Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Sejak Beroperasi, Pasar Sayur Kota Batu Masih Sepi, Banyak Kios Kosong

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : A Yahya

15 - May - 2024, 18:44

Placeholder
Pasar Sayur Kota Batu masih terpantau sepi, banyak kios didapati kosong dan hanya digunakan untuk gudang.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pasar Sayur menjadi salah satu konplek pasar di kawasan Pasar Induk Among Tani yang memiliki segmen berbeda. Dibangun lebih dulu sebelum adanya gedung baru Pasar Induk, Pasar Sayur terpantau masih sepi. Pihak UPT Pasar menyebut kondisi serupa sudah sejak rampung dibangun dan temuan banyaknya kios kosong tidak dapat dipungkiri.

Berdasarkan pantauan JatimTIMES di lokasi belum lama ini, pasar sayur tampak banyak kios yang tutup baik pagi dan malam. Beberapa ruang kios digunakan hanya sebagai gudang oleh beberapa pedagang. Meskipun, di halaman pasar masih ada mobil pikap yang mengantar dan membawa dagangan sayur dari pemasok.

Baca Juga : 163 Calon PPS Kota Batu Jalani Tes, 70 Persen Peserta Wajah Lama

Keterisian pasar hasil pertanian pangan hortikultura itu tak sampai 50 persen. Hal tersebut dibenarkan Kepala UPT Pasar Induk Among Tani Kota Batu Agus Suyadi.

Agus menyebut, dari ratusan kios yang ada, hanya sekitar puluhan kios yang tergolong sangat aktif membuka dagangan di pasar sayur. Pasar yang berada satu kawasan itu dengan pasar induk itu tampak aktif hanya di beberapa sisi luar pasar sayur yang terlihat aktivitasnya. Terutama oleh pengunjung pasar induk yang hendak keluar dari area parkir belakang pasar.

"Kondisinya (pasar sayur) dari 330 kios, itu gak ada orang 50. Pola lama dari dulu, mulao sepi sepertinya sejak selesai dibangun tidak ada penambahan (pedagang)," ujarnya saat ditemui, belum lama ini.

Agus mengatakan, kondisi tersebut membuat pasar sayur tak bisa berfungsi maksimal untuk penggerak perekonomian pertanian hortikultura lokal.

Baca Juga : Dishub Kota Malang Alihkan Arus Lalin, Berikut Rute Jemaah Haji ke Rampal

Padahal, adanya pasar sayur diharapkan dapat mendukung hasil tani Kota Batu dan memberikan akses mudah untuk warga Batu memperoleh produk sayur berkualitas. Lima segmen yang ada di pasar induk, kata Agus belum sepenuhnya maksimal. "Karena ada lima segmen terpadu dan terpusat. Pasar induk, pasar grosir, pasar sayur, pasar unggas, dan pasar pagi," rincinya.

Ia mengakui hal tersebut sangat disayangkan. Keterisian yang minim, membuat sejumlah kios hanya digunakan gudang. "Akhirnya banyak yang dipakai gudang, daripada nganggur. Memang disayangkan lahannya besar sedangkan saat ini sebenarnya banyak kebutuhan untuk segmen lain (kompleks) Pasar Induk Among Tani," tambahnya.


Topik

Ekonomi pasar sayur pasar induk among tani agus suyadi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya