Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Awas, Sering Menunda Makan Rentan Kena Penyakit Metabolik

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

02 - Jun - 2024, 18:13

Placeholder
Ilustrasi menunda makan. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Kebiasaan menunda makan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Perawat Afriezal Kamil, S.Kep. Ners atau akrab disapa Rizal Do mengingatkan bahwa sering menunda makan tidak hanya menyebabkan rasa lapar berlebihan, tetapi juga meningkatkan risiko terkena penyakit metabolik, seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. 

Rizal Do menegaskan pentingnya pola makan yang teratur. Sebab jika pola makan tidak teratur dapat mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh. Sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius. 

"Nih kukasih contoh jadwal makannya:

- sarapan 07.30 (nyemil jam 10.00)

- lunch 13.00 (nyemil jam 15.00)

- dinner 18.00 (nyemil jam 20.00)," jelas Rizal Do, melalui akun X pribadinya @afrkml, Minggu (2/6). 

Penulis buku "Andai Dalam Sel-Sel Tubuhmu Berbicara" itu menggarisbawahi bahwa yang terpenting dari pola makan adalah teratur. Artinya, jadwal makannya harus tetap dan relatif tidak berubah setiap harinya. 

Baca Juga : Jelang Iduladha, Dispangtan Kota Malang Ingatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan

"Jadi, meski kamu tidak sarapan karena lagi puasa/intermitten fasting, ya tentuin jadwal makannya dan patuhi agar makannya tetap teratur dan tepat waktu," ujarnya. 

"Contoh jam makan di atas adalah yg makan beratnya 3x sehari ya. Klo frekuensi makan beratmu cuma 2x sehari, sesuaikan aja jadwalnya," imbuh Rizal Do. 

Selain soal frekuensi dan jadwal makan, Rizal Do juga mengingatkan agar porsi makan sesuai dengan konsep “Isi Piringku”. Di mana menunya variatif, bergizi dan tetap harus berolahraga.  

Isi piringku rekomendasi Kemenkes. (Foto: X)

Isi piringku rekomendasi Kemenkes. (Foto: X)

"Sederhananya, metabolisme kita itu kayak mesin yang ngubah makanan jadi energi. Kalau kita sering telat makan, tubuh bakal mengira kita lagi kekurangan makanan. Lama-kelamaan, tubuh bisa jadi lebih efisien nyimpen lemak buat cadangan energi," jelas Rizal Do. 

"Apalagi kadang-kadang pas laper banget, kita cenderung makan dengan porsi menggunung karena balas dendam. Ini bisa bikin kita lebih gampang gemuk dan otomatis ningkatin risiko penyakit kek diabet & obes," imbuhnya. 

Baca Juga : Istana Gebang, Saksi Bisu Kehidupan Remaja Bung Karno di Kota Blitar

Selain itu, kata Rizal Do, sering menunda makan juga membuat gula darah turun drastis. "Terus, pas kita akhirnya makan, gula darah kita bisa naik dengan cepat. Perubahan yang tiba-tiba ini kalau dibiasain terus-menerus, lama-lama bisa bikin tubuh kita kesulitan ngatur kadar gula darah, yang ujung-ujungnya bisa nyebabin diabetes tipe 2," tandas Rizal Do. 

Tak hanya itu, seseorang yang sering telat makan juga identik dengan suka makan lebih banyak. Atau biasanya sepaket dengan doyan begadang, lalu makan tengah malem.

"Ini bisa bikin kita ngonsumsi kalori lebih banyak dari yg dibutuhkan tubuh, yg bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan," katanya. 

"Apalagi klo seharian kurang gerak, ga pernah olahraga. Itu jantungmu klo bisa nangis, bakal nangis dia," tambah Rizal Do. 

Selanjutnya Rizal Do juga mengungkap ada sebuah penelitian yang hasilnya menunjukkan bahwa pola makan tidak teratur bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik. 

"Dalam studi tersebut, ditemuin klo frekuensi makan yang rendah & sering melewatkan makan berhubungan dg peningkatan risiko obesitas perut, kadar trigliserida tinggi, dan gula darah tinggi," katanya. 

"Padahal obesitas perut alias buncit lebih berisiko tinggi dibandingkan obesitas biasa," pungkas Rizal Do. 


Topik

Kesehatan afriezal kamil rizal do makan apa tips sehat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya