Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pakar Ilmu Politik : Perang Iran dan Israel Berimbas pada WNI di Timur Tengah

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

19 - Apr - 2024, 16:38

Placeholder
Prof Gonda Yumitro SIP MA PhD, Pakar Ilmu Politik dan akademisi dari UMM (ist)

JATIMTIMES - Kondisi memanas masih terjadi di Timur Tengah usai Iran dan Israel saling serang. Meski begitu, Indonesia sebagai negara diplomatik tidak akan terkena masalah geopolitik selama peperangan tersebut tidak berlanjut. Hal ini disampaikan Prof Gonda Yumitro SIP MA PhD, akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Dahulu dari sejarah, dijelaskan Prof Gonda bahwa Iran dan Israel juga sempat memiliki  hubungan mesra. Namun kemesraan tersebut akhirnya terganggu. Pada tahun 1979, Revolusi Ruhullah Khomeini mengkudeta Shah dan mendirikan Republik Islam Iran. Salah satu identitas utama Khomeini adalah tidak menerima imperialisme Amerika Serikat dan Sekutunya Israel. Dari situlah sejak saat itu, hubungan dengan Israel terputus. 

Baca Juga : DPC PKB Kota Blitar Siap Tempur di Pilkada 2024, Bakal Usung Calon Sendiri 

Menurutnya, adanya serangan yang dilakukan Iran pada Israel kemarin menjadi sebuah reminder, bahwa Iran memiliki kekuatan. "Serangan kemarin hanya sebagai pengingat bahwa Iran mempunyai power yang cukup,” kata dosen Hubungan Internasional ini.

Lebih lanjut, bahwa serangan Iran pada Israel menurut Gonda juga dapat menjadi boomerang. Hal ini dapat berdampak pada  masyarakat muslim yang ada di Palestina dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Timur Tengah.

Saat ini, banyak negara yang mendukung Israel karena melihat kehancuran yang terjadi. Meskipun serangan yang dikirim Iran tidak membuat kerusakan pada organ inti Israel. Jika kondisi ketegangan dan peperangan ini terus berlanjut, maka dampak perang yang terjadi akan semakin meluas. Karenanya, sekutu sangat mewanti-wanti Israel untuk tidak membalas serangan dari Iran. 

"(Jika perang berlanjut) Banyak kerugian yang akan terjadi, tidak hanya negara tetangga Iran dan Israel saja, tetapi seluruh dunia akan terkena imbasnya," terangnya.

Gonda melanjutkan, bahwa dalam posisi ini Indonesia harus lebih bijak dalam menyikapi perkembangan yang ada. Hal ini tentunya juga terkait dengan banyaknya WNI yang tinggal di kawasan Timur Tengah.

Indonesia diharapkan tidak memiliki keberpihakan. Artinya Indonesia tidak boleh mendukung salah satunya. Indonesia harus tetap berada pada sikap konstitusi, yakni mendukung perdamaian dunia dan menentang segala macam bentuk penjajahan.

Baca Juga : Bupati Sanusi Maju Lagi di Pilkada Kabupaten Malang, Cari Wakil dari PKB

"Maka menurut saya, Indonesia tetap pada posisi normatif, dan memikirkan kondisi WNI yang bisa terdampak di kawasan,” tambahnya.

Terakhir pihaknya menyampaikan, bahwa perang yang berkelanjutan sangatlah perlu dihindari agar tidak memiliki dampak yang luar pada berbagai aspek kehidupan.

Berbagai hal strategis dalam upaya mencegah perang tentunya dapat dilakukan. Lebih dari itu, masyarakat Indonesia juga perlu memiliki pandangan yang lebih kritis agar tidak merugikan kepentingan nasional di kawasan tersebut, mengingat banyaknya WNI yang tinggal di Timur Tengah. 


Topik

Peristiwa iran israel wni di timteng gonda yumitro pakar ilmu politik umm



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana