Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Pedagang  di Kota Malang Mengeluh, Harga Bawang Merah Meroket Hingga Rp 65 Ribu

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

23 - Apr - 2024, 20:09

Placeholder
Ilustrasi petani bawang merah.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pergerakan harga sejumlah bahan pokok di Kota Malang terus terjadi. Beberapa di antaranya naik seperti bawang merah, bawang putih dan cabai rawit. Hal tersebut dikeluhkan oleh sejumlah pedagang dan pemilik warung. 

Salah satunya disampaikan oleh pemilik warung makan di sekitar kawasan Kecamatan Klojen, Tiamah. Menurutnya, naiknya harga bawang merah dan bawang putih sudah berlangsung sejak sebelum lebaran. 

Baca Juga : Manfaat Sewa Mobil di TRAC untuk Kebutuhan Mobilitas Liburan di Bali

"Kalau bawang merah itu naiknya sebelum lebaran, kalau bawang putih itu memang tidak pernah (disebut) murah," ujar Tiamah. 

Menurutnya, saat Bulan Ramadan, harga bawang merah di pasaran di kisaran Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu. Mendekati Hari Raya Idul Fitri, harganya terus naik. Hingga sampai saat ini Rp 64 ribu per kilogram. 

"Kalau untuk yang ukurannya kecil itu Rp 54 ribu, kalau yang lebih besar, Rp 64 ribu per kilogramnya. Itu belinya di Pasar Kebalen. Katanya di Pasar Besar lebih mahal," terangnya. 

Dirinya pun tak dapat berbuat banyak atas kenaikan harga yang terjadi. Dirinya terpaksa memilih untuk membeli bawang merah dengan ukuran dan kualitas yang terbilang di bawahnya. 

"Ada lagi yang disendirikan, bawang merah ukurannya lebih kecil. Itu harganya hanya Rp 25 ribu per kilogramnya. Ini sekarang yang saya beli, untuk diblender jadi bumbu," tutur wanita paruh baya ini. 

Hal senada juga diakui oleh Sumartini, pedagang sayur di Pasar Klojen. Ia mengatakan bahwa kenaikan harga bawang merah terjadi tepat saat Hari Raya Idul Fitri beberapa waktu lalu. 

“Sebelumnya itu harga bawang merah Rp 40-45 ribu, sekarang langsung naik drastis jadi Rp 65 ribu. Naiknya mulai hari raya. Kalau bawang putih sekarang Rp 34 ribu, sebelumnya Rp 30 sampai Rp 32 ribu. Naiknya tidak terlalu tinggi kalau bawang putih,” ujar Sumartini 

Menurutnya, kenaikan tersebut diakibatkan faktor cuaca yang cenderung masih tak menentu. Dimana hal itu mengakibatkan stok pangan di pasaran menjadi menipis hingga memberi dampak pada naiknya harga. 

Baca Juga : Netizen Geruduk Bea Cukai Buntut Viralnya Curhatan Pria Kena Pajak Rp30 Juta Usai Beli Sepatu di Luar Negeri

“Biasanya tidak pernah naik sampai sekarang ini. Tahun lalu juga tidak naik saat Lebaran, baru kali ini,” kata Sumartini. 

Namun, hal itu menurutnya tak banyak mempengaruhi tingkat penjualannya. Meskipun, pengunjung mengurangi jumlah pembeliaannya. Sebab menurutnya, bawang merah menjadi bahan dasar kebutuhan masak rumah tangga. 

“Alhamdulillah pembeli juga normal saja. Kan ini kebutuhan, mau tidak mau ya mereka beli. Belinya sedikit-sedikit, kadang ya 1 ons, seperempat. Padahal sebelumnya paling sedikit itu beli setengah kilogram,” terangnya. 

Lebih lanjut, dirinya berharap agar harga bawang tersebut nantinya bisa cepat stabil dan normal kembali. Sehingga masyarakat juga dapat membeli seperti biasanya.

“Saya ini ambil dari Probolinggo, biasanya saya ambil 5 kg, itu kadang habis kadang tidak. Saya harap harganya segera stabil,” pungkasnya. 


Topik

Ekonomi harga bawang merah kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri