Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Lanjutkan Proyek Jacking, Diperkirakan Butuh Anggaran Rp20 M

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

06 - May - 2024, 19:46

Placeholder
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang memperkirakan bahwa untuk melanjutkan pembangunan proyek jacking, setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp20 miliar. Proyek itu diproyeksikan untuk dapat mengatasi permasalahan banjir di kawasan Jalan Bondowoso, Kota Malang. 

Perlu diketahui bahwa proyek senilai Rp38 miliar tersebut telah mangkrak sejak 2013. Jacking tersebut memiliki panjang mencapai 1.312 meter dari Jalan Bondowoso hingga Jalan Tidar.

Baca Juga : Susul Dua Terdakwa Lain, Eks Kadinkes Kota Batu Segera Jalani Sidang Perkara Korupsi Puskesmas Bumiaji

"Tinggal menambah Rp 20 miliar saja saya rasa sudah selesai permasalahan banjir di daerah Bondowoso yang pengaruhnya sangat melebar sampai Jalan Ijen. Kalau itu diatasi, saya rasa kawasan Gadingkasri, Jalan Raya Langsep dapat diatasi," ujar Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika. 

Pihaknya pun mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Malang segera melanjutkan proyek tersebut. Terlebih usai putusan majelis hak di tingkat kasasi dimenangkan oleh Pemkot Malang. 

"Kita harapkan jacking itu dapat dilanjutkan untuk dibangun. Anggaran tidak banyak untuk melanjutkan pembangunan tersebut," imbuh Made. 

Namun tentu sebelum melanjutkan pelaksanaan pembangunannya, masih akan dilakukan review pada detail engineering design (DED). Mengingat selama bersengketa hukum, proyek itu mangkrak hingga hampir 10 tahun. 

Sehingga review DED tersebut juga dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan kondisi eksisting pembangunan usai mangkrak. Sebelumnya, DPUPRPKP Kota Malang telah menyampaikan bahwa review terhadap DED akan segera dilakukan. 

"Kita harapkan review DED dapat dilaksanakan di PAK. Karena review DED baru di PAK, sehingga kita belum bisa menganggarkan maksimal di APBD murni di 2025. Nanti di PAK 2025 akan kita anggarkan supaya bertahap pelaksanaan jacking-nya," kata Made.

Baca Juga : Komisi D DPRD Surabaya Dorong Pemkot Tekan Kasus DBD Melalui Bumantik dan KSH

Sementara itu menurut anggota Komisi C DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji, dalam review DED proyek itu nantinya juga akan dilakukan penyesuaian kelanjutan pembangunannya. Apakah akan dilakukan pembangunan dengan metode jacking yang sama atau menggunakan metode lain. 

"Nanti jika metodenya dari review DED itu jacking atau sudetan atau apa pun lainnya, kita tidak masalah. Yang penting problem banjir di Galunggung terurai," ucap Bayu. 

Menurut dia, kondisi di lapangan jika dibandingkan pada tahun 2013 dengan saat ini, tentu ada perubahan kondisi geografis yang terjadi. Untuk itulah, perlu dilakukan review DED untuk menyesuaikan kemungkinan perubahan kondisi yang terjadi. 

"Setidaknya, bisa diakomodasi melalui APBD 2025  bisa dilakukan. Dan saat memasuki bulan penghujan, drainase yang menghubungkan ke Sungai Metro sudah ada sehingga problem banjir di Galunggung sudah teratasi," pungkas Bayu. 


Topik

Pemerintahan Proyek jacking Kota Malang DPRD Kota Malang Pemkot Malang atasi banjir



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy