Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Menanjak Lagi, Inflasi Jatim April 2024 Capai 3,25 Persen

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

03 - May - 2024, 08:28

Placeholder
Perkembangan inflasi Jatim April 2024. (BPS Jatim)

JATIMTIMES - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat, tingkat inflasi di Jatim pada April 2024 secara year on year (y-on-y) mencapai 3,25 persen. Angka tersebut kembali menjadi yang tertinggi sepanjang 2024 jika dibandingkan dengan inflasi y-on-y pada bulan-bulan sebelumnya. 

Pada Januari 2024, inflasi y-on-y tercatat hanya 2,47 persen. Kemudian, inflasi y-on-y Jatim Februari 2024 yakni 2,81 persen. Berikutnya, Maret 2024 tingkat inflasi y-on-y Jatim mencapai 3,04 persen. Terbaru, April 2024 inflasi y-on-y Jatim tembus 3,25 persen.

Baca Juga : Daftar Tarif Tol Trans Jawa Selama Mudik Lebaran 2024

BPS menyebut perkembangan harga berbagai komoditas pada April 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Jawa Timur di 11 kabupaten/kota, pada April 2024 terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,62 pada April 2023 menjadi 106,99 pada April 2024.

"Adapun secara month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) terjadi inflasi sebesar 0,36 persen dan 1,39 persen," jelas BPS Jatim melalui laporan terbarunya, dikutip Jumat (3/4/2024).

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 7,47 persen.

Kemudian, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar naik 2,14 persen. Lalu kenaikan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencapai 0,57 persen. Adapun kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga makin mahal 1,21 persen.

Selanjutnya, kelompok kesehatan naik sebesar 2,44 persen, serta kelompok transportasi naik 1,92 persen. Kemudian, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 1 persen. Sedangkan  kelompok pendidikan naik sebesar 1,38 persen. 

Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,36 persen. Lebih lanjut, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 4,67 persen. Sementara satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yaitu sebesar 0,43 persen.

Jika dirinci lagi, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada April 2024, antara lain beras, daging ayam ras, emas perhiasan, tomat, bawang putih, bawang merah, angkutan udara, gula pasir, Sigaret Kretek Mesin (SKM), mobil, jagung manis, akademi/perguruan tinggi, Sigaret Kretek Tangan (SKT), kontrak rumah, nasi dengan lauk, bakso siap santap, ikan mujair, semangka, sepeda motor, dan tahu mentah.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain cabai rawit, telepon seluler, bensin, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, dan ikan bandeng/ikan bolu.

Baca Juga : Waduh, STY Larang Timnas Indonesia Pegang Bola Usai Kalah dari Irak, Kenapa? 

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada April 2024, antara lain bawang merah, angkutan udara, emas perhiasan, tomat, jagung manis, daging sapi, bawang putih, dan mobil. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m adalah beras, telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.

Pada April 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2 persen. Lalu kelompok pakaian dan alas kaki memberi andil 0,13 persen.

Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menyumbang 0,07 persen. Adapun kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen. 

Selain itu, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen, kelompok transportasi sebesar 0,25 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen. Sementara kelompok
pendidikan memberi andil sebesar 0,1 persen.

Sedangkan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran menyumbang sebesar 0,25 persen. Sisanya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,3 persen.

"Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen," sebut BPS Jatim.


Topik

Ekonomi Inflasi Jatim inflasi bps jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Sri Kurnia Mahiruni