Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Tekno

5 Peluang Usaha yang Tidak akan Terganti Kecerdasan AI 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - May - 2024, 19:18

Placeholder
Ilustrasi berbisnis. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Meskipun kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah merambah berbagai aspek kehidupan, namun masih ada beberapa peluang usaha yang tetap eksklusif untuk keahlian dan kreativitas manusia. 

Melansir YouTube Succes Before 30, berikut ini akan dibahas lima bidang usaha yang tidak akan tergantikan oleh AI. 

1. Bisnis Kuliner 

Baca Juga : Ramai Pengunjung, Pelaku UMKM Kayutangan Heritage Buka Lebih Awal

Sekrisis apapun dan seresesi apapun, bisnis kuliner tidak akan pernah mati. Pasalnya, setiap manusia pasti butuh makan. Jika sampai tidak makan, manusia akan kelaparan dan mati. 

Kuliner itu jenisnya beragam. Ada yang mulai dari UMKM hingga yang gerainya ada di penjuru kota, tidak ada matinya. Bahkan saat ini, kamu juga bisa buka pre order (pesan lebih awal) untuk membuka bisnis kuliner. Selain itu, kamu juga bisa tinggal di rumah sambil menaruh jualan di Gofood dan platform lainnya. 

Ada satu hal yang membuat kuliner mati, yakni tidak memiliki brand. Usaha kuliner kalau mau kuat ya harus punya brand. Contohnya di Jakarta kalau restoran padang, ada Padang Merdeka dan Natrabu. Atau juga ada kuliner tersembunyi di dalam gang, dari mulut ke mulut, tidak pernah ngiklan tapi ramai. 

Nah fenomena ini adalah branding. Baik itu diciptakan secara sharing economy atau sharing experience. Kalau zaman sekarang misalnya, kamu hendak makan, lalu lihat dulu ulasan di google bintang berapa. Jika bintang ulasan tinggi, maka menunjukkan makanan tersebut layak untuk dicoba. 

2. Usaha Fashion

Bagaimanapun juga fashion itu kan kebutuhan manusia. Yang terdiri dari pangan, sandang dan papan. Jadi ketiga hal ini manusia tetap akan ganti baju baru. Fashion tidak akan mati. 

Hal yang bisa mempertahankan bisnis adalah brand. Dan untuk membangun brand memang tidak mudah. 

3. Jasa Makelar

Jasa makelar tidak akan mati karena masih ada kebutuhan manusia yang tidak bisa sepenuhnya tergantikan oleh teknologi. Selain itu, masih tetap ada manusia yang enggan repot mengurus segala sesuatu sendiri. 

Misalnya dalam beberapa transaksi, terutama yang melibatkan properti atau barang berharga lainnya, keterlibatan emosional sangat penting. Makelar bisa memberikan dukungan emosional dan pemahaman yang tidak bisa disediakan oleh teknologi.

4. Toko Kelontong

Toko kelontong memang memiliki daya tahan yang luar biasa di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Toko kelontong sering berlokasi di dekat pemukiman penduduk, memberikan akses yang mudah bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Kepuasan konsumen dan kemudahan akses menjadi faktor penting dalam kelangsungan hidup toko kelontong.

Pemilik toko kelontong sering memiliki hubungan personal dengan pelanggan mereka. Mereka mengenal preferensi dan kebutuhan pelanggan secara individu, yang memungkinkan mereka memberikan layanan yang lebih disesuaikan. 

Baca Juga : Workshop Creative Art Cafe Omah Semut di Bulukerto Jadi Insipirasi Pengembangan Industri Kreatif Kota Batu

Pemilik toko kelontong cenderung lebih fleksibel dalam mengadaptasi inventaris mereka sesuai dengan permintaan lokal dan tren pasar. Mereka juga bisa lebih kreatif dalam menawarkan promosi dan layanan tambahan untuk menarik pelanggan. 

Toko kelontong seringkali menyediakan produk-produk lokal, khas daerah, atau barang-barang unik yang sulit ditemukan di supermarket besar atau online. Ini memberikan nilai tambah bagi konsumen yang mencari pengalaman belanja yang berbeda.

Meskipun persaingan dari supermarket besar dan belanja online semakin meningkat, toko kelontong tetap menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat dan memiliki tempat khusus dalam ekosistem ritel.

5. Dropshipper dan Reseller 

Bisnis dropshipper dan reseller memiliki daya tahan yang kuat dan kemungkinan besar tidak akan mati karena beberapa alasan. Pertama, Fleksibilitas, model bisnis dropshipper dan reseller sangat fleksibel, memungkinkan individu untuk memulai bisnis dengan modal yang relatif rendah dan tanpa perlu menyimpan stok barang. Hal ini membuatnya tetap menarik bagi banyak orang yang ingin memulai usaha tanpa modal besar.

Kedua, pertumbuhan e-commerce terus meningkat secara global, dan dropshipper serta reseller memanfaatkan platform online untuk menjual produk mereka. Dengan makin banyaknya orang yang berbelanja secara online, permintaan terhadap layanan dropshipper dan reseller juga akan terus ada.

Ketiga, dropshipper dan reseller memiliki fleksibilitas untuk menjual berbagai macam produk, mulai dari pakaian dan aksesoris hingga produk kecantikan dan barang elektronik. Dengan diversifikasi yang luas, mereka dapat menyesuaikan penawaran mereka dengan tren pasar dan permintaan konsumen.

Keempat, Dropshipper dan reseller sering kali memiliki keahlian dalam pemasaran online, termasuk penggunaan media sosial dan strategi SEO. Ini memungkinkan mereka untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dan meningkatkan visibilitas produk mereka.

Meskipun persaingan di dunia e-commerce semakin ketat, bisnis dropshipper dan reseller memiliki potensi untuk terus berkembang dan sukses karena fleksibilitas, aksesibilitas, dan kemampuan adaptasi mereka terhadap perubahan tren dan permintaan pasar.

Demikian 5 bisnis yang tidak akan mati meski terkena kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Semoga membantu!


Topik

Tekno Artificial Intelligence AI kecerdasan buatan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni