Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Bupati Sanusi Serahkan Bansos untuk 6.032 Guru Tidak Tetap di Tingkat PAUD

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Dede Nana

05 - Apr - 2024, 15:00

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwadji saat menyerahkan secara simbolis bantuan sosial untuk pendidik dan tenaga kependidikan PAUD di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Jumat (5/4/2024). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi serahkan bantuan sosial berupa tambahan insentif untuk 6.032 pendidik dan tenaga kependidikan di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Malang. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu mengatakan, setidaknya untuk bantuan sosial berupa tambahan insentif Rp 500 ribu untuk 6.032 pendidik dan tenaga kependidikan PAUD  Pemkab Malang telah mengalokasikan anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 36.192.000.000. 

"Kebijakan ini dimulai tahun lalu, tapi cuma empat bulan. Ini tahun kedua yang rencananya akan diberikan selama satu tahun atau 12 bulan. Per bulan dapat Rp 500 ribu," ujar Sanusi kepada JatimTIMES.com, Jumat (5/4/2024). 

Pejabat yang memiliki latar belakang sebagai seorang guru ini mengungkapkan, bahwa untuk bantuan sosial berupa tambahan insentif Rp 500 ribu per bulan tersebut akan dikirim langsung ke rekening masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan. 

"Pemberiannya lewat rekening masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan PAUD. Itu Rp 500 ribu tiap bulan dan pencariannya 3 bulan sekali," tutur Sanusi. 

Disinggung mengenai urgensi penyerahan bantuan sosial berupa tambahan insentif tersebut, Sanusi mengatakan bahwa masih banyak pendidik dan tenaga kependidikan PAUD yang hanya menerima honor atau gaji tidak tetap di kisaran Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu.

 

Foto bersama.


Menurut Sanusi, dengan honor yang maksimal atau paling besar Rp 200 ribu tersebut, perlu adanya tambahan untuk kesejahteraan para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD di Kabupaten Malang. 

"Saya berfikir begini, kalau kita ingin anak kita baik, kabupaten ini baik, maka kalau hanya Rp 200 ribu ini kan enggak manusiawi. Maka semampunya ini harus ditambah, sehingga nanti kualitas pendidikan jadi baik," jelas Sanusi. 

Pihaknya pun telah berupaya keras untuk memberikan bantuan sosial berupa tambahan insentif melalui usulan di dalam rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Malang. 

"Kalau hari ini yang Rp 200 ribu kalau untuk kegiatan mengajar itu kan kurang. Untuk itu saya berupaya untuk memberikan tambahan dan DPRD menyetujui sehingga bisa tambah untuk oprasionalnya," pungkas Sanusi. 

Sebagai informasi, dalam penyerahan bantuan sosial berupa tambahan insentif untuk 6.032 pendidik dan tenaga kependidikan PAUD di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwadji.
 


Topik

Pemerintahan bupati malang insentif guru tidak tetap pemkab malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Dede Nana