Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Sambut Arus Mudik Lebaran, Bupati Rini Syarifah Bersama PT. KAI dan Dishub Jatim Resmikan Palang Pintu dan Pos Jaga KA di Kabupaten Blitar

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

02 - Apr - 2024, 09:51

Placeholder
Bupati Blitar Rini Syarifah memimpin peresmian palang pintu KA dan pos jaga di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah bersama PT. KAI DAOP 7 Madiun, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Blitar, meresmikan pengoperasian palang pintu dan pos jaga perlintasan kereta api di Kabupaten Blitar, sebagai langkah untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di perlintasan sebidang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 2 April 2024, di Perlintasan sebidang JPL 207, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Peresmian palang pintu kereta api dan pos jaga baru di dua titik perlintasan di Kabupaten Blitar ini dianggap sebagai kebijakan jempolan yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, khususnya saat arus mudik lebaran. Dengan adanya palang pintu dan pos jaga baru, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada saat arus mudik nanti. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menanggapi kebutuhan keselamatan masyarakat secara proaktif, menjadikannya sebagai kebijakan strategis yang terimplementasi dengan baik menjelang momen penting seperti arus mudik lebaran.

Baca Juga : Update Gate 13 Stadion Kanjuruhan: Tak Jadi Dibongkar

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah, mengumumkan peresmian dua perlintasan kereta api baru di Kabupaten Blitar, yaitu di Kecamatan Talun dan Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat. Palang pintu dan pos jaga ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan PT Wawancara Teknik yang memberikan CSR.

Bupati Blitar dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan palang pintu dan pos jaga sebagai dukungan untuk meningkatkan kualitas keselamatan pengguna jalan di perlintasan sebidang. Bupati menggarisbawahi bahwa pembangunan ini memiliki dampak signifikan dalam mengurangi angka kecelakaan dan menjadi langkah konkret dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan tata kelola keselamatan secara menyeluruh. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan di perlintasan kereta api adalah prioritas utama yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah. 

"Kami berkomitmen untuk terus berupaya meminimalisir risiko kecelakaan di perlintasan sebidang, serta mengoptimalkan penggunaan infrastruktur yang ada demi keselamatan masyarakat," ujarnya dengan tegas.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan PT Wawancara Teknik yang telah berkontribusi dalam pembangunan ini. "Harapannya, langkah ini membawa manfaat dan berkah bagi keselamatan masyarakat luas," tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, wilayah Kabupaten Blitar memiliki sejumlah perlintasan kereta api yang telah menjadi isu penting. Dikatakan Bupati, meningkatnya keselamatan di perlintasan sebidang merupakan prioritas utama dalam membenahi infrastruktur tersebut. "Keselamatan ini tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh perilaku pengguna jalan," katanya.

Dalam kesempatan ini, Bupati Blitar juga menyoroti kondisi perlintasan kereta api di wilayahnya dalam upaya meningkatkan keselamatan masyarakat. Menurutnya, saat ini Kabupaten Blitar dilintasi oleh kereta api dari Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 126 hingga JPL 210, dengan 5 lokasi stasiun kereta api, yaitu Stasiun Pohgajih, Kesamben, Wlingi, Talun, dan Garum.

Dalam peraturan Menteri Perhubungan PM Nomor 94 Tahun 2018, disebutkan bahwa total perlintasan kereta api di Kabupaten Blitar mencapai 69, terdiri dari 62 perlintasan sebidang dan 7 perlintasan tidak sebidang berupa underpass/flyover. Namun, dari 62 titik perlintasan sebidang tersebut, hanya 10 yang telah dijaga oleh petugas KAI dan berpalang pintu, sedangkan 49 titik lainnya masih belum dilengkapi dengan palang pintu.

Bupati menekankan pentingnya peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api. Ia menyampaikan bahwa peresmian pengoperasian 2 palang pintu merupakan bagian dari rencana peningkatan keselamatan pada 13 perlintasan sebidang oleh Pemerintah Kabupaten Blitar pada tahun 2023 dan 2024.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Blitar akan menerima tambahan 2 perlintasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Total pembangunan pos jaga dan palang pintu perlintasan kereta api dalam kurun waktu 2023-2024 adalah 15 titik lokasi (JPL), namun masih terdapat 34 titik yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Dalam upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, langkah-langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Blitar antara lain mengusulkan kegiatan dalam Program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Program Prioritas RKPD Kabupaten Blitar Tahun 2025, mengajukan permohonan dukungan pembangunan melalui APBD Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, permohonan dukungan pembangunan melalui CSR, menganggarkan pembangunan melalui APBD Kabupaten Blitar, serta mengusulkan kepada KAI untuk normalisasi (penutupan) JPL bagi kendaraan roda 4 pada perlintasan yang memiliki luas jalan kurang dari 2 meter.

Baca Juga : DPKPCK Kabupaten Malang Bentuk Petugas TFL, Pastikan Program Bedah Rumah Tepat Sasaran

"Kami akan terus mengusulkan berbagai program dan dukungan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan di perlintasan sebidang. Ini termasuk program-program seperti penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), CSR, hingga dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi," jelas orang nomor satu di Kabupaten Blitar.

Mak Rini, panggilan akrab Bupati Blitar, juga memberikan pesan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati meskipun perlintasan sudah dilengkapi dengan palang pintu. "Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Tetaplah waspada dan patuhi aturan saat melintasi perlintasan," tutupnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dr. Nyoto S.T, M.T, turut menyampaikan pandangannya terkait pentingnya infrastruktur transportasi yang handal untuk mendukung mobilitas masyarakat dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Dalam pernyataannya, Nyoto menjelaskan bahwa kereta api memiliki keunggulan sebagai moda transportasi yang mampu mendukung perekonomian secara menyeluruh, dan bahwa keselamatan dan keamanan transportasi menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan infrastruktur transportasi di Jawa Timur.

"Kereta api merupakan moda transportasi yang memiliki banyak keunggulan, seperti kapasitas angkut massal, waktu tempuh yang lebih pasti, efisiensi bahan bakar, emisi gas buang yang rendah, serta tingkat keselamatan dan keamanan yang tinggi. Oleh karena itu, ketersediaan infrastruktur transportasi yang handal menjadi sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk nasional dan mendukung aktivitas perekonomian secara menyeluruh,” tegas Nyoto.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, perlintasan sebidang kereta api menjadi salah satu area yang memerlukan perhatian khusus dalam hal keselamatan dan keamanan transportasi. Setiap tahun, masyarakat disaksikan berbagai insiden kecelakaan yang merenggut nyawa dan menimbulkan kerugian besar yang sebenarnya dapat dihindari secara teknis. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur telah berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api melalui berbagai upaya, termasuk pembangunan palang pintu dan pos jaga.

"Hingga Januari 2024, tercatat telah ada 293 rekomendasi peningkatan keselamatan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan kepada Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 138 palang pintu kereta api telah dibangun melalui APBD Kabupaten/Kota sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang,” terang Nyoto.

Nyoto menambahkan,  Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah membantu pembangunan 37 palang pintu perlintasan kereta api dan pos jaga di seluruh Jawa Timur pada APBD 2023. Di Kabupaten Blitar sendiri, telah dibangun palang pintu dan pos jaga di dua lokasi, yakni di JPL 207 Kecamatan Srengat dan JPL 165 Kecamatan Talun. Kerjasama dengan Politeknik Perkeretaapian Indonesia juga telah dilakukan untuk menyelenggarakan pelatihan petugas penjaga perlintasan kereta api.

"Pada anggaran murni tahun 2024, Pemerintah Provinsi juga akan membantu pembangunan palang pintu dan pos jaga sebanyak 2 titik di Kabupaten Blitar sebagai upaya percepatan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api," lanjutnya. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan tingkat keselamatan di perlintasan sebidang kereta api dapat terus ditingkatkan, mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menggunakan sarana transportasi ini.


Topik

Pemerintahan Kabupaten Blitar Rini syarifah Mak Rini palang pintu ka



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya