Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Wisata

Inilah Dua Kolam Renang Tersehat Tanpa Kaporit di Malang, Kualitas Airnya Selevel "Aqua"

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

07 - May - 2024, 15:58

Placeholder
Para wisatawan saat berkunjung ke Kolam Renang Dewi Sri di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang tidak menggunakan air berkaporit sehingga aman bagi kesehatan. (Foto: Pengelola Pemandian Dewi Sri for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kaporit yang biasanya terdapat dalam kandungan air kolam renang berbahaya bagi kesehatan. Bahkan bisa berdampak buruk pada mata, kulit, sistem pernafasan, gigi, hingga sistem pencernaan.

Sederet pertimbangan itulah yang membuat pengelola Pemandian Metro dan Dewi Sri memilih untuk tidak menggunakan kaporit. Sebaliknya, destinasi wisata pada dua pemandian terbaik yang ada di Kabupaten Malang tersebut, mengisi kolam renang menggunakan air dari sumber mata air langsung.

Baca Juga : Keindahan Telaga Ngebel Ponorogo: Surga Tersembunyi di Lereng Barat Gunung Wilis

"Di Pemandian Dewi Sri itu air kolam renangnya langsung dari sumber asli, bukan dari PDAM," ungkap Kepala Unit Pemandian Dewi Sri Rudi Hartono, saat dikonfirmasi JatimTIMES belum lama ini.

Sumber Mata Air Dewi Sri yang digunakan untuk mengisi kolam renang tersebut, berjarak sekitar 50 meter dari Pemandian Dewi Sri. "Sehingga tanpa kaporit, istilahnya tanpa pakai obat. Jadi Insyaa Allah lebih sehat karena airnya langsung dari sumber," jelasnya.

Lantaran berasal dari sumber langsung, membuat air di Pemandian Dewi Sri yang berlokasi di Lebaksari, Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang tersebut terus mengalir. Sehingga sirkulasinya lebih baik karena air dari sumber yang meluber dari kolam renang langsung dialirkan ke Sungai Konto. Alhasil masih bisa dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan masyarakat.

Bahkan, pasokan air untuk kolam renang yang berasal dari Sumber Mata Air Dewi Sri tersebut, hingga kini juga masih dikonsumsi oleh warga setempat. "Saya warga asli di sekitar Dewi Sri, kalau soal kebutuhan air minum saya tidak pernah beli air mineral. Jadi langsung minum dari keran (yang airnya berasal dari sumber)," ujar Rudi.

Tak Hanya Pemandian Dewi Sri, di Kolam Renang Pemandian Metro, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang juga menggunakan sumber mata air untuk mengisi kolam renang. Alhasil, air kolam renang di Pemandian Metro aman bagi kesehatan bahkan untuk dikonsumsi.

"Pasokan air untuk kolam renang di Metro inikan dari sumber mata air langsung, sehingga secara kemurniannya tidak perlu diragukan lagi," ungkap Kepala Unit Pemandian Metro Robby Rudyanto, saat ditemui JatimTIMES belum lama ini.

Sumber Mata Air Metro yang juga digunakan untuk mengisi kolam renang tersebut, disampaikan Robby, hingga kini juga masih dikonsumsi langsung oleh sebagian masyarakat setempat. "Kadar mineralnya ini bagus untuk dikonsumsi, ketika diminum langsung rasanya itu sudah seperti Aqua," imbuhnya.

Sumber Mata Air Metro yang aman untuk dikonsumsi langsung meski tanpa dimasak tersebut, diakui Robby, juga pernah diteliti oleh salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang. "Dari UB (Universitas Brawijaya) pernah (mengadakan pengujian) pada kisaran tahun 2000-an. Hasilnya Sumber Mata Air Metro memiliki kadar mineral tinggi," terang Robby.

Kandungan dalam Sumber Mata Air yang aman bagi kesehatan tersebut juga telah dibuktikan oleh masyarakat setempat. Di mana, hingga kini warga yang langsung mengkonsumsi air dari Sumber Metro tidak pernah mengeluh sakit.

Di sisi lain, sensasi segar dan terasa lebih sehat di badan itulah yang juga dimanfaatkan para komunitas lansia untuk berkunjung ke Kolam Renang Metro. "Air kolam renang ini langsung dari sumber, tidak pakai kaporit. Bahkan banyak lansia yang datang ke sini untuk terapi," pungkas Robby.

Dilansir dari hellosehat.com, kalsium hipoklorit atau yang lebih dikenal dengan istilah kaporit merupakan salah satu jenis disinfektan yang biasanya digunakan pada air kolam renang. Pada umumnya kaporit berbentuk bubuk putih yang apabila di dalam air dapat menghasilkan oksigen dan gas klorin dengan bau menyengat.

Penggunaan kaporit pada air kolam renang ditujukan untuk membunuh bakteri patogen pada air kolam renang. Selain itu penggunaan kaporit juga ditujukan untuk menjernihkan air kolam renang. Namun yang perlu ditekankan, penggunaan kaporit pada kolam renang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan batas aman yang telah ditetapkan.

Sebaliknya, jika tidak sesuai dengan anjuran, penggunaan kaporit dapat menyebabkan bakteri patogen pada kolam renang masih tersisa. Sehingga bisa menyebabkan penyebaran berbagai penyakit menular.

Di sisi lain, penggunaan kaporit yang berlebihan juga berbahaya bagi kesehatan. Lantas apa dampak buruk pengguna kaporit?

Sebelum membahas bahaya penggunaan kaporit dalam air kolam renang, perlu diketahui kaporit dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai  bentuk dan cara. Yakni mulai dari dalam bentuk gas klorin yang masuk melalui pernafasan, kontak langsung dengan kulit atau mata, maupun saat tidak sengaja tertelan oleh perenang.

Gas klorin hasil reaksi kaporit dengan air kolam renang tersebut bersifat toksik. Sehingga, apabila tidak sengaja tertelan, zat ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan di dalam tubuh manusia. Selain itu, gas klorin yang terhirup dalam kadar tertentu juga bisa mengakibatkan penyempitan saluran dan pembengkakan paru-paru.

Berikut penjelasan lebih lanjut dampak bahaya kaporit bagi kesehatan manusia:

1. Kaporit dapat menyebabkan iritasi mata

Sebagaimana diketahui, saat berenang manusia menggerakkan tubuhnya untuk dapat bergerak di air. Tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan keringat meski tak terasa maupun tak terlihat. Bahkan tidak jarang, anak-anak yang berenang akan kencing di kolam renang.

Saat bereaksi dengan zat organik seperti urin maupun keringat dari para perenang itulah, klorin akan menghasilkan senyawa sejenis nitrogen triklorida. Senyawa tersebut dapat menyebabkan iritasi pada membran mucus (lendir). Sehingga dapat memicu terjadinya iritasi mata.

Dalam jangka waktu tertentu, mata yang sering terkena air kolam renang yang mengandung senyawa tersebut bisa mengalami masalah penglihatan. Diantaranya seperti masalah pada kornea yang terasa seperti berawan, iritis, retinitis, hingga katarak.

2. Kaporit menyebabkan iritasi kulit

Baca Juga : Rekomendasi 9 Produk Diadora Terbaik di Blibli

Selain berdampak buruk bagi pengelihatan, kaporit juga dapat menyebabkan iritasi kulit hingga sensasi rasa terbakar pada kulit. Kontak dengan air kolam renang yang mengandung klorin berlebih juga dapat menimbulkan ruam merah hingga infeksi kulit.

Selain itu, klorin yang bereaksi dengan materi organik juga akan menghasilkan beragam zat toksik yang juga bisa merusak kulit. Di mana, kalangan anak-anak biasanya jauh lebih rentan mengalami efek buruk akibat kaporit pada kolam renang.

3. Kaporit dapat menyebabkan gangguan sistem pernafasan

Sistem pernapasan merupakan salah satu organ dalam tubuh manusia yang paling mudah terpapar klorin, terutama dalam bentuk gas pada kolam renang. Di mana, klorin dapat menyebabkan beberapa penyakit paru-paru. Diantaranya seperti bronkitis dan exercise-induced bronchoconstriction (EIB) atau asma yang dipicu oleh olahraga yang juga disebut dengan istilah swimmer’s asthma.

Di sisi lain, senyawa klorin dalam kaporit juga dapat menyebabkan penyakit epiglottitis. Yaitu pembengkakan dan inflamasi epiglottis yang dapat mengganggu proses pernapasan.

Sekedar informasi, penyakit pernafasan akibat berenang biasanya lebih banyak terjadi pada kolam renang indoor. Sirkulasi udara yang buruk dapat mempengaruhi udara pada kolam renang indoor akibat dipenuhi gas klorin.

4. Kaporit dapat merusak hingga terjadi perubahan warna gigi

Reaksi kaporit dengan air kolam renang dapat menghasilkan pH air kolam renang menjadi tinggi. Sehingga bisa menyebabkan beberapa masalah pada gigi. Diantaranya seperti perubahan warna hingga kerusakan gigi.

Sekedar informasi, klorin merupakan senyawa yang dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi atau dikenal dengan istilah swimmer’s calculus. Selain dapat menyebabkan perubahan warna, pH yang tidak seimbang pada kolam renang juga mengakibatkan enamel gigi menjadi lunak. Sehingga bisa membuat gigi lebih rentan terhadap kerusakan hingga membuat gigi lebih sensitif.

Jika terus berulang dalam jangka waktu yang panjang, gas klorin juga dapat menyebabkan korosi pada gigi. Kondisi semacam itu sering disebut dengan istilah swimmer’s erosion.

5. Kaporit menyebabkan permasalahan sistem pencernaan

Bagi sebagian orang khususnya yang masih belajar maupun pemula, tentunya tidak jarang akan meminum air dengan tidak sengaja saat berenang. Padahal, kaporit yang ada dalam air kolam renang dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sistem pencernaan.

Di mana, kondisi paling umum yang dirasakan sesaat setelah menelan air kolam renang mengandung kaporit adalah sensasi rasa terbakar pada tenggorokan. Jika yang tertelan cukup banyak, maka bisa terjadi kerusakan pada jaringan dalam tubuh. Terutama pada sepanjang jalur pencernaan.

Sementara itu, apabila kaporit yang terkandung dalam air kolam renang melebihi batas aman, maka dapat menyebabkan kerusakan pada mulut, esophagus, dan lambung. Di mana, jika dalam keadaan parah dapat menyebabkan pendarahan.

Setelah mengetahui berbagai dampak bahaya penggunaan kaporit pada air kolam renang, maka disarankan mulai saat ini melakukan berbagai langkah antisipasi. Seperti misalnya dengan menggunakan kacamata renang hingga alat penyumbat hidung.

Meski telah mengenakan berbagai peralatan renang yang memadai, namun tetap harus berhati-hati pada saat membuka mulut untuk menghirup udara. Sehingga tidak ada air kolam renang yang tertelan.

Namun jika ingin lebih aman, maka disarankan untuk tidak berenang di kolam renang sembarangan. Jangan dikira, air kolam renang yang bersih itu sehat. Sebaliknya, air kolam renang yang terlihat bersih dan jernih bahkan menggunakan air dari PDAM, bisa saja mengandung kaporit.

Maka untuk lebih aman, silahkan berenang di pemandian yang terjamin tidak mengandung kaporit. Di Kabupaten Malang sendiri ada dua pemandian yang air kolam renangnya tidak menggunakan kaporit. Yakni Pemandian Dewi Sri di Kecamatan Pujon, dan Pemandian Metro yang ada di Kepanjen.


Topik

Wisata Pemandian Dewi Sri Pemandian Metro kolam renang Kabupaten Malang kolam renang alami bahaya kaporit



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Sri Kurnia Mahiruni