Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Sarapan Dua Kali, Kakek di Tulungagung Ditemukan Tewas di Kebun Glagah

Penulis : Anang Basso - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

19 - May - 2024, 17:25

Placeholder
Polisi saat di TKP kebun Glagah di Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir (Foto: Dokpol for Tulungagung Times

JATIMTIMES - Tak ada tanda-tanda apapun, umur merupakan garis Tuhan dan tak ada manusia yang tau kapan harus dipanggil ilahi. Kejadian mengejutkan ini diamali oleh Kakek yang diketahui berinitial BF (65) seorang petani yang beralamat di Dusun Jabon RT 02, RW 01, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. 

Ia meninggal dunia saat menjalani serangkaian aktivitas dan ditemukan terbujur kaku di tengah kebun glagah (rumput gajah), miliknya Minggu (19/5/2024) sekitar jam 08.00 wib. 

Baca Juga : Gara-Gara Ini Awal Mula Pemuda Tirtoyudo Dikeroyok di Sawojajar Malang

Kapolsek Kalidawir, AKP Sudariyanto mengatakan, peristiwa adanya orang meninggal di kebun rumput gajah ini dilaporkan oleh anak BF yang bernama Nurul Hidayatul (38) setelah diberitahu oleh saksi-saksi. 

Saksi yang dimaksud adalah Bahrodin (68) warga setempat dan Husen (44) beralamat di Kedungdowo, Sukorejo Kulon, Kecamatan Kalidawir. 

"Benar, terjadi orang meninggal dunia di tengah kebun rumput gajah," kata Sudariyanto. 

Disebutkan, BF sejak pagi sekitar jam 04.00 wib seperti biasa telah bangun dari tidurnya dan mengikuti salat jamaah subuh di masjid. 

"Selesai salat korban menjemur padi dan pergi ke ladang belakang rumah dan sarapan pagi," ucapnya. 

Lepas sarapan, BF pamit ke Nurul untuk berangkat ke kebun dengan tujuan membabat rumput gajah pesanan. 

"Saat hendak pergi membabat rumput gajahan korban sempat berhenti di tempat kerja bakti membuat berem atau cor untuk pasang paving. Bahkan korban sempat membantu membuat berem saat pekerja sarapan," imbuhnya. 

Saat korban BF diajak sarapan oleh saksi Husen dengan ucapan ‘pak ayo sarapan dulu', saat itu korban menjawab jika sudah sarapan.

Atas jawaban BF, Husen membujuk dan akhirnya mau bersama menikmati sarapan bersama yang lain. 

Saat itu pula, saksi Bahrodin yang hendak mengambil rumput gajahan yang dipesan di korban bertemu BF yang kemudian, ia bergegas ke kebun untuk membabatnya. 

"Saksi kemudian menunggu sambil membantu membuat berem," tambahnya. 

Baca Juga : Pesawat Latih Jatuh di BSD Tangsel, 3 Korban Meninggal Dunia 

Ditunggu, ternyata BF tak kunjung kembali dari kebun dan dua saksi bertanya-tanya, mengapa begitu lama. 

"Saksi heran korban mbabat rumput gajahan kok lama sekali dan tidak balik balik," tuturnya. 

Dua saksi ini kemudian pergi menyusul BF ke kebun tempat membabat rumput gajahan. 

"Sesampainya di lokasi saksi kaget melihat korban sudah tergeletak terlentang di tanah, lalu saksi mendekati dan mencoba membangunkan tetapi korban hanya diam," jelasnya. 

Bahkan saat dicek denyut nadinya sudah tidak ada tanda-tanda bergerak atau diyakini telah meninggal dunia. 

Mendapat laporan, polisi datang ke TKP dan dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis disimpulkan jika  penyebab korban meninggal dunia karena kena serangan jantung serta tidak ada tanda- tanda kekerasan atau penganiayaan

"Bahwa pihak keluarga sudah menerima atas kematian korban dan tidak akan menuntut pihak manapun," tutupnya.


Topik

Peristiwa Meningga Mendadak Tulungagung



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anang Basso

Editor

Sri Kurnia Mahiruni