Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Angkot Pelajar Gratis Sepi Peminat, Banyak Siswa Pilih Naik Motor Sendiri

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : A Yahya

07 - May - 2024, 19:52

Placeholder
Siswa salah satu SMP saat memanfaatkan angkutan gratis untuk pelajar di Kota Batu.

JATIMTIMES - Angkutan Pelajar Gratis (Apel Gratis) diharapkan menjadi layanan penyediaan transportasi yang aman bagi siswa sekolah di Kota Batu. Namun, pelaksanaannya masih menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah kota (Pemkot). Di antaranya, masih banyak yang belum tersosialisasi hingga terbatasnya jangkauan mobil angkutan.

Menurut pantauan JatimTIMES pada hari kedua pelaksanaan program, di sejumlah titik angkutan pelajar gratis masih belum banyak diminati. Misalnya di Jalur Batu-Junrejo, angkutan gratis belum banyak menampung siswa untuk diantar ke sekolah. Dalam satu mobil berkisar tiga anak.

Baca Juga : 4 Kloter CJH Kota Malang Mulai Berangkat Pekan Depan

Hal yang sama juga disampaikan beberapa guru sekolah di jalur tersebut. Salah satunya Sri Asiyah Afrikatin guru SMP Negeri 3 Batu. Ditemui Selasa (7/5/2024), Sri menyebut bahwa baru sedikit siswa di SMPN 3 yang menggunakan angkutan gratis. Katanya, dalam satu mobil yang tampak olehnya hanya berisi 1-3 siswa saja.

"Yang pakai angkot gratis hanya sedikit, beberapa siswa, mungkin karena masih awal. Kebetulan saya juga searah dari arah Sengkaling, beberapa kali lihat angkot berstiker gratis kok masih kosong. Di sini juga masih banyak siswa yang diantar orang tua," ungkapnya.

Menurut dia, masih banyak orang tua yang khawatir anaknya terlambat hingga harus diantar sendiri sampai ke sekolah. Terutama, saat musim ujian seperti beberapa hari terakhir ini. Sri menyebut, di sekolah siswa dilarang membawa kendaraan sendiri karena belum cukup umur. Kendati begitu, ia menduga masih banyak yang membandel dengan membawa sepeda motor lalu dititipkan ke rekan atau warga yang dekat dengan sekolah. "Namanya anak-anak ada mungkin yang bawa sepeda motor tapi dititipkan di dekat sini," kata dia.

Sri beranggapan bahwa sebenarnya program angkutan gratis cukup baik dalam membantu mengurangi macet. Selain itu diharapkan mengurangi siswa yang menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah. Mengenai efektivitasnya, ia menyebut masih kurang sosialisasi lebih lanjut sehingga bisa dimanfaatkan siswa dan diketahui wali murid.

Hal tersebut mengingat jumlah siswa sekolah di SMP Negeri cukup banyak. SMPN 3 sendiri sekitar 950 siswa dengan lokasi rumah yang jaraknya beragam. Banyak siswa, sambung Sri, juga berasal dari beberapa kecamatan yang jauh dari Batu. Seperti Ngantang, Pujon, Karangploso, dan Dau.

Masalah lain yakni jangkauan angkutan yang sesuai dengan sekolah serta jam pulang sekolah. Sebab, setiap harinya dalam seminggu jam pulang siswa tidak sama. Mulai dari pukul 14.05, 14.40, hingga 11.00 pada hari Jumat. Menurut Sri Asiyah hal yang perlu terus dievaluasi yakni efektivitas sosialisasi yang tidak hanya pada sekolah namun di lingkungan masyarakat.

Baca Juga : Sentil Bacawali soal Keberlanjutan Program Angkot Pelajar Gratis, Pj Wali Kota Batu: Bisa Jadi Janji Politik

"Kan sekarang juga zonasi sudah sampai lingkup RE. Dari sana bisa juga sosialisasi lebih ke desa-desa dan lingkungan warga agar bisa termanfaatkan lebih baik (angkot gratis)," harapnya.

Masalah jangkauan juga dirasakan sekolah yang jam masuknya relatif lebih pagi. Salah satunya diungkapkan guru SMK Kesehatan Amanah Husada Batu Erfin Indah Roini. Sekolahnya yang masuk kecamatan Junrejo itu masuk pada pukul 06.30. Siswanya belum bisa ikut memanfaatkan layanan angkot gratis meski memiliki jalur dekat dengan jurusan angkot Batu-Junrejo.

"Disini belum, banyak yang diantar, ada yang pakai motor sendiri. Ada yang ojek juga. Kalau yang tersosialisasi lewat WhatsApp dan media sosial saja," jelas Erfin, terpisah. Padahal, siswanya juga banyak yang berasal dari lokasi yang cukup jauh. Meski ada asrama putri yang bisa dimanfaatkan, namun terbatas.

"Kalau programnya bagus, cuma pasti berpikir waktunya. Jam berapa jalannya angkutan, dan bagaimana supaya agar siswa juga tidak terlambat. Karena sekolahnya masuk pagi juga," imbuhnya.


Topik

Pendidikan apel gratis angkutan pelajar gratis kota batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya