Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

PWNU LP Ma'arif Jatim Bertekad Kembangkan Madrasah Unggulan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

10 - May - 2024, 08:10

Placeholder
Foto bersama para peserta Pelatihan Pengembangan Sekolah Unggulan, pada Selasa hingga Kamis (7-9/5) di Auditorium KH. M. Hasyim Latief Lt.4. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Pimpinan Wilayah Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (PWLPMNU) Jawa Timur menggelar Pelatihan Pengembangan Sekolah Unggulan, pada Selasa hingga Kamis (7-9/5) di Auditorium KH. M. Hasyim Latief Lt.4. 

Kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan madrasah unggulan tersebut diikuti lima madrasah dan sekolah di bawah LPMNU Jawa Timur. Masing-masing lembaga mengirimkan lima orang delegasi dari unsur kepala dan tim pengembang. 

Baca Juga : Desa Tertinggi di Jawa Ini Rintisan Joko Sembung  

 

Sekolah dan madrasah terpilih, di antaranya Sekolah Dasar Nuril Islam (SD Nuris) Pacitan, Sekolah Dasar Islamiyah Magetan, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Banin Bebekan Sidoarjo, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma'arif Sukomoro Magetan, Madrasah Aliyah Unggulan KH. Wahab Hasbullah Jombang, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Ma'arif Pacitan.

Suasana Pelatihan Pengembangan Sekolah Unggulan. (Foto: istimewa)

Suasana Pelatihan Pengembangan Sekolah Unggulan. (Foto: istimewa)

Pelatihan dibuka oleh Wakil Ketua PW LP Ma'arif Jatim H. Abdullah Sani. Dalam sambutannya, Pengurus Yayasan Pendidikan Khadijah tersebut mengungkapkan, PW LP Ma'arif Jatim sudah pernah mengembangkan program sekolah dan madrasah unggulan. Dan, hingga kini sekolah tersebut masih eksis dan tetap mempertahankan keunggulannya. 

"Pengalaman inilah yang akan dikembangkan dalam kegiatan ini", ujarnya. 

Senada dengan Aba Sani, Koordinator pelaksana Dr. Hj. Hanun Asrohah juga menegaskan, PW NU LP Ma'arif NU Jatim pernah menugaskan dirinya menjadi Kepala Madrasah Ibtidaiyah Waru sebagai 'pilot project' madrasah unggulan. Dan, hasilnya higga kini masih dirasakan. MI ini menjadi salah satu madrasah favorit. 

Dosen UIN Sunan Ampel tersebut juga menambahkan alasan pemilihan peserta. Di mana pemilihan peserta dipilih berdasarkan analisis kebutuhan dan keseriusan. Salah satunya melalui pengajuan resmi yang dilakukan lembaga dan sudah dilakukan verifikasi lapangan. 

Dalam kegiatan yang dibiayai oleh PW LP Ma'arif Jatim ini, peserta menerima beberapa materi. Di antaranya Desain Sekolah/Madrasah Unggul, Sekolah Sehat, Budaya Mutu Sekolah/Madrasah, School Branding, Sekolah/ Madrasah Digital. Para peserta juga difasilitasi melakukan kunjungan ke Sekolah Pembangunan Jaya Sidoarjo dan 'Green House' Masjid Al Akbar Surabaya. Adapun Narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. Hanun Asrohah, H. Abdullah Sani, Amin Hasan, Sholehuddin, dan A. Yusuf. 

Sementara itu, dalam pengarahannya, Ketua PWNU LP Ma'arif Jawa Timur KH. Noor Shodiq Askandar menekankan pentingnya target pendidikan Ma'arif. Menurut Wakil Rektor Unisma tersebut, pendidikan Ma'arif harus menciptakan peserta didik 'pinter' dan 'bener'. Pasalnya jika bicara NU dan Ma'arif, maka Jawa Timur adalah barometernya. 

Baca Juga : Apresiasi Kontes Bonsai Nasional di Kediri, Bos Rokok Tajimas Rogoh Kocek Puluhan Juta Rupiah 

 

"Karena itu, jika di Indonesia ada yang tidak benar yang patut disalahkan ya jajaran Ma'arif sampai ke bawah dan pada akhirnya ya kepala sekolah dan Ma'arif," katanya. 

Ketua PWNU LP Ma'arif Jawa Timur KH. Noor Shodiq Askandar saat berbincang dengan salah satu peserta dari Magetan. (Foto: istimewa)

Ketua PWNU LP Ma'arif Jawa Timur KH. Noor Shodiq Askandar saat berbincang dengan salah satu peserta dari Magetan. (Foto: istimewa)

Sebagai tantangan agar bagaimana pendidikan Ma'arif dilirik orang tua, menurut Gus Shodiq, pendidikan kita harus maju. Untuk menuju ke sana, Sekolah/Madrasah Unggul di lingkungan Ma'arif NU menjadi keniscayaan. 

Sebagaimana pandangan KH. Masykur, sekolah harus survive dulu, baru berkompetisi. Gus Shodiq pun menceritakan, membangun Unisma seperti sekarang diawali dengan survive keuangan. Sebelum kembali ke tempat masing-masing, tiap lembaga yang menjadi peserta dapat paket buku. Selain itu, satu lembaga mendapat bantuan 6 galon cat. 

Dengan penuh semangat dan sumringah, para peserta pulang seraraya membawa harapan besar untuk segera menerapkan hasil pelatihan di lembaga-lembaga masing-masing sesuai rencana tindak lanjut yang sudah dibuat. Rencananya, masing-masung lembaga bakal mengembangkan sekolah unggulan berdasarkan kekhasan di daerah masing-masing. 


Topik

Peristiwa pwnu lp maarif jatim sekolah unggulan madrasah unggulan gus shodiq



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana