarak 100 meter dekat rumah-rumah warga. Tepatnya, di samping sungai yang bermuara ke laut. 

Menurut Dita, sampah yang dibuang sembarangan ini sangat tidak adil, terutama bagi warga. Pasalnya, pengelola wisata yang selama ini mendapatkan keuntungan, namun warga yang dirugikan. 

"Satu, pasti akan ada pencemaran. Kedua, ada ancaman ketika airnya naik, pasang dan hujan. Sampahnya akan kembali lagi. Rugi dong. Karena kita gak tau gelombang itu akan pasang," jelasnya. 

"Jadi kalau kita tidak bisa melakukan perubahan, minimal tidak merusak," imbuh Dita. 

Padahal wisatawan sudah membayar tiket masuk, yang keuntungannya dibagi antara Bumdes (50%), Perhutani (25%), dan Dinas Pariwisata (25%). Namun tidak ada satu pun pihak yang bertanggung jawab atas masalah sampah ini. Bahkan, ketika masalah ini diangkat, para pemangku kebijakan saling lempar tanggung jawab.

Baca Juga : Pelihara Keamanan dan Ketertiban di Lingkungan Sekolah, Polisi dan SD di Kota Malang Teken MoU

Selama 1,5 tahun, Dita juga sudah berusaha melapor melalui berbagai saluran. Termasuk WhatsApp dan komentar di Instagram Pak Kades, namun tidak ada tindakan nyata. Warga lain yang mencoba melapor juga tidak mendapatkan respons. Kekecewaan dan frustrasi pun dirasakan oleh masyarakat sekitar.

"Sekali lagi. Siapa yang harus bertanggungjawab? Pernahkah warga dilibatkan saat pengelola membuang sampah di sisi sungai? Tiga tahun saya menjadi warga, sayangnya belum ada tanda-tanda diskusi bersama warga digelar," ujarnya. 

"Pejabat publik harus siap dikritik, karena tanpa kritikan maka Bapak-bapak tidak akan ada pekerjaan. Bumi tahu siapa yang sedang berpura-pura baik padanya. Pak Kades Desa Serang Blitar, Please Stop Buang Sampah di Sungai! Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia," pungkas Dita. 

Kritik ini menyoroti pentingnya keterlibatan warga dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan sampah dan perlunya tanggung jawab dari pemangku kebijakan. Tanpa tindakan nyata, pencemaran lingkungan akan terus berlanjut, merusak ekosistem pantai dan sungai.

Pejabat publik diharapkan siap menerima kritik dan bertindak sesuai dengan tanggung jawab mereka. Bumi tahu siapa yang benar-benar peduli terhadapnya. Sekali lagi, Pak Kades Desa Serang Blitar, hentikanlah pembuangan sampah di sungai demi menjaga kelestarian lingkungan. Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia!


Topik

Lingkungan dita faisal hari lingkungan hidup pantai serang kabupaten blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya