Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Bupati Sanusi Minta Pendidikan Karakter Ditanamkan Sejak Paud: Cegah Pernikahan Dini

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Apr - 2024, 22:05

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi bersama para guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Jumat (5/4/2024). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk menginstruksikan para guru dapat memberikan pemahaman pendidikan karakter kepada anak-anak sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). 

Hal itu disampaikan Sanusi kepada para guru Paud yang mengikuti kegiatan penyerahan bantuan sosial berupa tambahan insentif bagi pendidik dan tenaga kependidikan tidak tetap yang berlangsung di Pendapa Agung Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Pemkab Malang Optimalkan Pelatihan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Capai 89,91 Persen

"Ke depannya Pak Suwadji (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang) untuk pendidikan karakter sudah mulai harus sejak Paud sudah harus ditanamkan," ungkap Sanusi di hadapan ratusan guru Paud Kabupaten Malang. 

Pasalnya, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu mengatakan, bahwa dirinya pernah melihat tayangan video penggerebakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di sebuah losmen di salah satu daerah di Indonesia. 

Di mana di dalam kamar pada sebuah losmen tersebut, tampak dua sejoli yang masih mengenakan seragam sekolah pada jenjang SDN dan SMPN yang sedang asyik bermesraan layaknya sepasang suami istri. 

Oleh karena itu, pejabat publik yang memiliki latar belakang sebagai seorang guru ini meminta kepada seluruh guru di Kabupaten Malang, khususnya di jenjang Paud untuk dapat memberikan pendidikan karakter maupun pendidikan moral sejak dini. 

Karena, menurut data yang ia terima dari Pengadilan Agama Kabupaten Malang, pada tahun 2020 lalu, dispensasi perkawinan bagi anak berusia sekolah SDN maupun SMPN mencapai lebih dari 2.000 pengajuan dispensasi perkawinan. 

Baca Juga : Waspadai Kejahatan Digital, Ini Tips OJK

Menurut Sanusi, jumlah pengajuan dispensasi perkawinan tersebut menjadi salah satu yang terbanyak di Provinsi Jawa Timur (Jatim). "Jumlahnya 2 ribu sekian (pengajuan dispensasi perkawinan) dan yang terbanyak dari Kecamatan Poncokusumo dan kedua Sumbermanjing Wetan," jelas Sanusi. 

Berdasarkan laporan yang diterima, salah satu penyebab dispensasi diberikan kepada pasangan yang masih berusia anak-anak di jenjang pendidikan SDN maupun SMPN, dikarenakan terjadi kecelakaan dalam berhubungan atau hamil duluan. 

"Banyak yang nikah dini. Alasannya harus segera dinikahkan karena sudah ketahuan hamil dahulu. Masih SD, SMP sudah hamil. Ini yang menjadi perhatian kita semua," tandas Sanusi.


Topik

Pemerintahan Pemkab Malang bupati malang Sanusi guru paud



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Sri Kurnia Mahiruni