Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Waspadai Jika Mood Naik Turun, Simak Penjelasan Dokter RSI Unisma tentang Bipolar

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - May - 2024, 18:16

Placeholder
Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Bipolar menjadi sebuah gangguan yang mungkin jarang diketahui masyarakat. Padahal, gangguan ini menjadi sebuah hal yang dapat berimbas serius jika tidak segera ditangani. Lantas, apa sebenarnya Bipolar itu? dan bagaimana ciri-ciri pengidap Bipolar?

Dokter Spesialis Kejiwaan Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma, dr Nindita Sp KJ SH memberikan penjelasan tentang apa itu Bipolar dan ciri-ciri dari pengidap Bipolar.

1

Gangguan Bipolar adalah masalah kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, dan kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Baca Juga : Gambaran Lama Studi Mahasiswa UIN Malang pada Wisuda Periode 80

"Atau kita sebut juga afektif, gangguan mood, sekurang-kurangnya ada dua episode. Yang pertama episode Manik adanya peningkatan mood, kemudian disertai bertambahnya energi dan aktivitas meningkat," jelasnya.

Di episode lain, hal ini disertai penurunan mood dan juga disertai pengurangan energi maupun aktivitas yang dilakukan. Namun, yang menjadi khas dalam Bipolar ini, terdapat fase perbaikan kembali seperti semula pada episode ini. 

"Apalagi di awal gangguan, terutama gangguan yang ringan, diantara episode atau interepisode ada fase perbaikan atau pulih secara sempurna," paparnya.

Mengenai ciri-ciri pengidap Bipolar, dijelaskan bahwa terkait ini pada Fase Manik ada kriteria waktu. Ada kriteria waktu dimana sekurang-kurangnya 1 Minggu. Terjadi  peningkatan mood yang sangat cepat dan mudah terstimulus. Selain itu juga terdapat peningkatan aktivitas fisik yang berlebihan. Hal ini karena seseorang itu merasa memiliki energi yang lebih.

"Kemudian ada juga peningkatan aktivitas mental. Didalam peningkatan aktivitas mental ini ada namanya logore.  Artinya bicaranya menjadi lebih banyak dari biasanya , dari normalnya. Ada juga percepatan dari bicaranya," jelasnya.

Kemudian ciri lainya ada Flight of Ideas. Yakni, berbicara yang melompat dan muncul perubahan yang tiba-tiba dari topic satu ke topik lainnya, tidak logis dan tidak sampai pada tujuan.

"Jadi ada perubahan cepat, dari ide satu ke yang lainnya. Jadi yang satu belum dibahas sampai selesai tapi beralih ke ide selanjutnya," terangnya.

Kemudian, berkurangnya kebutuhan akan tidak juga menjadi ciri Bipolar. Hal ini karena seseorang merasa masih memiliki energi yang cukup, sehingga berkurang untuk kebutuhan tidurnya. 

"Ada juga mereka yang merasa ide terlalu besar, atau merasa kebih daripada yang lainnya. Kadang ini berbahaya kalau kita merasa lebih kuat daripada yang lain. Semua gejala ini mengganggu fungsi pada yang lainnya," paparnya.

Baca Juga : Deretan Mobil Mewah Diduga Milik Mahasiswa, Berjejer di Parkiran UB

Kemudian pada Fase Depresi, di dalam hal ini sekurang-kurangnya dua Minggu orang mengalami gejala ini. Bahkan, hampir setiap hari mereka mengalaminya. Ada penurunan mood, kehilangan minat terhadap satu hal yang biasanya sangat antusias. Tetapi tidak semua, ada kriteria lagi yang masuk dalam hal tersebut. 

"Ada pula penurunan energi juga, konsentrasi yang berkurang, rasa percaya diri berkurang, pesimis, atau ada rasa bersalah tidak berguna. Kemudian ada juga hal yang berbahaya, berfikir untuk melukai diri sendiri hingga nafsu makan menurun," katanya.

Penderita gangguan Bipolar ini tidak hanya berpotensi kalangan remaja atau dewasa awal, namun juga berpotensi pada kalangan lansia bahkan mereka yang masih usia anak pun berpotensi akan gangguan ini. 

"Kalau gender hampir sama, hampir semua kena, baik wanita atau laki-laki. Pada gangguan bipolar 1 hampir sama laki-laki dan perempuan, kalau pada bipolar 2 pada wanita yang lebih tinggi dari pada laki-laki," jelasnya.

Cara menangani gangguan mental ini, menurut dokter RSI Unisma perlunya support system. Perubahan yang terjadi biasanya kerap diketahui oleh orang di lingkungan sekitar.

Meskipun dalam interepisode terkadang seseorang dapat sembuh dengan sempurna, namun juga diharapkan untuk berkonsultasi pada tangan profesional.

"Kalau penanganan cepat, maka prognosis akan menjadi bonam atau baik. Itu yang perlu pertama kali dilakukan. Mencari tenaga profesional, bisa pada psikiater, dokter  kejiwaan atau psikolog," ungkapnya.


Topik

Kesehatan Bopolar gejala bipolar rsi unisma



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni