Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kronologi Pembunuhan Iwan Eks Casis Bintara di Tangan Serda Adan

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

03 - Apr - 2024, 10:29

Placeholder
Iwan yang dibunuh oleh Serda Adan. (Foto screenshot)

JATIMTIMES - Media sosial dihebohkan dengan kasus pembunuhan calon siswa Bintara TNI AL di Lanal Nias tahun 2022, Iwan Sutrisman Telaumbanua (21) yang diduga dibunuh oleh Serda Adan Aryan Marsal.

Mantan calon siswa (casis) Bintara TNI AL di Lanal Nias tahun 2022, Iwan Sutrisman Telaumbanua (21) hilang tanpa kabar selama 6 bulan sejak dibawa oleh oknum TNI AL, Serda Pom Adan Aryan Marsa untuk pendaftaran Bintara di Padang 16 Desember 2022 lalu. Keluarga yang diyakinkan bahwa Iwan sedang menempuh pendidikan justru tewas dibunuh Serda Adan Aryan Marsa.

Kronologi

Baca Juga : Persiapan Pengamanan Idul Fitri, Forkopimda dan Polres Tulungagung Gelar Rakor Lintas Sektoral

Dilansir dari akun Tiktok @DUTA INTEL, kasus bermula saat dibukanya seleksi Bintara gelombang II tahun 2022. Kala itu, saudara Iwan, Antonius Paiman Telaumbanua menjumpai Serda Adan saat pendaftaran calon Bintara TNI AL di Lanal Nias.

"Paiman sebelumnya memang sudah mengenal Serda Adan. Paiman meminta tolong agar Iwan bisa lolos dalam proses seleksi tersebut. Serda Adan menyanggupinva dengan jaminan uang sekitar Rp 200 juta," jelas ayah korban, Tanikasi Telaumbanua (35), Minggu (31/3).

Iwan ternyata tak lolos seleksi tersebut kemudian disarankan oleh Serda Adan untuk mengikuti seleksi di Padang karena Serda Adan mengaku memiliki seorang paman yang akan membantu Iwan di sana. Iwan akhirnya berangkat ke Padang pada 16 Desember 2022.

Sebelum dibunuh, pelaku menyuruh korban untuk mencukur rambut hingga botak serta dipinjamkan baju dinas TNI yang sudah dibordir nama Iwan untuk difoto. Pada 22 Desember 2022, Serda Adan mengirimkan foto Iwan kepada keluarga dengan mengenakan pakaian dinas lengkap dengan kepala sudah digundul. Keluarga yang dikirimi foto percaya bahwa Iwan telah lolos dan menjalani pendidikan. Padahal, Iwan dibunuh oleh Serda Adan dibantu oleh warga sipil bernama Alvin pada 24 Desember 2022.

Iwan dibunuh dengan cara ditusuk beberapa kali di bagian perut lalu mayatnya dibuang ke jurang di daerah Talawih, Sawahlunto, Sumatera Barat.

KELUARGA KERAP DIMINTAI UANG

Pada Pertengahan April 2023, Serda Adan menghubungi pihak keluarga lewat WhatsApp agar menyiapkan burung murai batu 2 ekor untuk diserahkann ke pamannya yang berdinas di Padang. Keluarga kemudian membeli 2 ekor burung seharga Rp 14 juta untuk diberikan.

Karena tak kunjung tak ada kabar dari Iwan, pihak keluarga sempat menelepon Serda Adan untuk menanyakan keberadaan Iwan. Saat itu, Serda Adan mengaku Iwan dalam kondisi sehat dan masih menjalani pendidikan di Bintara.

Pada 3 September 2023, Serda Adan kembali menghubungi keluarga Iwan agar menghadiri pelantikan Iwan di Tanjung Uban pada awal Oktober 2023 dan meminta uang untuk bisa menghadiri pelantikan sebesar Rp 3,7 juta.

KELUARGA SEMPAT DATANG KE PELANTIKAN

Pada 3 Oktober 2023, 4 anggota keluarga Iwan berangkat ke Tanjung Uban untuk mengikuti pelantikan. Setibanya di sana, Serda Adan menyampaikan bahwa pelantikan ditunda sampai waktu yang tak ditentukan karena Iwan terpilih menjadi pasukan khusus marinir. Hingga Januari 2024 Serda Adan tak kunjung memberi kepastian, keluarga juga tak kunjung bisa berkomunikasi dengan Iwan.

KELUARGA AJUKAN LAPORAN

Pada 5 Februari 2024, keluarga kembali menjumpai Adan di mess Pomal Lanal Nias lalu dimintai uang Rp 1,4 juta untuk uang pulsa menghubungi rekan lettingnya yang sedang pendidikan.

Hingga akhirnya pada 27 Maret 2024, keluarga memutuskan untuk melapor kejadian tersebut ke Lanal Nias untuk mengetahui keberadaan anaknya. Di tanggal 28 Maret, personel TNI AL datang ke rumah keluarga memberi tahu bahwa Iwan dibunuh oleh Serda Adan.

Perkembangan Kasus

Baca Juga : Kapolda Jatim Resmikan 3 Bangunan Baru Polresta Malang Kota

Setelah kasus tersebut viral, dua orang pelaku pembunuh Iwan sudah ditangkap. Pelaku utama dalam pembunuhan ini adalah Serda Adan Aryan Marsal (24).

Dalam kronologi yang dibeberkan kepolisian, Serda Adan ini awalnya mengajak dua orang sepupunya untuk melakukan pembunuhan terhadap Iwan yakni T dan Muhammad Alvin Andrian (22). Ajakan dari Serda Adan itu ditolak oleh T, namun diterima oleh Alvin yang tergiur dengan uang yang dijanjikan Serda Adan sebanyak Rp 30 juta.

Serda Adan beralasan Iwan merupakan anggota Lantamal Nias yang bermasalah. Kepada dua sepupunya itu, Serda Adan menyebut jika dia diperintahkan atasannya untuk membunuh Iwan.

"Saat akan membunuh Iwan, disampaikan pada pelaku Alvin dan satu orang saksi bernama T bahwasanya Iwan adalah anggota Lantamal Nias yang bermasalah. Sehingga Serda Adan diperintahkan komandannya untuk dimusnahkan. Kalau tidak akan berbahaya pada pelaku (Serda Adan) sendiri," kata Kapolres Sawahlunto, AKBP Purwanto Hari Subekti di Lantamal II Padang, Selasa (2/4/2024).

Usai berhasil mengajak sepupunya itu, Serda Adan pun pergi ke Sawahlunto bersama Alvin dan Iwan dengan mobil sewaan. Awalnya mereka menuju ke Danau Biru.

Dalam perjalanan, kedua pelaku sempat menanyakan lokasi keberadaan Danau Biru ke warga sekitar karena tidak mengetahui lokasi persisnya. Usai mendapatkan jawaban tentang lokasi danau, pelaku dan korban meninggalkan lokasi tersebut.

Belum sampai di lokasi tujuan, Iwan yang hendak bermaksud buang air kecil langsung dihabisi oleh kedua pelaku. Pembunuhan itu terjadi di perkebunan pohon pinus, Dusun Sungai Betung, Desa Datar Mansiang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Lokasi yang sama dengan penemuan jasad pria tanpa identitas di Sawahlunto.

"Korban awalnya dibawa ke Sawahlunto itu tujuannya ke daerah Danau Biru, rencana menghabisi (Iwan) di situ. Namun belum sampai ke sana, pelaku berhenti dan menanyakan lokasi danau itu ke warga. Setelah dapat jawaban dia langsung pergi. Tapi di tengah jalan Iwan hendak buang air kecil, dan berhenti di lokasi kejadian. di lokasi itulah pelaku menghabisi korban," ucapnya.

Iwan yang turun dari mobil untuk buang air kecil di kawasan perkebunan pohon pinus disusul oleh kedua pelaku. Serda Adan saat itu berpikiran lokasi Iwan buang air kecil merupakan lokasi bagus untuk menghabisi korban.

Serda Adan yang awalnya menyerang Iwan dengan cara dicekik dari belakang, sementara Alvin langsung menusuk korban dengan pisau sebanyak 3 kali dari depan. Serangan itu membuat korban tewas di lokasi.

"Setelah korban tewas, kedua pelaku menutupi korban dengan ranting di lokasi. Biar keberadaan korban tidak diketahui masyarakat. Sementara barang bukti sepertinya pisau dibuang pelaku di lokasi berbeda," tutupnya.


Topik

Peristiwa kasus pembunuhan tni al lanal nias adan aryan marsal



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya