Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Harga Bahan Pangan Naik tapi Nilai Tukar Petani Jatim Maret 2024 Malah Anjlok 4,7 Persen

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Yunan Helmy

03 - Apr - 2024, 18:38

Placeholder
Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur Maret 2024. (BPS Jatim).

JATIMTIMES - Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur (Jatim) pada Maret 2024 turun sebesar 4,70 persen dari 119,85 pada bulan sebelumnya menjadi 114,22. Ironisnya, anjloknya NTP Jatim ini terjadi ketika harga mayoritas bahan pangan di Jatim mengalami kenaikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, kenaikan harga bahan pangan menjadi penyumbang utama inflasi di Jatim pada Maret 2024. Berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode tersebut, BPS Jatim menyebut, inflasi pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau di Jatim mencapai 7,33 persen secara year on year (y-on-y) dan 1,80 persen secara month to month (m-to-m).

Baca Juga : Jatah Kursi DPRD Kabupaten Malang Menyusut, PKB Bertekad Rebut Kembali di Pemilu 2029

"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mempunyai andil yang paling tinggi terhadap inflasi Jawa Timur pada Maret 2024 baik pada inflasi bulan ke bulan, tahun ke tahun, maupun tahun kalender. Bahkan, inflasi (m-to-m) pada
kelompok ini merupakan yang tertinggi dalam 13 bulan terakhir," ungkap BPS Jatim dalam laporan terbarunya, dikutip Rabu (3/4/2024).

Rinciannya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi Jatim sebesar 1,98 persen secara y-on-y dan 0,50 persen secara m-to-m. Sejumlah komoditas tercatat memiliki tingkat inflasi yang tinggi. 

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu beras sebesar 0,85 persen, daging ayam ras sebesar 0,36 persen, tomat dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,12 persen. Kemudian, bawang putih sebesar 0,11 persen, sigaret kretek mesin (SKM) dan gula pasir masing-masing sebesar 0,08 persen.

Lalu ada juga cabai merah sebesar 0,05 persen, sigaret kretek tangan (SKT) sebesar 0,04 persen, serta semangka dan tahu mentah masing-masing sebesar 0,03 persen. Selain itu, jagung manis, ikan mujair, sigaret putih mesin (SPM), kue basah, jeruk, tempe, dan pisang masing-masing sebesar 0,02 persen. Adapun wortel dan air kemasan masing-masing sebesar 0,01 persen.

Adapun komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m yaitu daging ayam ras sebesar 0,21 persen, telur ayam ras sebesar 0,12 persen, dan beras sebesar 0,04 persen. Selain itu, minyak goreng, bawang putih, semangka, dan tomat masing-masing sebesar 0,02 persen. Kemudian bawang merah, sigaret kretek mesin (SKM), dan jagung manis masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sebagai informasi, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. Dengan turunnya NTP Jatim, maka dengan kata lain daya beli petani di Jatim juga mengalami penurunan. 

Baca Juga : Update Gate 13 Stadion Kanjuruhan: Tak Jadi Dibongkar

BPS Jatim menjelaskan, penurunan NTP disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan. It turun sebesar 4,05 persen sedangkan Ib naik sebesar 0,68 persen.

"Jika dilihat perkembangan masing-masing subsektor pada bulan Maret 2024, dua subsektor pertanian mengalami penurunan NTP dan tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan," ungkap BPS Jatim.

Subsektor yang mengalami penurunan NTP terdalam yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 8,46 persen dari 128,53 menjadi 117,65, diikuti subsektor hortikultura sebesar 1,41 persen dari 126,90 menjadi 125,11.

Sedangkan subsektor yang mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu subsektor peternakan sebesar 2,02 persen dari 102,91 menjadi 105,00, diikuti subsektor perikanan sebesar 1,29 persen dari 93,96 menjadi 95,17, dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,36 persen dari 107,82 menjadi 108,21.


Topik

Ekonomi Nilai Tukar Petani Jawa Timur Badan Pusat Statistik BPS



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Yunan Helmy