Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Rencana Parkir Cashless di Kayutangan Heritage, Jukir akan Dibekali Alat Taping QRIS

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

14 - May - 2024, 19:00

Placeholder
Salah satu titik parkir di Kayutangan Heritage.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Rencana pembayaran parkir cashless (tanpa uang tunai) di kawasan Kayutangan Heritage masih terus digodok oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Termasuk melakukan pendekatan kepada masyarakat yang terlibat secara langsung. 

Menurut Kepala Dishub Kota Malamg Widjaja Saleh Putra, untuk merealisasikan hal tersebut nantinya, perlu dilakukan banyak penyesuaian. Baik dari juru parkir (jukir) yang bertugas maupun penyesuaian bagi masyarakat. 

Baca Juga : RSU Wajak Husada Miliki Layanan Alat Bantu Tubuh Ortotik Prostetik, Jadi yang Pertama di Malang Raya

"Insha Allah kita sudah ada pendekatan dan tidak ada masalah," ujar pria yang akrab disapa Jaya ini. 

Jaya mengatakan, dalam hal ini tidak dipungkiri bahwa meskipun sudah banyak pembayaran yang menggunakan cashless,  masyarakat cenderung masih terbiasa menggunakan uang tunai untuk membayar parkir. 

"Walaupun sudah ada e-parking. Namanya masyarakat pemilik kendaraan atau pengguna jasa, belum familiar menggunakan e-money (untuk parkir)," terang Jaya. 

Sementara bagi jukir, juga akan ada penyesuaian. Salah satunya terkait penghasilan. Jika menggunakan pembayaran konvensional, maka jukir akan terbiasa pulang dengan membawa uang tunai. 

"Yang membedakan kan jukirnya kalau dulu pulang bawa duit, ini nanti tidak boleh bawa duit. Maka kita bayar setiap minggu, harian atau setiap bulan, tergantung kesepakatan," ucap Jaya. 

Sehingga penghasilan bagi jukir akan dirupakan seperti gaji. Sedangkan besarannya akan disesuaikan dengan standar harga satuan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang. 

"Alat tapping untuk QRIS ada, nanti dibawa mobile oleh jukir. Setiap jukir bawa alat dan ada kertasnya," imbuh Jaya. 

Baca Juga : Lebih Berbahaya Merokok Atau Vaping? Berikut Penjelasannya

Jaya mengatakan, rencana tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat. Namun tetap dengan memperhatikan bahwa parkir menjadi salah satu mata pencaharian bagi sebagian masyarakat. 

"Kita memperhatikan hak mereka sebagai mata pencaharian. Kita memberikan pelayanan, bonusnya PAD (pendapatan asli daerah). Kita bukan (hanya mengejar (PAD), layanan tetap utama," kata Jaya. 

Selain itu, pembayaran cashless diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya kebocoran. Sebab, pembayaran yang dilakukan menggunakan e-money akan langsung masuk ke rekening pemerintah daerah (pemda) dan terekam secara elektronik. 

"Kita lihat berapa gedenya. Kita harus membayar ke mereka. Ke-20 orang itu shift-shift-an. Satu titik bisa sampai 5 orang. Tujuannya pelayanan, lebih teratur lagi. Kedua, kita berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisasi kebocoran," pungkas Jaya. 


Topik

Pemerintahan Parkir cashless parkir tanpa uang tunai Pemkot Malang Kayutangan Heritage Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy