Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Wamenag Tekankan Moderasi Beragama kepada Wisudawan UIN Maliki Malang

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

05 - May - 2024, 16:11

Placeholder
Wakil Menteri Agama, H Saidul Rahmat H Saiful Rahmat Dasuki SIP MSi (ist)

JATIMTIMES - Wakil Menteri Agama, H Saiful Rahmat Dasuki SIP MSi hadir di kampus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda ke 80 Periode II, (4/5/2024). Dalam kesempatan itu, ia memberikan penguatan moderasi beragama terhadap 800 orang wiusudawan. 

Moderasi Beragama menurutnya telah tertanam dalam kehidupan sebagai bangsa dan negara Indonesia. Tradisi toleransi dan saling menghormati serta menghargai keberagaman sebagai bagian modal sosial dan kultural. "Hal ini sudah kita miliki," katanya.

Baca Juga : Mahalini dan Rizky Febian Resmi Langsungkan Prosesi Memapit Hari Ini 

Keberagaman yang ada adalah sunnatullah dan kehendak yang kuasa. Indonesia memiliki beragam suku dan agama. Allah SWT sejatinya maha mampu untuk menjadikan keberagaman ini hanya satu. Namun, keberagaman yang diberikan Allah SWT tentunya menyimpan sebuah makna dan tujuan yang baik untuk manusia.

Keberagaman yang ada yang diciptakan oleh Allah adalah untuk menjadi sebuah sarana belajar dan memahami, saling mengenal seeta menata sebuah kehidupan dari sebuah perbedaan.

Lebih lanjut, bahwa ini adalah pondasi yang memungkinkan masyarakat untuk menjalankan kebangsaan dan kenegaraan dengan berlandaskan pada sikap moderasi dalam beragama dengan baik. 

"Ini sudah genetik bangsa kita, dan sudah jadi darah dari bangsa kita, bahwa kita bangsa yang moderat, bangsa yang menghargai dengan bangsa lainnya," terang Wakil Menteri.

Dan jika ditarik pada masa lampau, masa Kerajaan Majapahit, menghargai sebuah perbedaan telah ada. Terlebih ada sebuah hukum berbangsa yang dikenal dengan Bhinneka Tunggal Ika. 

Pada masa Majapahit sudah melihat inilah Nusantara. Sudah dibangun dan didiami oleh berbagai macam suku bangsa. Konsep keberagaman inilah yang menjadi landasan untuk kita menghargai dan saling toleran dengan satu dan yang lainnya.

Maka mendengungkan dan menggelorakan terus semangat Moderasi Beragama, pada hakikatnya adalah terus melestarikan warisan leluhur yang sudah mendarah daging.

Moderasi harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, di mana setiap warga masyarakat apapun suku, etnis, budaya, agama bahkan dengan perbedaan-perbedaan lainnya, harus tetap mau mendengarkan satu dengan yang lainnya.

Baca Juga : Menikah Hari ini, Rizky Febian dan Mahalini Sempat Disentil MUI Soal Beda Agama

Selain itu, memahami moderasi beragama juga harus mau saling belajar dan melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan yang ada. Moderasi beragama jelas adalah terkait dengan menjaga kebersamaan di antara perbedaan, memiliki sikap tenggang rasa.

"Bagaimana (para wisudawan) satu tahun ditempa, di kawah Candradimuka, tentunya mendapatkan pemahaman, keilmuan, perluasan wawasan, pemahaman khususnya dalam beragama," jelasnya.

Di tengah kelompok yang mencoba mengoyak dan berupaya untuk mencerai berai, menyebarluaskan dengan memberikan pemahaman pemahaman yang eksklusif dan sempit, bahkan cenderung menyalahkan, maka semangat moderasi beragama garus terus masif untuk dihembuskan.

Pemerintah pun menunjukkan komitmennya untuk meleburkan moderasi beragama ke dalam setiap aktivitas kehidupan. Hal ini tertuang pada Peraturan Presiden No.58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama. 

Aturan ini merupakan wujud komitmen untuk tidak menghilangkan kemajemukan di Indonesia."Sehingga, bahasan moderasi beragama tidak hanya sekadar kata-kata, namun fokus kita bersama untuk memelihara keseimbangan," jelasnya. 

Selain itu, dalam Surat Al-Hujurat ayat 13 juga dijelaskan  dalam penekananannya adalah pada kata lita'arrofu. "Kita diharuskan untuk saling mengenal, memahami, mengetahui karakter orang lain yang berbeda. Ketika kita sudab mengetahui, maka lahirlah sikap-sikap Moderasi Beragama dan menghargai sesama," pungkasnya.


Topik

Pendidikan uin maliki malang wamenag saiful rahmat dasuki wamenag saiful wisudawan uin malang moderasi beragama



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya