Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Harga-Harga Naik, Inflasi Pangan dan Tembakau di Jatim Maret 2024 Capai 7,33 Persen

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Yunan Helmy

02 - Apr - 2024, 19:27

Placeholder
Inflasi menurut kelompok pengeluaran di Jatim periode Maret 2024. (BPS Jatim)

JATIMTIMES - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat inflasi pangan di Jatim pada Maret 2024 secara year on year (y-on-y) mencapai 7,33 persen. Hal tersebut berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) menurut kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau di Jatim, yang mengalami kenaikan tertinggi dibandingkan kelompok lainnya.

BPS Jatim menjelaskan, terjadi kenaikan indeks kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau di Jatim dari 104,80 pada Maret 2023 menjadi 112,48 pada Maret 2024. Dengan kata lain, inflasi pada kelompok tersebut mencapai 7,33 persen.

Baca Juga : Jatah Kursi DPRD Kabupaten Malang Menyusut, PKB Bertekad Rebut Kembali di Pemilu 2029

"Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok makanan sebesar 8,21 persen dan terendah yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 1,66 persen," tulis BPS Jatim dalam laporan terbarunya, dikutip Selasa (2/4/2024).

Adapun subkelompok rokok dan tembakau mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,95 persen. Secara keseluruhan, kelompok ini pada Maret 2024 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y Jatim sebesar 1,98 persen. 

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu beras sebesar 0,85 persen, daging ayam ras sebesar 0,36 persen, tomat dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,12 persen. Kemudian, bawang putih sebesar 0,11 persen, Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan gula pasir masing-masing sebesar 0,08 persen.

Lalu ada juga cabai merah sebesar 0,05 persen, Sigaret Kretek Tangan (SKT) sebesar 0,04 persen, serta semangka dan tahu mentah masing-masing sebesar 0,03 persen. Selain itu, jagung manis, ikan mujair, Sigaret Putih Mesin (SPM), kue basah, jeruk, tempe, dan pisang masing-masing sebesar 0,02 persen. Adapun wortel dan air kemasan masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan
deflasi y-on-y, yaitu cabai rawit sebesar 0,15 persen, bawang merah sebesar 0,04 persen, serta ikan tongkol/ikan ambu-ambu sebesar 0,02 persen.

Baca Juga : Update Gate 13 Stadion Kanjuruhan: Tak Jadi Dibongkar

"Sementara kelompok ini pada Maret 2024 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,50 persen," ungkap BPS Jatim.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu daging ayam ras sebesar 0,21 persen, telur ayam ras sebesar 0,12 persen, dan beras sebesar 0,04 persen. Selain itu, minyak goreng, bawang putih, semangka, dan tomat masing-masing sebesar 0,02 persen. Kemudian, bawang merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan jagung manis masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu cabai merah sebesar 0,08 persen dan cabai rawit sebesar
0,02 persen. 


Topik

Ekonomi Inflasi Jatim harga naik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Yunan Helmy