Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Ingin Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Komisi D DPRD Kota Malang Soroti Terkait Ini

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

02 - May - 2024, 19:47

Placeholder
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman saat meninjau SMP Negeri 24 Kota Malang.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menyoroti sejumlah hal yang dinilai berdampak pada upaya peningkatan kualitas pendidikan. Beberapa diantaranya terkait dengan kebutuhan tenaga pendidik yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). 

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman mengatakan, kebutuhan bagi tenaga pendidik tersebut bukan melulu soal insentif untuk menunjang kesejahteran. Namun, kebutuhan berupa fasilitas dan sarana dalam KBM juga layak untuk diperhatikan. 

Baca Juga : Pelajar Kabupaten Malang Panen Prestasi Tingkat Daerah hingga Internasional di Hardiknas 2024

"Kesejahteraan tenaga pendidik ini itu pertama adalah fasilitas dan sarana kerjanya. Jadi kita ingin memastikan bahwa tenaga pendidik, guru ini memiliki akses yang memadai terhadap fasilitas dan sarana kerja yang mendukung," jelas Fuad. 

Beberapa diantaranya seperti infrastruktur ruang kelas yang memadai untuk bisa menciptakan suasana belajar mengajar yang nyaman. Selain itu, juga diperlukan ruang laboratorium yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar mengajar saat ini.

"Contohnya termasuk ruang kelas yang nyaman, laboratorium terkini, dan fasilitas yang memadai lainnya," imbuh Fuad, politisi PKS ini. 

Sebab menurutnya, dirinya masih sempat menerima laporan terkait infrastruktur ruang kelas yang masih tidak memadai. Bahkan seorang wali murid juga pernah menyampaikan bahwa ada satu ruang kelas di salah satu sekolah yang mengalami kerusakan. 

"Salah satunya kalau gak salah di SMP 25 Merjosari itu, "Pak, saya ini wali murid, ngantar anak-anak itu kasihan melihat ruang kelas yang seperti mau roboh," ujarnya menirukan laporan dari seorang wali murid. 

Selain itu soal infrastruktur bangunan sekolah, juga ada yang posisinya disebut kurang aman. Salah satunya seperti bangunan sekolah berada di plengsengan dengan kondisi yang rusak. Bahkan juga ada sekolah yang sempat mengalami banjir. 

Baca Juga : Belum Mundur dari Gerindra, Unggul Beberkan Alasan Daftar Bacalon Bupati Malang ke PKB

"Ternyata masih ada bangunan sekolah seperti itu di Kota Malang. Nah kan kita ini sudah menyiapkan anggaran, seharusnya kan bisa dikawal oleh Dinas Pendidikan dalam proses pembangunannya," jelas Fuad. 

Sedangkan soal insentif bagi guru, menurutnya di Kota Malang terbilang sudah cukup layak. Namun bukan berarti harus terlepas dari perhatian. Dirinya, menilai masih perlu ada apresiasi yang saat ini masih dirasa kurang maksimal. Salah satunya seperti pengangkatan status honorer menjadi PPPK. 

"Kalau sekarang ya belum maksimal. Intinya adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan. Di dua tahun lalu, kalau gak salah dari target 1.200 an guru yang hendak diangkat menjadi PPPK, realisasinya itu sekitaran 900 an yang sudah diberikan SK PPPK," pungkas Fuad. 

Menurut Fuad, setidaknya hal tersebut bisa diperhatikan, terlebih dapat dimaknai dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2024 ini. 


Topik

Pemerintahan dprd kota malang kualitas pendidikan hari pendidikan nasional



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana