Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Meningkat, PT KAI Minta Kesadaran Pengguna Jalan

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Dede Nana

01 - Apr - 2024, 11:28

Placeholder
Stasiun Kereta Api Blitar.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dalam tiga bulan pertama tahun 2024, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun mencatat peningkatan kecelakaan di perlintasan sebidang. Data terbaru menunjukkan adanya 8 kasus kecelakaan, memperlihatkan bahwa kesadaran pengguna jalan raya masih rendah dalam mematuhi rambu di pelintasan tersebut.

"Rendahnya kesadaran pengguna jalan raya untuk mematuhi rambu di pelintasan sebidang, seperti menerobos pelintasan saat palang pintu sudah tertutup membuat angka kecelakaan lalu lintas di pelintasan sebidang masih tinggi," ungkap Kuswardojo, Manager Humas Daop 7 Madiun, Senin (1/4/2024). 

Baca Juga : Update Gate 13 Stadion Kanjuruhan: Tak Jadi Dibongkar

Meskipun pada tahun 2023 tercatat 21 kasus kecelakaan di pelintasan sebidang, angka tersebut menunjukkan tren peningkatan yang perlu mendapat perhatian serius. Menurut Kuswardojo, penggunaan palang pintu kereta api bertujuan untuk mengamankan perjalanan kereta api agar tidak terganggu oleh kendaraan bermotor maupun manusia, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas & Angkutan Kereta. 

"Perjalanan kereta api lebih diutamakan karena jika terjadi kecelakaan, dampak dan kerugian yang ditimbulkan dapat lebih besar," tambahnya.

Saat ini, dari 156 perlintasan sebidang yang ada, hanya 60 yang dijaga. Hal ini menandakan pentingnya peran bersama antara pemerintah, operator, dan pengguna jalan raya dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang.

Kuswardojo juga menekankan perlunya evaluasi infrastruktur secara berkala oleh pemerintah dan pihak terkait lainnya. "Perlintasan sebidang harus dievaluasi apakah dapat dibuat tidak sebidang, ditutup, atau ditingkatkan keselamatannya," jelasnya.

Baca Juga : Apa Itu Mindful Parenting? Pola Asuh Anak yang Tengah Dipakai Banyak Orang Tua

Dalam konteks keamanan selama bulan Ramadan, Kuswardojo juga mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas atau ngabuburit di jalur kereta api, karena hal tersebut dianggap membahayakan.

Dengan penekanan pada kesadaran dan kerjasama bersama, diharapkan angka kecelakaan diperlintasan sebidang dapat diminimalkan, sehingga keselamatan pengguna jalan dan penumpang kereta api dapat terjamin dengan baik.


Topik

Peristiwa kai daop 7 madiun kecelakaan kereta api



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana