Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hukum dan Kriminalitas

Pelaku Pencurian Ternak di Blitar Manfaatkan Malam Tarawih

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Dede Nana

04 - Apr - 2024, 14:23

Placeholder
Polisi melakukan olah TKP di lokasi pencurian sapi di Kelurahan Jegu

JATIMTIMES - Pencurian ternak di Kelurahan Jegu masih menjadi buah bibir yang hangat diperbincangkan di tengah-tengah warga pada hari ini, Kamis (4/4/2024). Setiap sudut perkampungan di kelurahan tersebut terasa gemuruh oleh percakapan tentang aksi kejahatan yang terjadi. 

Pada saat-saat santai di toko kelontong atau di teras rumah, warga terus memutar ulang cerita tentang kejadian tersebut, menjadikannya sebagai topik utama pembicaraan sehari-hari yang tidak bisa terelakkan.

Baca Juga : Pemkab Malang Terapkan Biosecurity Guna Antisipasi PMK hingga LSD

Di antara mereka, Siswanto, yang merupakan korban langsung dari aksi pencurian itu, terlihat begitu terpukul. Dalam suasana menjelang Idul Fitri yang seharusnya penuh dengan keceriaan, ia harus menghadapi kesedihan yang mendalam karena sapi-sapinya digondol kawanan pencuri. Kehilangan ternak yang ia rawat dengan penuh kasih sayang, tidak hanya berarti kerugian finansial baginya, tetapi juga menimbulkan luka yang dalam di hatinya.

Kepergian sapi-sapinya tidak hanya melukai Siswanto secara materi, tetapi juga merenggut kebahagiaan keluarganya di momen yang seharusnya penuh dengan kegembiraan. Usaha kerasnya dalam merawat ternaknya demi menyambut Idul Fitri dengan suka cita, kini tergantikan oleh kesedihan dan kekecewaan yang mendalam. Bagi Siswanto, pencurian tersebut bukan hanya sekadar kehilangan harta benda, melainkan juga sebuah pukulan emosional yang berat yang menghantui hari-harinya.

Dengan adanya aksi kejahatan seperti ini, tidak hanya Siswanto yang merasa terpukul, tetapi juga seluruh warga Kelurahan Jegu. Mereka merasa ketakutan dan khawatir bahwa pencurian hewan ternak bisa terjadi kapan saja, bahkan di tengah-tengah suasana yang seharusnya penuh dengan ketentraman seperti malam tarawih menjelang bulan suci Ramadan. 

Dalam kondisi ini, keamanan dan perlindungan harta benda menjadi prioritas utama bagi warga, dan mereka berharap agar pihak berwenang dapat memberikan respons yang cepat dan tegas terhadap kasus-kasus pencurian semacam ini, serta meningkatkan keamanan di lingkungan mereka.

Dengan demikian, kasus pencurian ternak yang menimpa Siswanto bukan hanya sekadar insiden kriminal biasa, tetapi juga menciptakan dampak psikologis yang signifikan bagi warga Kelurahan Jegu. Kehadiran rasa takut dan kekhawatiran akan keamanan harta benda mereka telah melanda, meninggalkan bekas yang dalam di hati mereka.

Ya, itulah suasana Kelurahan Jegu pada hari ini setelah sebuah peristiwa pencurian hewan ternak menggemparkan warga, di tengah pelaksanaan ibadah tarawih. Seekor sapi lenyap tanpa jejak dari kandangnya, menyisakan tanda tanya besar bagi pemiliknya, Siswanto (53).

Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Heri Irianto, mengonfirmasi insiden tersebut yang terjadi pada malam Selasa (2/4/2024) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Siswanto tengah mengikuti sholat tarawih di masjid dekat rumahnya, sementara sapi-sapinya dibiarkan di kandang.

Ketika kembali dari ibadah, Siswanto terkejut menemukan hanya satu ekor sapi yang tersisa di kandangnya. Heri menjelaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kerusakan pada kandang, menandakan pencuri telah melancarkan aksinya dengan cermat.

Baca Juga : Optimalkan Keselamatan Angkutan Lebaran: BNNK Blitar Gelar Tes Urin untuk Sopir Bus

Menurut keterangan seorang saksi yang juga tetangga korban, sebuah kendaraan pick up L300 berwarna hitam dengan bak tertutup plat besi telah terlihat memasuki gang menuju kandang sapi milik Siswanto. Kendaraan itu kemudian keluar dan masuk kembali beberapa saat kemudian, kali ini dengan membawa satu ekor sapi.

"Sopir kendaraan pick up L300 tersebut tak dikenal oleh saksi, begitu juga dengan penumpangnya yang mengenakan helm standar berwarna hitam," ungkap Heri.

Kerugian akibat kehilangan sapi ini diperkirakan mencapai Rp 15 juta. Saat ini, pihak kepolisian telah mengambil alih kasus ini untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pencurian hewan ternak seperti ini telah menjadi masalah yang meresahkan bagi peternak di sekitar Blitar. Selain menimbulkan kerugian finansial, kejadian ini juga meninggalkan dampak psikologis yang cukup besar bagi pemilik ternak yang merasa tidak aman dalam menjaga harta benda mereka.

Sementara itu, warga setempat menyerukan peningkatan keamanan di lingkungan mereka, terutama pada malam hari saat aktivitas ibadah seperti tarawih sedang berlangsung. Mereka berharap agar pihak berwenang dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap pemilik hewan ternak agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.


Topik

Hukum dan Kriminalitas pencurian ternak pencurian sapi di blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana