Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Tekan Stunting, Pj Wali Kota Kediri Buka Festival Makanan Balita Bergizi Seimbang

Penulis : Eko Arif Setiono - Editor : Yunan Helmy

16 - May - 2024, 19:42

Placeholder
Pj Wali Kota Kediri Zanariah membuka rangkaian acara Festival Makanan Balita.

JATIMTIMES - Pj Wali Kota Kediri Zanariah membuka rangkaian acara Festival Makanan Balita Bergizi Seimbang. Acara ini berlangsung di Ballroom Golden, Kamis (16/5/24). Acara ini mengambil tema Peran Wanita dalam Upaya Pencegahan Stunting. 

"Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan. Menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan nasional secara menyeluruh. Oleh karena itu, upaya perbaikan gizi menjadi salah satu program prioritaa pemerintah guna melahirkan generasi yang berkualitas di masa yang akan datang," ujarnya.

Baca Juga : Sakit, Seorang Calon Jemaah Haji Kabupaten Ngawi Batal Berangkat 

Zanariah mengungkapkan, seribu hari pertama kehidupan seseorang sangat penting dan akan memengaruhi kualitas hidupnya. Ibu hamil dan balita merupakan kelompok rawan gizi yang perlu mendapat perhatian khusus. Apabila menderita kekurangan gizi dapat menimbulkan dampak negatif salah satunya stunting. 

"Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi kurang dalam waktu lama karena pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Biasanya stunting dapat terjadi mulai janin dalam kandungan sampai anak berusia lima tahun," ungkapnya.

Pj wali kota Kediri menjelaskan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Gahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting telah ditetapkan strategi nasional penurunan stunting untuk mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan pada tahun 2030. Pencapaian target tujuan pembangunan berkelanjutan dilaksanakan melalui pencapaian target nasional prevalensi stunting yang diukur pada anak di bawah lima tahun. Target nasional prevalensi stunting sebesar 14 persen tahun 2024. Berdasarkan sistem elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM) prevalensi stunting Kota Kediri pada tahun 2023 mencapai 7,1 persen. 

"Tentu ini tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah saja. Tapi semua pihak harus terlibat dalam penurunan angka stunting ini," jelasnya.

Zanariah menambahkan makanan bergizi seimbang berperan penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Makanan gizi seimbang yang diperlukan terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. 

Baca Juga : Amankah Penggunaan Karmin Pewarna Makanan dari Ekstraksi Serangga? Simak Penjelasan Pakar

Anak usia dini membutuhkan asupan gizi seimbang dalam jumlah cukup karena sangat berhubungan dengan proses pertumbuhan. Balita yang tidak naik atau berat badan kurang dapat dicegah menjadi stunting dengan mengonsumsi protein hewani yang cukup. Seperti daging, ikan, telur, dan susu atau produk turunannya. Maka melalui acara ini, Pemerintah Kota Kediri berupaya untuk meningkatkan peran wanita dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting. 

"Saya berharap setelah mengikuti acara ini ibu-ibu dapat menerapkan sajian makanan bergizi seimbang sehari-hari. Khusunya bagi ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita. Saya minta ibu-ibu kader untuk sering kumpul upgrade ilmu," imbuhnya.

Dalam acara ini, dilakukan demo masak oleh ahli gizi dan tata boga Ludy Andang. Juga lomba kudapan balita yang diikuti 222 orang. Dewan jurinya dari DP3AP2KB, SMKN 3 Kediri, dan DPC Persagi Kota Kediri.


Topik

Pemerintahan Kita Kediri Pemkot Kediri cegah stunting makanan sehat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Eko Arif Setiono

Editor

Yunan Helmy