Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Mahanani Book and Art Festival, Menyulut Api Literasi di Tengah Gelombang Digitalisasi

Penulis : Bambang Setioko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - May - 2024, 17:35

Placeholder
Bertepatan dengan Hari Buku Nasional 2024, Taman Baca Mahanani yang didukung oleh sejumlah komunitas menyelenggarakan ‘Mahanani Book and Art Festival’. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Bertepatan dengan Hari Buku Nasional 2024, Taman Baca Mahanani yang didukung oleh sejumlah komunitas menyelenggarakan ‘Mahanani Book and Art Festival’. Perhelatan ini digelar pada Sabtu- Minggu (17-18 Mei 2024) di Kompleks Taman Baca Mahanani, Jl. Supiturang Utara, Mojoroto, Kota Kediri. 

Alvin Nur, ketua panitia Mahanani Book and Art Festival, menjelaskan, bahwa ‘Mahanani Book and Art Festival’ merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan buku di tengah era digitalisasi. 

Baca Juga : Semeru Erupsi 9 Kali hingga Sore Ini, Letusan Paling Tinggi Mencapai 600 Meter

Dia membeberkan data tentang rendahnya minat baca masyarakat Indonesia yang hanya 0,001%, artinya ada 1 orang yang rajin membaca dari 1000 orang. Hal ini menguatkan fakta bahwa buku semakin ditinggalkan, anak-anak, remaja, dan usia dewasa lebih memilih gadget daripada buku.

(Foto: Dok. Istimewa)

"Kondisi literasi di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Minat baca masyarakat rendah, dan buku semakin ditinggalkan. Indeks literasi digital masih terendah di ASEAN. Festival ini diharapkan membangkitkan kembali semangat literasi di masyarakat," ujar Alvin.

Alvin menambahkan, Mahanani Book and Art Festival bukan hanya tentang buku, tetapi juga tentang seni dan budaya. “Kami ingin menunjukkan bahwa literasi dapat dinikmati dengan berbagai cara, tidak hanya melalui membaca. Kami berharap festival ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul, berdiskusi, dan merayakan kecintaan mereka terhadap buku dan seni," ucapnya.

Foto : (Dok. Istimewa)

Ragam kegiatan diskusi literasi, seni dan budaya dalam Mahanani Book and Art Festival antara lain;  “Sambang Kandang Kewan dan Anak-anak Ramadhani Berbagai Isi Buku”, diskusi publik “Perempuan, Buku, dan Warisan Generasi” dan “Derita Pencinta Buku di Kediri” sebagai ruang bertemu para aktivis, penulis buku, pegiat literasi, pengamat kondisi literasi dan buku di Kediri. 

Acara lainnya adalah berbagi isi buku melalui tajuk “Remaja Gila Baca” sebagai bentuk apresiasi kepada remaja usia SMA yang masih memberikan waktu untuk membaca buku. Lalu, MahananiArt Performance dengan topik Iqra’ Bismirobbika-l-ladzi Kholaq.

“Tentu, festival buku dan seni yang diselenggarakan oleh Taman Baca Mahanani bukanlah sulapan solusi. Tetapi, festival ini sebagai 'sulutan api' kepada masyarakat luas agar kembali jeda sejenak menyelami dan merefleksi kondisi literasi dan buku yang berada di persimpangan jalan,” tambah Alvin.

Baca Juga : Baru Dibuka, Irian Jaya Night Situbondo Diserbu Ribuan Warga

Mahanani Book and Art Festival merupakan kolaborasi antara Taman Baca Mahanani dengan berbagai komunitas dan lembaga di Kediri dan sekitarnya, antara lain Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri, Metafor.ID, UKM Teater Kanda IAIN Kediri, UKM Pers Dedikasi IAIN Kediri, Sanggar Tari Dworowati, Teater Adab, Sanggar Wasesa, Kampung Dongeng Ramadhani-Kediri, Warkop Maspu, TualangBuku, Sokola Pelangi, Forum Taman Baca Masyarakat Kota Kediri, Gubuk Baca Malang, Penerbit Buku Bening-Rua Aksara, Langgar.co, dan Insist Press Yogyakarta. 


Topik

Pendidikan Mahanani Book and Art Festival Taman Baca Mahanani Kediri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Bambang Setioko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni