Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Politik

Ramai Pengasuh Ponpes Nurul Jadid KH Abdul Hamid Maju Pilkada Situbondo-Bondowoso, Begini Kata Pengamat

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : A Yahya

18 - Apr - 2024, 14:56

Placeholder
Pendopo Aryo Situbondo Jalan Kartini No.01, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota Situbondo. (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Santernya isu majunya pengasuh pondok pesantren (ponpes) Nurul Jadid Paiton Probolinggo, KH Abdul Hamid Wahid sebagai calon Bupati di dua kabupaten, yaitu kabupaten Situbondo dan Bondowoso menjadi perbincangan hangat baik di kalangan pengamat maupun masyarakat umum. 

Salah satu pengamat kebijakan publik dan juga mantan aktivis di Kabupaten Situbondo, Amirul Mustafa mengatakan spektrum politik di kabupaten Situbondo, Probolinggo dan Bondowoso adalah berbasis masa kultur atau pondok pesantren.

Baca Juga : Rahmat Santoso Beri Sinyal Balik Kandang ke Blitar, Siap Menjadi Rival Mak Rini dalam Pilkada 2024 

 

"Kemunculan Salah satu pengurus atau pengasuh pondok pesantren Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid bagi saya adalah sebuah siasah atau strategi dalam politik. Bisa jadi beliau sebenarnya ingin mengukuhkan atau menjadi simbol politik kultural," jelas pria yang akrab di sapa Amir itu, Kamis (18/4/2024).

Amir menilai munculnya KH Abdul Hamid Wahid pada kontestasi politik pemilihan kepala daerah atau Pilkada di kabupaten Situbondo dan Bondowoso hanyalah sebagai strategi konvensional.

"Saya menilai munculnya beliau (red- KH Abdul Hamid Wahid) pada kancah perpolitikan di Situbondo dan dua kabupaten lain bisa jadi bukan beliaunya yang maju sebagai Calon Bupati namun adalah strategi beliau untuk mengusung orang lain sebagai calon yang akan didukung kekuatan kultural nantinya. Namun juga tidak menutup kemungkinan beliau tetap maju sebagai calon dengan cara menabrak pakem," ujarnya.

Secara pribadi, Amir menginginkan KH Abdul Hamid Wahid sebagai tokoh agama sekaligus Kiai salah satu pondok besar sekelas Nurul Jadid, tidak ikut dalam aktivitas politik praktis. Menurutnya KH Abdul Hamid Wahid akan tetap menjadi mulia sebagai pengasuh pondok pesantren besar.

"Saya tidak ingin apalagi berharap KH Abdul Hamid Wahid tidak maju, karena beliau tetap mulia sebagai pengasuh pondok pesantren Nurul Jadid. Jangan kemuliaan beliau dikotori atau dinodai oleh urusan politik, karena sudah banyak contoh banyak pemimpin daerah yang berangkat dari basis kultur murni atau ponpes banyak tersandung. Maka sekali lagi saya menegaskan biarkan KH Abdul Hamid mulia sebagai pengasuh pondok pesantren Nurul Jadid," harapnya.

Baca Juga : PDIP Kabupaten Blitar Buka Pintu bagi Hengky Kurniawan Menjadi Bacabup Blitar 

 

Walaupun belum dimunculkannya nama calon pasti yang akan maju dalam kontestasi politik khususnya pilkada kabupaten Situbondo oleh partai berbasis masa kultur untuk melawan petahana, Amir menilai hal tersebut merupakan salah satu bentuk praktik strategi konvensional.

"Itu sudah biasa, memunculkan calon mendekati pemilihan atau injury time merupakan strategi agar membuat lawan kelabakan dan juga membuat lawan politik gusar dan panik, namun demikian pergerakan yang dilakukan oleh KH Abdul Hamid Wahid sebenarnya sudah terbaca dan mudah untuk dibaca, kita lihat saja bagaimana kelanjutannya nanti," pungkasnya.


Topik

Politik ponpes nurul jadid situbondo abdul hamid wahid ppilkada probolinggo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

A Yahya