Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Nortis Academy Ungkap Masih Ada Gap Penguasaan IT

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

04 - May - 2024, 18:51

Placeholder
Peluncuran Nortis Academy di Indigospace Malang (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES - Perkembangan Informasi Teknologi (IT) saat ini semakin pesat. Meskipun begitu, namun pemahaman dan penguasaan IT oleh sumberdaya manusia yang ada masih rendah. Hal ini terungkap dalam peresmian Nortis Academy di Indogospace Malang, Jumat (3/5/2024) kemarin.

Chief Technology Officer DOT Indonesia, Ardi Imawan, membenarkan, bahwa memang masih ada gap dalam pemahaman atau penguasaan IT. Ini terbukti saat dibukanya lowongan atau magang di Nortis Academy yang dulunya dikenal sebagai Nest Academy. 

Baca Juga : Profil dr Ryu Hasan yang Klaim Cerita Usia Nabi Bohong, Padahal Dia Cucu KH Wahab Hasbullah

Dalam pembukaan lowongan magang beberapa waktu yang lalu, ada 2000 pendaftar dari berbagai kampus dan berbagai daerah. Para pendaftar tersebut kemudian diberikan sebuah tes dengan mengerjakan  2 soal sertifikasi basic progammer.

Mereka kemudian diberikan waktu untuk mengerjakan soal tersebut. Dari jumlah 2000 pendaftar, kemudian menyisakan 600 pendaftar yang mengikuti tahapan selanjutnya. "Dari situ kalau kita pukul rata, maka bisa diketahui, berapa sih yang berkompeten dengan skill  basic IT dari kampus-kampus IT," katanya.

Faktor yang mempengaruhi kurangnya kemampuan IT dari mahasiswa-mahasiswa kampus IT, menurutnya cukuplah banyak. Bisa jadi dalam studinya bukan karena minat melainkan merupakan dorongan dari orang tua ataupun faktor lainnya. 

Selain itu, bisa juga dalam hal ini kampus dalam proses pembelajaran mengajarkan semua hal yang fundamental. Pengajaran yang ada tidak mengarah pada minat seseorang, dimana akhirnya sulit untuk fokus dalam menekuni satu materi.

"Kalau semacam bootcamp kan itu spesialis, kalau orang itu memang sukanya membuat aplikasi web maka kita ajarkan, kalau suka aplikasi mobile kita ajari. Kalau di kampus kan diajari semuanya," paparnya.

M Ziaelfikar Albaba, CEO Nortis Academy & Ketua STASION dan Startup Singo Edan Malang, menambahkan, dalam peluncuran Nortis Academy ini juga diundang berbagai perguruan tinggi. Hal ini juga untuk mendorong agar kampus melakukan update kurikulum secara berkelanjutan. 

"Kadang ada yang 3 tahun sekali, 5 tahun sekali, ada juga yang cepat setahun sekali," katanya.

Baca Juga : FEB Unisma Hadirkan Pakar dari Thailand, Kupas Harmonisasi Bisnis di Kancah ASEAN

Lebih lanjut, tak dipungkiri mungkin masih ada saja kampus yang belum mengupdate terkait kurikulum secara berkelanjutan. Sehingga hal ini pun berdampak dalam materi pembelajaran. 

"Saya rasa ketertinggalan di kampus pasti ada ya, mohon maaf seperti dosen yang sudah lanjut, mungkin secara keilmuan sangat paham tentang basic, tapi up to datenya agak berat," jelasnya.

Nortis Academy hadir sebagai suplemen bagi para individu yang ingin menjelajahi dunia teknologi dan memaksimalkan potensi diri. Berbagai program-program menarik telah digagas. 

Dengan perkembangan yang ada, tentunya menuntut para profesional untuk memiliki skill yang relevan dengan kebutuhan industri, Nortis Academy berinisiatif untuk mengatasi kesenjangan ini dengan cara meningkatkan kompetensi para talenta teknologi melalui program upskilling.

"Makanya kita hadir sebagai suplemen, penguat, tapi tetap fundamentalnya dari kampus. Kami menguatkan, kalian fokusnya di mana kita bantu," pungkasnya.


Topik

Pendidikan nortis academy penguasaan it kampus it



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana