Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Pertumbuhan Industri Rumah Indekos Tak Terkendali di Kota Blitar, Berpotensi Jadi Sarang Kriminal dan Prostitusi

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

04 - Apr - 2024, 10:04

Placeholder
Ilustrasi.(Foto : Istimewa)

JATIMTIMES - Pertumbuhan industri rumah indekos di Kota Blitar telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan, mengakibatkan kekhawatiran akan kemungkinan menjadi sarang kriminalitas dan prostitusi yang meresahkan.

Menurut laporan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar, fenomena ini telah mencapai tingkat yang tidak terkendali. Diketahui bahwa rumah indekos mulai menjamur tidak hanya di sekitar kampus atau area perkantoran, melainkan juga merambah ke gang-gang kecil di kota tersebut.

Baca Juga : 10 Negara Kunci Penyebaran Islam di Dunia, Indonesia Salah Satunya?

Keberadaan rumah indekos ini telah melebihi pertumbuhan penduduk Kota Blitar, yang memunculkan kekhawatiran akan potensi masalah keamanan dan moralitas yang timbul.

Dalam menindaklanjuti perkembangan ini, Kepala DPMPTSP Kota Blitar, Heru Eko Pramono, telah menginstruksikan dinas-dinas terkait untuk melakukan kajian mendalam terhadap fenomena ini. Pertumbuhan yang cepat dari rumah indekos ini telah membuat pengawasan dari pihak terkait menjadi semakin sulit dilakukan.

 "Pertumbuhan hunian kos-kosan sangat tinggi, hampir setiap hari ada orang yang mencari izin untuk mendirikan kos-kosan," jelas Heru Eko Pramono pada Rabu (3/4/2024).

Meskipun sebagian rumah indekos telah memperoleh izin resmi, masih banyak juga yang beroperasi secara ilegal. Bahkan, beberapa di antaranya berstatus sebagai rumah kos bebas, yang tidak menerapkan pembatasan antara penghuni pria dan wanita. 

Hal ini membuka peluang bagi penghuni untuk membawa pasangan mereka tanpa adanya kekhawatiran akan teguran dari pemilik rumah kos. Lebih lanjut, ada juga rumah indekos yang menyediakan layanan per jam, yang telah menjadi rahasia umum di kalangan tertentu. Informasi mengenai layanan ini bahkan dapat diakses melalui media sosial seperti Facebook, yang menampilkan tarif dan fasilitas yang disediakan.

Baca Juga : Pemkab Malang Terapkan Biosecurity Guna Antisipasi PMK hingga LSD

"Ini antik, perlu kajian yang mendalam dari teman-teman semua," imbuh Heru, menanggapi fenomena yang semakin memprihatinkan ini.

Data dari DPMPTSP Kota Blitar menunjukkan bahwa sejak tahun 2013 hingga saat ini, hanya sekitar 135 unit rumah kos yang telah memperoleh izin resmi. Angka ini sangat jauh dari jumlah sebenarnya dari pertumbuhan industri rumah indekos di Kota Blitar. Selain itu, hanya sekitar 55 unit yang telah memperoleh izin melalui Online Single Submission (OSS). Ketidaksesuaian antara jumlah izin dengan pertumbuhan industri rumah indekos menunjukkan kesenjangan yang besar dalam pengawasan dan regulasi terhadap sektor ini.

Data lainnya juga menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Sananwetan merupakan salah satu yang mengalami pertumbuhan rumah kos yang signifikan, namun jumlah rumah kos yang memiliki izin masih sangat sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa kendala dalam perizinan dan pengawasan masih menjadi tantangan utama dalam mengendalikan pertumbuhan industri rumah indekos di Kota Blitar.


Topik

Peristiwa Kota Blitar Heru Eko pramono DPMPTSP Kota Blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya