Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Fenomena Bukber yang Kerap Jadi Ajang Pamer, Begini Pandangan Sosiolog

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

03 - Apr - 2024, 18:54

Placeholder
Ilustrasi buka puasa. (pixabay)

JATIMTIMES - Buka bersama atau bukber menjadi salah satu tradisi yang kerap dilakukan saat bulan Ramadan. Hal ini kerap dilakukan mereka dari kalangan alumni sekolah, kampus, teman, maupun keluarga. 

Meski menjadi momen dalam mempererat silaturahmi, bukber tak jarang dihindari oleh sebagian masyarakat.  Bukan tanpa alasan. Sebab, dalam bukber tak jarang terjadi obrolan yang itu kerap kali menjadi ajang memamerkan diri, baik itu pencapaian yang diraih, harta benda dan hal lainnya. 

Baca Juga : Tips Mudah Merebus Daging Sapi agar Cepat Empuk Tanpa Pakai Panci Presto

Hal ini pun terkadang membuat beberapa orang yang hadir dalam bukber menjadi minder dan tidak percaya diri, sehingga lebih memilih untuk menghindari tradisi tersebut.

Fenomena ini pun menarik perhatian banyak kalangan, termasuk juga sosiolog yang juga akademisi di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Malang, Awan Setia Dharmawan SSos MSi.

Menurut Awan, orang-orang yang ikut dalam kegiatan bukber membawa kepentingan yang berbeda. Baik mereka yang murni ingin bersilaturahmi maupun mereka yang memang sengaja ingin menunjukkan eksistensinya.

"Ada yang murni ingin menjalin silaturahmi atau justru show off dengan menampilkan apa yang dipunya. Ini merupakan salah satu bentuk ekspresi diri selama masih dalam batas yang wajar," ujar Awan.

Menurut dia, beberapa alasan melatari orang melakukan pamer saat bukber. Pengalaman masa lalu bisa jadi membuat seseorang menjadikan bukber sebagai ajang balas dendam. 
 
"Mungkin dulu sempat di-bully dan sekarang ingin membuktikannya. Tapi, ini secara tidak langsung atau eksplisit," ujar awan. 

Lebih dari itu, momen bukber menjadi platform seseorang dalam menegaskan siapa dirinya di hadapan orang lain. Hal ini tentu saja sesuai dengan konsep personal branding yang bertujuan untuk mengontrol atau mengubah cara pandang seseorang terhadap orang lain.

"Dalam perspektif sosiologis, fenomena pamer dalam bukber dapat dipahami sebagai bagian dari teori hyper consumption. Di mana masyarakat cenderung mengonsumsi barang lebih dari kebutuhan untuk mengekspresikan identitas dan status sosialnya," ungkapnya.

Fenomena ini semakin populer karena adanya kebutuhan untuk mengambil foto dan mempostingnya di media sosial. Hal ini menciptakan tekanan untuk tampil baik sepanjang waktu meskipun itu harus mengeluarkan uang untuk membeli barang baru atau untuk mempersiapkan bukber yang mewah.

Baca Juga : 8 Adab Bertamu di Hari Lebaran Sesuai Anjuran Rasulullah

Ironisnya, hal tersebut dapat memunculkan rasa iri di kalangan individu tertentu karena merasa terpinggirkan atau tidak mampu mengikuti gaya hidup yang lainnya. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana individu dapat mengelola emosinya di tengah tekanan sosial tersebut.

Ironisnya, hal ini dapat menyebabkan sebagian orang merasa iri, tersisih, atau tidak mampu menjalani kehidupan dengan mengikuti gaya hidup seseorang itu. Namun menurut Awan,  yang terpenting adalah bagaimana orang dapat menangani emosinya dalam situasi sosial.

"Bahkan, kadang ada pertanyaan yang lebih personal, seperti ‘kapan lulus? penghasilanmu berapa? kerja di mana? Pertanyaan itu efeknya bisa mengerikan, seperti halnya menutup komunikasi kembali atau justru bunuh diri," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap bahwa momen bukber yang seharusnya penuh dengan kebersamaan dan keberkahan ini tidak sampai menjadi  momen yang menjadi ajang pamer.

"Kurangi perilaku tersebut karena tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama. Show off-lah pada circle-mu yang imbang,” pungkasnya. 


Topik

Serba Serbi Buka bersama bukber fenomena sosial



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy