Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Viral Emak-emak Makan Beras dengan Lahap, Demi Viral? 

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

24 - May - 2024, 13:05

Placeholder
Emak-emak yang makan beras dengan lahap. (Foto screenshot)

JATIMTIMES - Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang umumnya diolah dengan cara dimasak menjadi nasi. 

Setelah menjadi nasi baru beras dapat dikonsumsi menggunakan lauk pauk yang beragam. 

Baca Juga : Hutan Pinus Loji Blitar: Surga Alam di Lereng Gunung Kelud untuk Liburan Keluarga

Namun, berbeda dengan hal yang dilakukan oleh seorang wanita paruh baya ini, dimana ia memakan beras secara mentah atau belum menjadi nasi. 

Video aksi emak-emak makan beras mentah ini diunggah di akun X @tanyarlfes. “Ada yang suka nyemil beras nggak?” tanya akun tersebut, dikutip Jumat (24/5/2024).

Dalam video tersebut, terlihat emak-emak tersebut sangat lahap menyantap beras-beras itu. Sendok demi sendok ia masukkan kedalam mulutnya. 

Emak-emak berjilbab hitam itu juga berlaga bak food vlogger yang tengah melakukan ASMR, sehingga suara 'kriuk-kriuk' ketika ia mengunyah beras itu cukup terdengar jelas.

Video itupun viral di media sosial. Tak sedikit yang terheran-heran dengan aksi yang dilakukan emak-emak tersebut. 

"Gini amat biar viral," kata @vo*****.

"Curiga di perut nya ada rice cooker," celetuk @kh****.

"Eh jujurly gua suka makan beras doang, cuma ga gini anjir. apalagi sampe satu sendok, biasanya beberapa butir doang cok," tutur @le****.

Bahaya akibat makan beras mentah

Makan beras mentah bukannya memberikan manfaat, melainkan efek samping yang merugikan bagi tubuh.

Dilansir dari laman Hellosehat, brikut beberapa masalah kesehatan yang dapat terjadi jika Anda punya kebiasaan mengonsumsi beras mentah.

1. Keracunan makanan

Konsumsi beras mentah dapat meningkatkan risiko keracunan makanan. Alasannya, karena beras dapat menampung bakteri berbahaya, seperti Bacillus cereus (B. cereus). 

Cereus merupakan jenis bakteri yang banyak ditemukan di tanah dan dapat mencemari beras mentah. Bakteri ini dapat membentuk spora, yang berfungsi sebagai perisai agar B. cereus dapat bertahan saat dimasak.

Namun, bakteri ini umumnya tidak menjadi masalah pada nasi yang baru dimasak karena suhu tinggi dapat meminimalkan pertumbuhannya.

Baca Juga : Ustaz Abdul Somad Ungkap Hukum Berkurban untuk Orang Lain

Sementara pada beras mentah yang tidak disimpan dengan benar, suhu yang lebih dingin dapat mendorong pertumbuhan bakteri.

Keracunan akibat makan beras mentah dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, kram perut, atau diare dalam waktu 15 – 30 menit setelah dikonsumsi.

2. Gangguan pencernaan

Beras mentah memiliki beberapa senyawa yang dapat menyebabkan masalah pencernaan. Salah satunya lektin, yakni sejenis protein yang bertindak sebagai insektisida alami. 

Lektin terkadang disebut sebagai antinutrien karena dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi.

Manusia tidak dapat mencerna lektin, sehingga lektin melewati saluran pencernaan tanpa perubahan dan dapat merusak dinding usus. 

Kondisi ini dapat menyebabkan gejala, seperti diare dan muntah. Untungnya, sebagian besar lektin akan hilang jika beras dimasak hingga matang.

3. Masalah kesehatan lainnya

Makan beras mentah dalam jumlah besar akibat pica telah dikaitkan dengan efek samping berikut.

- Tubuh kelelahan karena energi yang didapat tidak mencukupi.

- Kerusakan gigi karena tekstur beras yang keras bisa membuat kerja gigi jadi lebih berat.

- Anemia defisiensi besi yang menyebabkan rambut rontok, tubuh mudah memar dan lelah, serta kulit pucat.


Topik

Peristiwa Makna beras demi viral emak viral



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya