Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Disnaker-PMPTSP Beber Pemicu Gen Z Banyak 'Nganggur' di Kota Malang

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Yunan Helmy

05 - Jun - 2024, 15:19

Placeholder
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Arif Tri Sastyawan (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis hampir 10 juta masyarakat Indonesia di usia produktif, terutama usia 15-24 tahun atau generasi Z (gen Z) dinyatakan menganggur. Kondisi tersebu  ternyata juga terjadi di Kota Malang, Jawa Timur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan membenarkan bahwa banyak gen-Z di Kota Malang menganggur. Namun, saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan jumlahnya.

Baca Juga : Pemkab Malang Fasilitasi Tiga Syarat untuk Redistribusi Tanah di Dusun Sukorejo Kasembon

“Kebanyakan gen Z itu (menganggur). Jadi ini tantangan kita untuk membuka lapangan kerja baru, apa pun itu alasannya,” ujar Arif.

Arif menjelaskan bahwa banyak gen Z di Kota Malang menganggur karena sebagian besar dari mereka ogah bekerja di luar daerah Malang. Mereka maunya hanya bekerja di Kota Malang.

Hal itu diketahui Arif saat Disnaker-PMPTSP Kota Malang memberikan pelatihan kepada masyarakat Kota Malang. Padahal pelatihan itu diberikan untuk bisa mengembangkan keterampilan demi siap bekerja.

“Contoh kemarin kita lakukan pelatihan. Belum selesai pelatihan, saya dihubungi oleh pengusaha di Batam dan Bali untuk mencari pekerja dari Malang. Kita sampaikan ke peserta, tapi mereka tidak mau. Mereka maunya kerja di Malang, gak mau keluar dari Malang,” beber Arif.

Hal ini menjadi fenomena meresahkan untuk kemajuan di Kota Malang. Oleh sebab itu, mau tidak mau Pemkot Malang harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja baru bagi mereka.

“Kalau banyak investasi, seperti kuliner, hotel bisa banyak menyerap tenaga kerja di Kota Malang. Bagaimana upaya kita untuk bisa terus membuka dan menyerap tenaga kerja,” kata Arif.

Baca Juga : Pemkab Malang Ladeni Keberatan Mantan Kadinkes, Pj Sekda: Keputusan Pimpinan Sesuai Posedur

Diketahui, melalui data BPS Kota Malang, sebenarnya tingkat pengangguran terbuka di Kota Malang kian tahun kian menurun.

Tahun 2021 tingkat pengangguran terbuka Kota Malang berada di angka 9,65 persen. Kemudian,  tahun 2022 turun menjadi 7,66 persen dan tahun 2023 menjadi 6,80 persen.

Melihat data statistik itu, Pemkot Malang ingin berkomitmen terus menekan angka pengangguran. Sebab, Indonesia sendiri juga sudah mencanangkan Indonesia Emas 2045 mendatang. Ada dua syarat yang harus terpenuhi, yakni pertumbuhan ekonomi sekitar 7 persen dan pendapatan masyarakat menengah mengalami peningkatan dalam kategori middle income trap.

“Jadi bagaimana data by name by address kami bisa tepat sasaran. Sehingga, yang mampu dibidang barista, kita latih di sana. Yang mampu kuliner, kita latih ke sana,” tukas Arif.


Topik

Pemerintahan Gen Z generasi Z Disnaker-PMPTSP pengangguran angka pengangguran



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy