Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Kasus Kematian Ibu di Kota Batu Masih Tinggi

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : A Yahya

17 - Apr - 2024, 14:45

Placeholder
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Batu Monika Kartikaning Fajarain.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES).

JATIMTIMES - Angka kematian ibu di Kota Batu masih tergolong tinggi. Dinas Kesejahteraan (Dinkes) Kota Batu mencatat, sepanjang tahun 2023 hingga awal 2024 ada sebanyak 4 kasus kematian ibu. Tiga di antaranya tahun 2023 dan satu kasus di awal tahun 2024 hingga bulan April.

Untuk menekan jumlah kasus tersebut, Dinkes Kota Batu terus berupaya mengimbau masyarakat, khususnya para ibu, untuk melakukan screening kesehatan sejak dini. Dengan angka mencapai tiga kasus setahun Dinkes menyatakan kondisi tersebut masih menghawatirkan, yakni di atas rasio kematian ibu per 100 kelahiran.

Baca Juga : Heboh Ceramah Ustazah Ning Umi Laila Ungkit Kasus Narkoba Anak Rhoma Irama, Banjir Komentar Pedas Netizen

"Tiga kasus dihitung dalam rasio masih angka seratus, masih cukup tinggi sebenarnya (kematian ibu)," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Batu Monika Kartikaning Fajarain ketika ditemui di kantornya, belum lama ini.

Ia menyebutkan, kasus di tahun 2024 ada satu orang meninggal dunia. Ialah warga Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu yang diketahui meninggal dalam perawatan di rumah sakit.

Untuk diketahui, Hingga saat ini, Angka Kematian Ibu (AKI masih di kisaran 305 per 100.000 Kelahiran Hidup, belum mencapai target yang ditentukan yaitu 183 per 100.000 KH di tahun 2024. Demikian juga bayi dan balita yang masih harus kita selamatkan dari kematian. 

Upaya penekanan angka kematian ibu juga dilakukan Dinkes dengan intervensi pelayanan kesehatan khususnya bagi ibu melahirkan dan anak.Salah satunya, tahun ini Dinkes melibatkan peran dokter spesialis kandungan yang ingin berkontribusi.

Dalam hal ini untuk menekan kematian ibu dan bayi. Mereka disiagakan di fasilitas kesehatan dasar terdekat yakni Puskesmas yabg tersebar di Kota Batu.

"Kami menekan dengan menempatkan spesialis dokter kandungan ibu dan anak. Mereka jumlahnya ada lima dokter mengampu lima pelayanan puskesmas di kota batu," rincinya.

Kasus yang menyebabkan kematian ibu di Kota Batu terbilang beragam. Pendekatan yang sering dilakukan yaitu terkait kondisi kesehatan ibu saat melahirkan anak.

Baca Juga : Wabup Malang Didik Siap Bertarung di Pilkada Kota Batu 2024

"Karena ketidakmampuannya ibu meninggal, ada beragam faktor. Maka setiap kasus (kematian) diaudit. Di antaranya karena adanya penyakit penyerta sebelumnya," tutur Monika.

Faktor lain, lanjut dia, adanya penyakit yang tim saat perempuan dalam kondisi kehamilan. Seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung. Menurut Monika, harus ditangani sesegera mungkin jika terjadi masalah kesehatan agar tidak terjadi dampak fatal.

Pihak Dinkes mengimbau agar masyarakat terutama ibu yang hamil untuk secara berkala mendeteksi dan memeriksakan kesehatannya. Sebab, hal-hal yang tidak diinginkan berpotensi terjadi jika tidak ditangani dengan tepat.

Dikatakannya, Pihak Dinkes Kota Batu saat ini juga sedang mengaudit kematian satu orang ibu di Junrejo pada Maret lalu. Hasilnya akan iadi bahan evaluasi serta peningkatan intervensi kesehatan.

"Kami masih menunggu hasil dari tim di ICU RSSA Kota Malang. Karena yang bersangkutan dirawat di sana. Tapi sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Muhamadiyah. Kami meninggu audit hasilnya seperti apa," tambahnya.


Topik

Kesehatan Dinkes kota batu kota batu kematian ibu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya