Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Update Gempa Susulan Bawean per Selasa 2 April 2024 hingga 430 Kali 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

02 - Apr - 2024, 18:41

Placeholder
Serangkaian gempa susulan di Bawean hingga Selasa (2/4) pagi tercatat sebanyak 430 kali. (Foto: X/ Daryono BMKG)

JATIMTIMES - Gempa bumi dangkal yang terjadi di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur pada Jumat (22/3) masih menjadi perhatian publik. Pasalnya rangkaian gempa susulan masih terjadi, update per Selasa (2/4) atau 10 (sepuluh) hari setelah gempa utama, gempa susulan Bawean terjadi sebanyak 430 kali. 

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono, berdasarkan hasil monitoring Gempa Bawean frekuensi gempa susulan semakin jarang terjadi. 

Baca Juga : Jatah Kursi DPRD Kabupaten Malang Menyusut, PKB Bertekad Rebut Kembali di Pemilu 2029

"Hasil monitoring BMKG terhadap Gempa Bawean hingga Selasa 2 April 2024 pukul 06.00 WIB tercatat sebanyak 430 kali gempa," keterangan Daryono yang dituliskan melalui akun X pribadinya, dikutip Selasa (2/4). 

"Dengan frekuensi kejadian yang semakin jarang, Semoga kondisi tektonik sumber gempa di Bawean segera stabil dan aman kembali," sambung keterangannya. 

Menurut Daryono serangkaian gempa yang terjadi di Laut Jawa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. 

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa M6,5 yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di Laut Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," katanya. 

Lantas Daryono juga mengungkap seberapa bahaya aktivitas sesar tua di Laut Jawa Utara Jatim yang menjadi penyebab Gempa Bawean tersebut. "Meski masih dalam perdebatan tentang residual stress, fakta bahwa zona stabil bisa terjadi gempa. Energi gempa dari super slow stress akumulasi. Jadi sulit mengatakan bahwa zona low seismicity jika ada suture (Meratus)," jelasnya. 

"Gempa Bawen adalah (termasuk) shallow jenis crustal earthquake di zona low seismicity," imbuh Daryono. 

Lebih lanjut Daryono menerangkan bahwa gempa susulan adalah sesuatu yang lazim terjadi pasca gempa yang kuat. 

"Bukan untuk ditakuti. Banyaknya gempa susulan hanya sekedar gambaran kondisi batuan yang rapuh mudah deformasi. Gempa susulan yang banyak justru dapat memberi informasi peluruhan sehingga kita jadi tau aktivitas gempa akan segera berakhir," ungkapnya. 

Daryono juga mengungkap alasan gempa Bawean banyak gempa susulannya. Hal ini terjadi lantaran karakter gempa kerak dangkal ini berada di batuan kerak permukaan. Di mana jenis batuannya adalah heterogen, sehingga canderung rapuh (brittle) mudah patah. 

Baca Juga : Update Gate 13 Stadion Kanjuruhan: Tak Jadi Dibongkar

"Berbeda dengan gempa kerak samudra yang batuan homogen-elastik (ductile) miskin gempa susulan bahkan tanpa (gempa) susulan," ujarnya. 

Daryono juga menjelaskan jika wilayah Pulau Bawean dan sekitarnya berada pada zona suture. "Yakni mengindikasikan jejak keberadaan sesar-sesar utama yang berusia tua," jelasnya. 

Justru menurut Daryono, Gempa Bawean Magnitudo 5,9 dan 6,5 pada Jumat, 22 Maret 2024 menjadi bukti bahwa jalur sesar di Laut Jawa masih aktif. 

"Sekaligus menjadi pengingat kita agar selalu waspada terhadap keberadaan sesar aktif dasar laut yang jalurnya dekat pulau berpenduduk, karena gempa dapat terjadi dan berulang kapan saja," tulis Daryono. 

Di sisi lain, Daryono juga merinci sebagian contoh rangkaian sejarah gempa yang merusak di Jatim Utara dan estimasi kekuatannya. 

"Pelajaran yang dapat kita ambil: bahwa ancaman gempa tidak hanya berasal dari selatan (subduksi lempeng/megathrust) tetapi juga dari sesar aktif di daratan dan di laut utara Jatim," tandasnya. 

Daryono juga menduga jika pemicu Gempa Bawean M5,9 dan M6,5 pada 22 Maret 2024 adalah adanya Sesar Muria (Laut). 


Topik

Peristiwa gempa bawean gempa susulan bmkg



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri