Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Dewan Lebih Percaya Diri jika Pasar Blimbing dan Gadang Dibangun dengan APBD

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

04 - May - 2024, 19:08

Placeholder
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES -  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang sepertinya lebih percaya diri jika pembangunan pasar tradisional, mampu menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Malang. Termasuk untuk Pasar Blimbing dan Pasar Induk Gadang. 

Hal tersebut diungkapkan sebagai salah satu pengingat, terkait renovasi dua pasar itu yang tak kunjung rampung hingga saat ini. Bahkan menurut Ketua DPRD Kota Malang, baik pembangunan atau pun pengelolaan pasarnya bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. 

Baca Juga : Disperindag Kabupaten Malang Petakan Pasar Tradisional Perlu Perbaikan Prioritas

“Permintaan saya hanya satu, kalau bisa dalam pembangunan tersebut jangan di pihak ketiga. Saya yakin untuk membangun Pasar Blimbing dan Pasar Gadang kita ini mampu kok,” ujar Made. 

Namun berbeda dengan Pasar Besar Kota Malang, yang menurutnya untuk pelaksanaan pembangunannya masih membutuhkan suntikan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sebab biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp 300 miliar. 

“Karena Pasar Besar kalau kita revitalisasi atau membangun total itu harus kita pikir. Karena membutuhkan anggaran Rp 300 miliar, sehingga dibutuhkan APBN dari Kementerian PUPR,” kata Made. 

Selain itu, dirinya juga tak berhenti mengingatkan Pemkot Malang bahwa permasalahan ketiga pasar itu sampai saat ini juga masih belum rampung. Yakni Pasar Blimbing, Pasar Besar dan Pasar Gadang Kota Malang.

Menurut Made, butuh keseriusan dan ketegasan yang lebih dari Pemkot Malang untuk merampungkan masalah di ketiga pasar itu. Ia menyebut bahwa saat ini hanya tinggal menunggu legal opinion saja. 

“Tinggal menunggu legal opinion saja. Tentunya dibutuhkan ketegasan sebenarnya dan keseriusan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” jelas Made.

Sedangkan Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengaku bahwa pihaknya telah bertemu pihak ketiga dari masing-masing pasar. Pihaknya sepakat untuk menindaklanjuti dan akan memberikan tenggang waktu. 

Baca Juga : Relokasi Pedagang Pasar Gadang ke Terminal Hamid Rusdi Diyakini Jadi Solusi

“Sudah ketemu dengan masing-masing pihak pasarnya. Malah untuk Pasar Gadang akan lebih mudah untuk penyelesaiannya," kata Wahyu.

Namun sebelum melangkah lebih jauh, ia masih akan menginventarisir progres dari masing-masing pasar. Sebab menurutnya masih ada beberapa tanggung jawab dari sejumlah pihak yang perlu diperjelas. 

"Kami sudah ada skenarionya, tapi sebelum melanjutkan tentu saya ingin mengetahui progress dari masing-masing pasar, karena disitu ada tanggung jawab dari pihak 1 dan 2. Ini yang harus kita clearkan jadi dimana permasalahannya,” tutur Wahyu. 

Wahyu juga berharap permasalahan tersebut di tahun 2024 ini dapat terselesaikan. Tentu, sebelum jabatan yang diemban berakhir. “Saya meminta di dalam tahun ini sudah ada keputusan. Insyaallah sebelum saya berakhir nanti sudah ada skenarionya. Tapi tahapan penyelesaiannya sudah ada,” pungkas Wahyu. 


Topik

Pemerintahan dprd kota malang pasar tradisional pj wali kota malang kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana