Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Menolak Lupa dan Merawat Ingatan Khas Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat pada 110 Tahun Kota Malang

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Apr - 2024, 15:03

Placeholder
Pj Wali Kota Malang saat napak tilas di Gedung KNPI Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Perjalanan napak tilas Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memiliki arti tersendiri. Bahkan masyarakat mungkin baru mengetahui bahwa sejumlah bangunan bersejarah di Kota Malang dulu fungsinya bukan seperti saat ini.

Napak tilas yang dilakukan Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat pada HUT ke-110 Kota Malang menyisir enam titik bangunan bersejarah. Mulai dari Stasiun Kota Baru, Gedung KNPI, Alun-alun Malang, Kalan BI Malang, Gedung KPPN hingga Gedung Kesenian Gajayana.

Baca Juga : Update Gate 13 Stadion Kanjuruhan: Tak Jadi Dibongkar

Pada napak tilas itu, Wahyu kembali melihat sejarah sejumlah bangunan bersejarah di Kota Malang. Di situ, ia melihat satu per satu sejarah yang tercatat dan masih terabadikan dengan baik hingga saat ini.

“Jadi tadi mulai dari stasiun kereta api, itu dibangun tahun 1897 kemudian ke Gedung KNPI itu bekas bozem tapi dibangun pada saat Belanda, kemudian dari situ kita ke Gedung BI, ini memang pada saat itu dibom oleh Belanda bersamaan dengan Balai Kota sama seperti yang di KPPN,” kata Wahyu.

Wahyu pun sangat mengapresiasi institusi yang hingga saat ini merawat ingatan sejarah yang ada didalamnya. Terlebih saat ini Wahyu juga terus menggelorakan kalimat dan arti mendalam 'menolak lupa'.

“Dari situ kita melihat bahwa gedung-gedung tersebut memang dipertahankan terkait dengan sejarahnya. Lha dari situ kita mulai tahu bahwa terkait dengan 1 April 1914 dulu itu bersamaan dengan ada beberapa kejadian-kejadian yang di BI maupun di KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara). Kita mulai tahu bahwa ada benang merah, kemudian di KPPN itu semakin jelas bahwa di situ ada kantor residen yang bersamaan dilantik oleh Belanda bersamaan dengan wali kota,” beber Wahyu.

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Erik Setyo Santoso dan Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi saat melihat sejarah Gedung KNPI (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Saat di KPPN Malang, Wahyu melihat ada petugas yang melayani dengan menggunakan baju-baju peninggalan Belanda. Dari situ, kedepan Wahyu akan mulai membahas dan mendiskusikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

“Agar pada saat 1 April tahun depan kita memang sudah benar-benar hari jadi Kota Malang ini sesuai. Baik dari pakaian, yang saat ini kita kenakan apakah harus menggunakan Malangan atau kan tahun 1914 berdirinya Kota Malang ini di zaman penjajahan Belanda, nah kita napak tilas ini kan untuk menolak lupa. Berarti kan ada rangkaian-rangkaian yang akan kita jadikan pertimbangan kenapa 1 April 1914 jadi hari Jadi Kota Malang,” papar Wahyu.

“Kedua, apakah nanti pada saat hari jadi ini kita menggunakan pakaian Malangan. Atau kita dijajah Belanda, harusnya pada saat 1 April itu kita baju-baju kaitannya yang dipakai oleh petugas-petugas dari KPPN. Nah itu banyak hal, jadi kita akan bahas bersama dengan Pak Kadis Pendidikan dan memanggil pakar sejarah untuk membahas. Agar nanti saat 1 April tahun depan itu kita benar-benar sesuai dengan hari jadi Kota Malang 1 April tahun 1914 itu,” imbuh Wahyu.

Baca Juga : 8 Adab Bertamu di Hari Lebaran Sesuai Anjuran Rasulullah

Dari rangkaian itu, Wahyu pun memiliki rencana untuk membahas mempertahankan peninggalan sejarah ke DPRD Kota Malang. Sebab, merawat peninggalan menurutnya juga membutuhkan anggaran.

“Nah nanti karena ini bagian dari rangkaian sejarah, nanti kita akan mencoba meniru seperti yang di KPPN atau BI yang mempertahankan terkait bangunan dan sebagainya. Yang di KPPN itu malah tidak boleh ditinggali karena ada perintah dari pusat, harus dilestarikan. Karena ini bagian dari heritage, cagar budaya. Nah ini kita akan coba seperti itu. Nanti kita akan melihat terkait anggaran kita, itu rangkaiannya sudah jelas, kita akan bawa ke DPRD kaitannya kita akan mempertahankan sejarah yang ada di Kota Malang,” tukas Wahyu.
 


Topik

Pemerintahan Pemkot Malang HUT Kota Malang HUT 110 Kota Malang Wahyu Hidayat napak tilas



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni