free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Agama

Kisah Unta yang Bicara dan Meminta Perlindungan pada Rasulullah

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

12 - Feb - 2024, 15:47

Loading Placeholder
Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Rasulullah SAW telah mengalami berbagai peristiwa yang sulit dinalar. Namun semua terjadi karena Allah SWT telah berkehendak. Seperti salah satunya adalah kejadian seekor unta yang berbicara kepada Rasulullah SAW. 

Saat itu, Rasulullah SAW tengah berjalan dengan seorang sahabat bernama Uqa'il bin Abu Thalib yang baru saja masuk Islam. Tiba-tiba di tengah perjalanan ada seekor unta yang meloncat dan berlari ke arah Rasulullah SAW. Terlihat unta tersebut seperti tengah dikejar oleh sesuatu hal. Meski begitu, Rasulullah SAW tak panik. 

Baca Juga : Buya Yahya: Puasa di Bulan Sya'ban Adalah Anjuran Sunnah Nabi

Ajaibnya, unta tersebut dapat berbicara kepada Rasulullah SAW seperti halnya manusia, "Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu".

Melihat unta tersebut berbicara dengan Rasulullah SAW, Uqail sangat terkejut keheranan dan hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya. 

Uqa'il yang semula tidak yakin dengan mukjizat utusan kini semakin yakin dengan apa yang terlihat didepannya. "Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini karena sempat meragukan kemuliaan utusan-Mu. Mulai sekarang, aku akan selalu tunduk kepada Rasulullah dan akan selalu mematuhi perintahnya," ucap Uqa'il dalam hati.

Belum selesai unta itu berbicara, tak lama datanglah seorang Arab Badui. Terlihat saat itu, Arab Badui itu juga membawa sebuah pedang yang terhunus. 

Rasulullah SAW kemudian berkata kepada Arab Badui itu, "Hendak apakah kamu terhadap unta itu?". Orang Arab Badui itu menjawab, “Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harta yang mahal, tetapi dia tidak mau taat dan tidak mau jinak, maka akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan)".

Rasulullah SAW kemudian dengan kelebihannya bertanya kepada unta. Rasulullah SAW berkata, "Mengapa engkau mendurhakai dia?". 

Unta tersebut menjawab, bahwa ia tidak mendurhakai tuannya dari apa yang diperintahkan untuk dikerjakan. Ada satu hal yang kemudian membuat unta mendurhakai tuannya itu. 

Baca Juga : Koalisi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Kediri Gelar Mimbar Bebas Bertajuk Darurat Demokrasi

“Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak mendurhakainya dari satu pekerjaan pun, akan tetapi aku mendurhakainya dari sebab perbuatannya yang buruk. Karena kabilah yang dia termasuk di dalam golongannya, tidur meninggalkan solat Isya’. Kalau sekiranya dia mau berjanji kepada engkau akan mengerjakan dan tidak meninggalkan solat Isya’ itu, maka aku berjanji tidak akan mendurhakainya lagi. Sebab aku takut kalau Allah menurunkan siksa-Nya kepada mereka, sedang aku berada di antara mereka".

Mendengar penjelasan unta, Rasulullah SAW kemudian memberikan jalan dan menengahi hal ini. Rasulullah SAW kemudian memberikan penegasan kepada Arab Badui itu untuk tidak meninggalkan salat Isya. 

"Aku akan mengembalikan unta ini kepadamu, asalkan engkau berjanji untuk tidak meninggalkan salat Isya. Akan tetapi jika engkau tidak mau, maka aku akan membawa unta ini," kata Rasulullah.

Arab Badui itupun kemudian menyanggupi dan berjanji tidak akan meninggalkan salat Isya lagi. "Ya Rasulullah, aku berjanji tidak akan meninggalkan salat Isya lagi dan berjanji pula tidak melakukan maksiat. Jika aku melakukannya, maka unta itu akan aku berikan kepadamu".

Mendengar ucapan Arab Badui itu, Rasulullah SAW kemudian menyerahkan unta kembali padanya. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---