Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Sebelum Ambil KPR, Simak Penjelasan Pakar Manajemen Ini

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

08 - Apr - 2024, 14:27

Placeholder
Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Generasi muda banyak memilih kredit  pemilikan rumah (KPR) sebagai solusi untuk memiliki rumah impian. Hal ini salah satunya karena pengaruh harga rumah yang semakin tinggi. Namun, keputusan ini juga harus dipertimbangkan dengan cermat. 

Melihat hal ini, Iqbal Ramadhani Fuadiputra, dosen manajemen salah satu kampus swasta di Malang, memberikan penjelasan detail mengapa pertimbangan matang harus dilakukan sebelum mengambil KPR. Menurut dia, ada dua potensi yang dapat muncul, yakni untung dan rugi.

Baca Juga : Pemkab Malang Optimalkan Pelatihan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Capai 89,91 Persen

Dijelaskan, KPR dipilih untuk membantu pembiayaan rumah akibat ketidakseimbangan antara kenaikan harga rumah dan pendapatan seseorang. Hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil KPR adalah, pendapatan bulanan untuk membayar cicilan, dan membuat perencanaan anggaran dengan matang agar pembayaran dapat dilakukan tepat waktu.

"Buat pos anggaran dan rencanakan secara matang dan bayarkan sebelum jatuh tempo, ini penting. Jika kredit macet, aset rumah dapat diambil atau dilelang oleh bank," jelasnya.

Terlepas dari risiko fluktuasi suku bunga yang tidak bisa diabaikan, penggunaan KPR membuka peluang investasi dan kebutuhan bisnis lain dari sisa uang cicilan. 

"Sistem KPR bisa berbeda, tergantung dari suku bunga bank. Jika suku bunga tetap, mendapat untung. Ketika suku bunga berfluktuasi, menghadapi risiko tambahan yang dapat mempengaruhi stabilitas keuangan rumah tangga," bebernya.

Selain itu, beberapa orang berpandangan untuk segera menyelesaikan cicilan rumahnya agar beban finansialnya berkurang. 

Baca Juga : KONI Kota Malang Sebut Porprov IX Jatim Akan Dikemas Sport Tourism, Begini Gambarannya

Padahal di sisi lain,  pembayaran ini justru menimbulkan kerugian dengan munculnya penalti dari pihak bank. Artinya, denda hipotek yang tinggi bisa menjadi kerugian jika cicilan dilunasi sebelum jangka waktu yang ditentukan. 

"Ada denda penaltinya. Bisa saja jumlah biaya denda ini sangat besar," katanya.

Sebagai alternatif, perumahan bersubsidi bisa menjadi opsi lain untuk kepemilikan rumah dengan kemudahan pembiayaan dari pemerintah dan pemiliknya. Namun  dari segi kualitas, rumah bersubsidi biasanya memiliki kualitas rendah. Tetapi ini menjadi solusi bagi mereka yang ingin memiliki rumah dengan sesuai dengan kemampuan finansialnya.


Topik

Ekonomi KPR kredit rumah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy