Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Haul 247 KHR Khasan Mimbar di Majan Tulungagung, Bazar UMKM Digelar hingga 8 Juni 2024

Penulis : Aries Marthadiharja - Editor : Yunan Helmy

03 - Jun - 2024, 16:42

Placeholder
Masjid Al-Mimbar menjadi saksi sejarah penyebaran dakwah KHR Khasan Mimbar di Majan, Tulungagung. (dok. Tangkapan layar Google Street View)

JATIMTIMES - Bazar UMKM dan hiburan digelar dalam rangka memeriahkan Haul Ke-247 KHR Khasan Mimbar di Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Hingga saat ini, terdapat masjid yang menjadi saksi peninggalan berbentuk limas di Desa Majan. Masjid tersebut menjadi saksi sejarah penyebaran Islam di Tulungagung yang didirikan oleh KHR Khasan Mimbar.

Baca Juga : Awas, Wilayah di Indonesia ini Masih Dihantui Cuaca Ekstrim: Hujan Lebat hingga Angin KencangĀ 

Berdasarkan penelusuran, KHR Khasan Mimbar masih memiliki trah sebagai keluarga Kesultanan Mataram Islam saat dipimpin oleh Susuhunan Pakubuwono II di Kartasura.

Peristiwa KHR Khasan Mimbar mendapat tugas oleh raja Mataram melalui Bupati Ngrowo I, yakni Adipati Kiai Ngabehi Mangundirono, agar menyebarkan dakwah dan melaksanakan urusan pernikahan secara Islam.

Daerah Majan dahulu dianggap sebagai wilayah tanah perdikan, sehingga memiliki keistimewaan untuk tidak membayar pajak denda kepada Hindia Belanda.

KHR Khasan Mimbar berperan memasukkan ajaran Islam dan mengajak masyarakat agar meninggalkan ajaran yang tidak sesuai syariat. Pasalnya, pada abad ke 16-17 M, penduduk Kadipaten Ngrowo memang sudah banyak yang memeluk agama Islam. Namun, tradisi dan tata cara beribadah mereka masih campur aduk dengan tradisi agama Hindu. 

Daerah Majan jika berkaca dari sejarahnya memiliki kedudukan penting di pemerintahan Kadipaten Ngrowo. Hal ini dibuktikan dengan beberapa bupati Ngrowo yang dimakamkan di Majan, mulai dari Pringgodiningrat (bupati keempat) R.M.T. Djajadiningrat (Bupati kelima), R.M.T. Pringgokoesomo (bupati kesepuluh), dan Kanjeng Pangeran Haryo Kusumo Yudho (patih ke-III Kesultanan Yogyakarta), dan makam keluarga lainnya yang masih terhitung kerabat kerajaan. 

Hingga kini, ajaran utama KHR Khasan Mimbar terkait pentingnya tauhid dengan zikir tahlil masih sering dilantunkan jemaah di Masjid Al-Mimbar. Terdapat juga Pondok Nggrenjol yang diajarkan para keturunan Raden KH Khasan Mimbar dalam meneruskan dakwah.

Baca Juga : Tanaman Hias Song Of India Hasil Budidaya Pemuda Kota Batu Diekspor ke Cina, Nilainya Ratusan Juta

Tanah perdikan Majan kemudian diambil alih oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1979. Masjid Al-Mimbar pun masih berdiri kokoh sebagai saksi sejarah.

Masjid Al-Mimbar termasuk masjid yang sejuk dengan halaman luas dan memiliki tingkatan hingga lantai dua. Di depan masjid juga terdapat menara kuno kokoh yang menjulang tinggi dengan gapura asli peninggalan era zaman Mataram Islam.

Serambi Masjid Al-Mimbar juga termasuk masih asli dengan komplekzs makam yang tertata rapi dan luas. Masjid yang dikategorikan sebagai masjid tertua di Tulungagung juga memiliki lokasi di pinggir jalan dengan akses mudah serta sering digunakan untuk akad nikah masyarakat sekitar.

Kini, dalam memeriahkan Haul KHR Khasan Mimbar, digelar bazar UMKM dan hiburan di lapangan dan sepanjang Jalan KHR Khasan Mimbar mulai Senin 3 Juni 2024 hingga  8 Juni 2024 mendatang.


Topik

Peristiwa Haul Ke-247 KHR Khasan Mimbar Tulungagung penyebar Islam pertama di Tulungagung



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aries Marthadiharja

Editor

Yunan Helmy