Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Tradisi Manten Tebu Tandai Pembukaan Musim Giling di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo Blitar

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

15 - May - 2024, 17:08

Placeholder
Tradisi Manten Tebu kembali digelar PG RMI Blitar

JATIMTIMES - Di halaman Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI) yang terletak di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, suasana penuh semangat dan kebahagiaan terasa begitu kental. Tradisi Manten Tebu, merupakan ritual yang digelar untuk menandai dimulainya musim giling tebu, menjadi pusat perhatian pada Rabu, 15 Mei 2024. Acara ini tidak hanya melibatkan karyawan pabrik, tetapi juga dihadiri oleh sekitar seratusan petani tebu dari sekitar Blitar.

Meski cuaca siang itu cukup panas, namun semangat para petani tidak surut. Mereka hadir dengan penuh antusiasme, menantikan momen penting yang telah menjadi bagian dari Manten Tebu, tradisi tahunan PG RMI. Senyum dan tawa mengiringi setiap langkah prosesi, seakan menggambarkan harapan besar mereka untuk hasil giling tahun ini. Meeeka berterima kasih, kehadiran  pabrik gula RMI  benar-benar memberikan manfaat ekonomi luar biasa bagi masyarakat, khususnya petani di Blitar selatan. 

Baca Juga : Kader Muda PKB Arif Kurniawan Daftar Calon Wakil Bupati Blitar: Siap Dampingi Bupati Mak Rini

Suasana semakin meriah ketika prosesi arak-arakan tebu dimulai. Iring-iringan tersebut diikuti dengan musik tradisional yang menambah kemeriahan acara. Petani dan karyawan pabrik berbaur, menikmati setiap detik dari ritual yang penuh makna ini.

Suasana halaman pabrik kembali meriah saat Tebu Lanang dan Tebu Wadon dimasukkan ke dalam mesin penggilingan. Sorak-sorai petani dan karyawan menyambut momen ini dengan penuh semangat, menandai awal musim giling yang penuh harapan. Tradisi Manten Tebu bukan hanya sebuah ritual, tetapi juga simbol kebersamaan dan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi para petani tebu di Blitar.

Ya, tradisi Manten Tebu kembali digelar untuk menandai pembukaan musim giling di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (PG RMI). Tradisi yang berlangsung meriah ini diadakan di halaman pabrik yang berlokasi di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Acara yang digelar pada Rabu (15/5/2024) tersebut menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh karyawan dan para petani tebu setempat.

Layaknya upacara pernikahan manusia, dua batang tebu yang disebut "Tebu Lanang" dan "Tebu Wadon" dipertemukan dan didoakan sebelum dimasukkan ke dalam mesin penggilingan. Tradisi ini telah menjadi bagian penting dari ritual tahunan yang dilaksanakan PG RMI selama tiga tahun terakhir. "Ini adalah tradisi yang sudah kita laksanakan selama tiga tahun terakhir, sebagai salah satu tradisi memulai musim giling," ujar Factory Manager PG RMI, Heri Widarmanto.

Acara yang dihadiri oleh karyawan dan para petani tebu tersebut berlangsung dengan penuh kegembiraan dan harapan. Mereka menyaksikan prosesi arak-arakan tebu sebelum dimasukkan ke mesin penggilingan, sebagai simbol dimulainya proses produksi gula untuk tahun ini.

Dalam hal produksi, Heri Widarmanto menjelaskan bahwa PG RMI menargetkan untuk menggiling sebanyak 1,1 juta ton tebu pada tahun 2024. Target ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1,25 juta ton. "Di tahun 2023, RMI hanya mendapatkan 1,17 juta ton karena dampak iklim El Niño yang menyebabkan kekeringan, gangguan musim tanam, penurunan kualitas tanaman, dan ketidakstabilan pasar sehingga mempengaruhi jumlah tebu yang didapat," jelasnya.

Walaupun tidak mencapai target pada tahun 2023, PG RMI tetap mencatat prestasi yang membanggakan dengan rata-rata rendemen tebu mencapai 8,25 persen dan menghasilkan 97.143 ton gula kristal putih. "Dengan nilai rendemen sebesar 8,25 persen ini, PG RMI menduduki peringkat kedua rendemen tertinggi di Pulau Jawa," ungkap Heri.

Baca Juga : Flushing Waduk Wlingi Lodoyo di Blitar Digelar 20-24 Mei, Warga Diimbau Jauhi Aliran Sungai

Untuk tahun 2024, PG RMI menargetkan rendemen sebesar 8,20 persen dengan produksi gula sebesar 90.170 ton gula kristal putih. Heri berharap target pendapatan tebu, jumlah rendemen, serta hasil produksi dapat tercapai dengan sinergi dari berbagai pihak. Manajemen PG RMI juga telah membuat beragam kebijakan untuk mencapai efisiensi dan mengurangi kehilangan gula saat proses memasak. "Manajemen juga sudah membuat beragam kebijakan seperti tebu yang harus bersih, sehingga meminimalkan kehilangan gula saat proses memasak, serta efisiensi pabrik," tambah Heri.

Persiapan matang yang dilakukan oleh PG RMI diharapkan dapat membantu mencapai target yang telah ditentukan. Dukungan dari semua lini sangat diperlukan untuk mewujudkan swasembada gula di Indonesia. Dengan segala upaya yang dilakukan, PG RMI optimis bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun yang sukses dalam produksi gula.

Tradisi Manten Tebu tidak hanya menjadi simbol pembukaan musim giling, tetapi juga harapan baru bagi PG RMI dan para petani tebu untuk menghasilkan produk gula yang berkualitas tinggi dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

 "Berbagai persiapan sudah dipersiapkan dengan matang oleh PT Rejoso Manis Indo dengan harapan dapat mencapai target yang ditentukan dan support dari segala lini sangat diperlukan untuk dapat mewujudkan swasembada gula di Indonesia," pungkas Heri.

Dengan semangat dan optimisme yang tinggi, PG RMI melangkah ke musim giling tahun ini dengan harapan besar untuk mencapai target produksi dan memberikan kontribusi signifikan bagi industri gula di Indonesia.


Topik

Serba Serbi pabrik gula rejoso manis indo manten tebu tradisi manten tebu blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya