Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Simposium Nasional: Usung Isu Strategis "Menavigasi Inovasi Perguruan Tinggi Indonesia di Era Antroposen"

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

02 - May - 2024, 20:05

Placeholder
Usung topik "Menavigasi Inovasi Perguruan Tinggi Indonesia di Era Antroposen", Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia digelar semarak di Malang (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES - Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia digelar semarak di Malang, Kamis (2/5/2024). Simposium ini menghadirkan 7 anggota konsorsium perguruan tinggi di Indonesia dan 3 perguruan tinggi Eropa, di mana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara, menjadi salah satu pelopor dalam simposium nasional tersebut.

Ketua STIE Malangkucecwara Drs Bunyamin PhD MM menjelaskan, simposium ini terkait dengan kepemimpinan. Simposium ini pada hakikatnya merupakan salah satu kegiatan dipengujung hibah yang didanai oleh Erasmus+. 

Baca Juga : Pelajar Kabupaten Malang Panen Prestasi Tingkat Daerah hingga Internasional di Hardiknas 2024

"Simposium nasional ini tentu terkait dengan hibah Ihilead atau kepemimpinan, leadership. Hanya saja untuk pemilihan topik setelah pertemuan kami pilih bagaimana menavigasi Inovasi perguruan tinggi di Era Antroposen, "katanya.

Topik ini dilatarbelakangi dengan dampak yang sudah sedemikian hebat perilaku manusia terhadap alam dan lingkungan. Untuk itu, menurutnya perlu pihak yang harus mengambil peran, dimana bagus untuk dimulai dari perguruan tinggi karena memang konsen pada dunia pendidikan.

Lebih lanjut dijelaskan pria yang akrab disapa Pak Ben ini, bahwa peran perguruan tinggi di Indonesia saat ini sporadis atau tidak sistematis. Baik itu dalam bentuk kurikulum hingga soal edukasi dan penyadaran kepada mahasiswa dalam langkah yang sistematis.

"Tapi saya kira sporadis saja jika konsen atau bicara terkait lingkungan. Misalnya menemui persoalan misal polusi udara, maka perlu langkah-langkah yang sistematis agar lebih baik di masa yang akan datang," paparnya. 

Tentu, dalam prosesnya menurut Ben, memakan waktu yang cukup panjang dan tidak hanya satu atau dua bulan. Untuk itu, simposium ini diharapkan memberikan insight pada perguruan tinggi untuk menyikapi hal ini dengan bijak.

"Kondisi  lingkungan ini perlu disikapi, karena kita kan masih mau tinggal di bumi," ujarnya.

Pemahaman terhadap satu istilah, terkadang membuat langkah yang dilakukan menjadi terhenti, khususnya terkait isu lingkungan. Terminologi-Terminologi ini sejatinya boleh saja dipahami. Tetapi, tentunya harus ada langkah konkrit dan nyata untuk menyikapi dan menyelesaikan problematika terkait lingkungan.

Dilanjutkan Ben, bahwa perlunya untuk mengenalkan dan menekankan pada anak didik, bahwa dalam kehidupan tidaklah sendiri. Orientasi saat ini, lebih banyak kepada orientasi bisnis dan uang, tidak kepada lingkungan. 

Baca Juga : Jadi Pembicara di Workshop ISNU, Rektor Unisma Dorong PTNU Terakreditasi Unggul

"Paling tidak perlu disadari, khusus anak didik bahwa saat saya keluar dari kampus nanti saya berinteraksi dengan lingkungan. Tidak bisa makan uang, Jadi apapun itu, nantinya terinternalisasi dalam sikap dan perilaku sehari-hari dan ini harus dimulai dari pimpinan perguruan tinggi," terangnya.

Dengan contoh kepemimpinan yang baik, dimana menyingung tentang kebaikan lingkungan dan konsen terhadap lingkungan, maka akan memberikan dampak yang besar bagi keberlangsungan lingkungan. Anak didik tentunya akan turut menyadari bahwa penting keberlangsungan lingkungan yang baik.

"Kenapa harus saya, kenapa nggak semuanya, maka dari itu, kita membentuk kesadaran seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk memberikan semangat dan tauladan yang baik," katanya.

Melalui simposium ini, menjadi wahana diskusi untuk menggali potensi-potensi strategis dalam upaya memperkuat leadership yang kuat. Tentu, hal ini menurutnya akan mampu memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi sendiri maupun perguruan tinggi lain, terlebih terhadap keberlangsungan lingkungan.

"Kita juga selalu memberikan rekomendasi yang strategis kepada pemerintah melalui diskusi dan forum-forum. Masalah itu (pemikiran) diserap atau tidak soal lain," pungkasnya.


Topik

Pendidikan simposium nasional stie malangkucecwara navigasi perguruan tinggi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana