Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Punya Kebiasaan Gabung Sarapan dan Makan Siang, Ketahui Ini Akibatnya

Penulis : Kristian Armando Purnama Sama - Editor : A Yahya

12 - May - 2024, 19:20

Placeholder
Ilustrasi Bahaya Tidak Sarapan Pagi Bagi kesehatan. Sumber Foto: KlikDokter

JATIMTIMES - Jadwal kuiah pagi kerap membuat membuat mahasiswa harus meninggalkan sarapan atau makan pagi. Mereka bahkan kerap menggabung sarapan dengan makan siang sekaligus. Padahal, kebiasaan menggabungkan makan pagi dengan makan siang itu tidaklah bagus untuk kesehatan.

Kebiasaan itu seperti halnya dilakukan salah seorang mahasiswa Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) Reza Ibnu. Dia mengaku jarang sarapan pagi karena harus mengikui jadwal kuliah pada pukul 08.00. Dia mengaku tidak sempat masak untuk sarapan pagi. 
"Memang benar bahwa beberapa mahasiswa jarang sarapan pagi, karena jadwal perkuliahan yang dilaksanakan di pagi hari sehingga tidak sempat untuk sarapan," katanya Minggu 12/05/2024.

Baca Juga : Polres Malang Bongkar Komplotan Pencurian Kayu Perhutani, 2 Pelaku Masih Buron

Untuk menahan rasa lapar, kata dia, biasanya hanya makan makanan ringan. “Seringnya kami sehari makan hanya 1 atau 2 kali saja. Kalau lapar, biasanya mengonsumsi makanan ringan saja untuk menunda lapar,” ungkapnya. 

Hal senada juga diungkapkan Salestinus Santrio Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang. Kegiatan sarapan bukannya makan nasi tapi, hanya mengonsumsi kopi saat berada di kampus. "Kalau untuk sarapan pagi saya jarang, saya makan di siang hari jika waktu perkuliahan sudah selesai," ungkapnya.

Dilansir dari Himpunan Mahasiswa Gizi Kesehatan ( HIMAGIKA) Universitas Gajah Mada (UGM), menggabungkan waktu sarapan dengan makan siang dapat mengakibatkan kadar gula darah yang meningkat secara drastis. Apabila pankreas terus-menerus memproduksi insulin untuk mengkompensasi level glukosa yang tinggi, maka pankreas akan lelah dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Sehingga timbul penyakit gangguan kadar gula darah, seperti Diabetes.

Kebiasaan menggabungkan sarapan pagi dengan makan siang dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan tubuh. Melewatkan waktu sarapan pagi dapat mempersulit pengendalian berat badan. Nutritionist Mansi Belani dari Evolve Medspa, Mumbai menjelaskan bahwa orang yang sering melakukan brunch malah membuat tubuh mereka menjadi kelebihan berat badan. Saat brunch, perut kosong menyebabkan kecenderungan makan dengan konsumsi makanan melebihi porsi makan normal dalam satu waktu untuk menekan rasa lapar, sehingga akhirnya malah menambahkan kalori ekstra.

European Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa melewatkan waktu sarapan merupakan perilaku yang mengganggu kesehatan. Individu yang melakukan ini mungkin saja tidak terlalu mempedulikan kesehatannya dibandingkan orang-orang yang selalu sarapan pagi.

Prof. Eric Rimm, Sc.D., seorang Profesor Epidemiologi dan Nutrisi dari Harvard School of Public Health in Boston) mengatakan bahwa sarapan dengan menu yang sehat menyebabkan kadar gula darah akan sedikit meningkat, namun tubuh akan menyerapnya seiring dengan waktu, sehingga dalam waktu 5 jam setelah sarapan, tubuh tercukupi energinya dan tidak merasa lapar.

Adapun beberapa masalah lain yang akan timbul jika melewatkan sarapan pagi diantaranya adalah:

1.Meningkatkan Risiko Obesitas
Bagi kamu yang was-was terhadap kelebihan berat badan, rasanya perlu harap-harap cemas. Studi dalam Arab Journal of Nutrition and Exercise, melewatkan sarapan dikaitkan dengan risiko kelebihan berat badan atau obesitas pada anak-anak dan remaja di Arab Saudi. 
Hal sebaliknya berlaku, mereka yang rutin sarapan dikaitkan dengan penurunan risiko kelebihan berat badan atau obesitas. Meski begitu, karena sifat studi observasi yang kurang kuat, para ahli mengatakan masih membutuhkan studi lebih jauh untuk membuktikan hal tersebut. 

Baca Juga : Dilema "Fake Productivity" di Kalangan Dosen

2.Meningkatkan Risiko Masalah Jantung
Dampak melewatkan sarapan juga bisa menyasar organ vital seperti jantung. Menurut studi dari Universitas Harvard, pria yang melewatkan sarapan memiliki risiko 27 persen lebih besar terkena serangan jantung atau penyakit jantung, daripada mereka yang memiliki kebiasaan sarapan. 
Meski penyebab langsungnya belum diketahui secara persis, para peneliti menduga bahwa bertahan dalam keadaan puasa lebih lama bisa memicu stres fisik dan membuat tubuh bekerja lebih keras, dan menyebabkan perubahan metabolisme. 
"Perubahan hormon untuk membantu menjaga kadar gula darah, dan kecenderungan kenaikan berat badan pada pasien yang melewatkan sarapan, telah dikaitkan dengan penyakit jantung," jelas Christian J. Gastelum, MD, ahli endokrinologi di PIH Health di Whittier, California, AS. 

3.Tidak Produktif 
Dampak melewatkan sarapan juga bisa membuat kita jadi tidak produktif dan sulit berkonsentrasi. Pasalnya, tubuh terutama otak tak memiliki “bahan bakar” untuk beraktivitas atau bekerja bila tidak sarapan. Ingat, otak membutuhkan glukosa agar berfungsi optimal. Kehabisan glukosa atau penurunan gula darah dari keadaan puasa yang lama memengaruhi fungsi kognitif. 

Imbasnya, kita tidak dapat berpikir dengan jernih seperti biasanya. Hal ini akan mengurangi produktivitas sehari-hari. Contohnya, fokus yang menghilang sehingga melupakan pekerjaan yang harus dilakukan. 

5.Meningkatnya Hormon Kortisol
Menurut studi pada 2014 dari University of California, menunjukkan wanita yang melewatkan sarapan memiliki kadar kortisol (hormon stres) yang lebih tinggi selama berbagai tes sepanjang hari, dibandingkan dengan wanita yang sarapan. Selain itu, wanita yang melewatkan sarapan juga memiliki hasil tekanan darah yang lebih tinggi. 

Menurut peneliti, kombinasi melewatkan sarapan dan mengalami stres kronis meningkatkan risiko seseorang terkena sindrom kardiometabolik. 


Topik

Kesehatan gabung sarapan sarapan makan siang mahasiswa malang tips sehat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Kristian Armando Purnama Sama

Editor

A Yahya