Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Diduga Sindir Zakat dan Salat Agama Islam, Pendeta Gilbert Trending X

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

15 - Apr - 2024, 16:00

Placeholder
Pendeta Gilbert trending X. (Foto screenshot)

JATIMTIMES - Video ceramah Pendeta Gilbert Lumoindong dalam sebuah acara di gereja viral di media sosial. Bukan tanpa alasan, video tersebut viral sebab dalam video tersebut pendeta Gilbert diduga menyindir zakat dan juga salat agama Islam. 

Salah satu akun X @Munir_Timur membagikan video ini pada Minggu (14/4) pagi dan sudah ada 285 ribu lebih yang menonton hanya dalam hitungan beberapa jam.

Baca Juga : Ramadan Usai Semangat Ibadah Mulai Kendor? Segera Lakukan 3 Hal ini

"Kita orang Islam diajarin bersih sebelum sembahyang, cuci semuanya, saya bilang loe 2,5 (kewajiban zakat di Islam), gue 10 persen bukan berarti gue jorok, disucikan oleh darah Yesus," kata Gilbert disambut gelak tawa dan tepuk tangan jamaah yang hadir di acara tersebut, dikutip Senin (15/4/2024). 

Pria bertubuh tambun ini juga membandingkan lebih mudahnya beribadah di agamanya yang dilakukan hanya seminggu sekali dan tidak perlu ada ritual bersih-bersih anggota tubuh ataupun gerakan-gerakan yang membuat capek.

"Kita kan bayar 10 persen, makanya kebaktian kita tenang aja, paling berdiri, tepuk (tangan), ya santai," ujarnya.

Kemudian dia membandingkan dengan umat Islam yang memiliki kewajiban membayar zakat 2,5 persen dan salat. "Saya bilang lu (bayar zakat) 2,5 (Disambut tawa dan tepuk tangan) Gue 10 persen, bukan berarti gue jorok, tapi disucikan oleh darah Yesus," kata Gilbert.

Ia kemudian membandingkan ibadah orang kristen dan Islam. Umat Kristen ketika beribadah berbeda jauh dengan Islam. Karena hanya berdiri, bernyanyi, dan tepuk tangan.

"Paling berdiri, nyanyi, tepuk tangan, santai," sebutnya.

Video Pendeta Gilbert diduga menyindir agama Islam itu pun viral hingga membuat nama Pendeta Gilbert trending X pada Senin, (15/4/2024) sore. Banyak dari netizen yang melemparkan kecaman pada video Pendeta Gilbert tersebut. Tak hanya dari netizen, tanggapan kecewa juga datang dari MUI bahkan para pakar agama lainnya. 

"Kek stand up penistaan agama," ujar akun X @atsar***.

"Padahal Jesus itu beragama Yahudi dan dia menjalankan sholat sesuai syariat yahudi saat itu. Ya ada adegan rukuk dan sujud jg... CMIIW, " tulis komentar @hasan***.

Owner Cyber Muslim Grup Muhammad Assaewad turut buka suara terkait video viral Pendeta Gilbert tersebut. Menurut Assaewad, ceramah tersebut dinilai menganekdotkan syariat Islam, yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan perpecahan di kalangan umat beragama.

"Sangat prihatin khotbah pendeta Gilbert dengan menganekdotkan syariat Islam," ujar Assaewad dalam keterangannya di aplikasi X @Muhammad_Saewad, dikutip Senin (15/4/2024).

Assaewad juga menekankan pentingnya saling menghargai dan menghormati antar umat beragama, meskipun memiliki keyakinan yang berbeda-beda.

"Ayo kita jaga kerukunan antar umat beragama," tukasnya.

Baca Juga : Dirujak Netizen, Ivan Gunawan Minta Maaf usai Candaannya Soal Pelecehan Seksual Saipul Jamil Viral

Prof. Utang Ranuwijaya, Ketua Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, menilai pernyataan tersebut sebagai contoh buruk dari seorang tokoh agama.

"Pernyataan Gilbert adalah perbuatan yang tidak bertanggung jawab, tidak beretika, contoh buruk dari seorang tokoh agama lain, yang mencampuri urusan agama Islam, apalagi dengan nada merendahkan ajaran Islam," kata Prof Utang, dikutip dari inilah. Com Senin, (15/ 4/2024).

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut telah melanggar prinsip dasar keberagamaan yang menyerukan harmoni dan toleransi antar umat.

Lebih lanjut, Prof. Utang menggambarkan tindakan Pendeta Gilbert sebagai pelecehan terhadap ajaran Islam yang sangat fundamental, terutama menyangkut soal rukun Islam yaitu ibadah salat dan zakat. 

Menurutnya, tindakan tersebut bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum di bawah pasal penodaan agama yang termuat dalam KUHP pasal 156a, Undang-Undang PNPS Nomor 1 Tahun 1965 dan UU ITE.

"Yang dilakukan oleh Pendeta Gilbert sudah lompat pagar ke rumah orang. Dia mencampuri urusan agama orang lain, yakni urusan internal umat Islam, apalagi dengan nada merendahkan ajaran Islam," jelas Prof. Utang.

Prof. Utang juga menekankan bahwa kejadian ini bisa mengganggu keharmonisan hubungan antar umat beragama yang sangat sensitif, berpotensi menimbulkan gesekan dan instabilitas dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. 

"Sejatinya, antar umat beragama terjalin kehidupan bermasyarakat secara harmonis, saling menghormati ajaran akidah dan ibadah masing-masing agama, toleran, dan tidak boleh saling mencampuri urusan agama masing-masing, apalagi menistakannya," ucap Utang.


Topik

Peristiwa pendeta gilbert ceramah kristen viral zakat salat penodaan agama



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana