Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Penerapan Parkir Elektronik di Pasar Induk Among Tani Tuai Gejolak, Jukir Pertanyakan Nasibnya

Penulis : Irsya Richa - Editor : Dede Nana

02 - Feb - 2024, 17:17

Placeholder
Suasana pertemuan Kepala Diskumdag Aries Setiawan bersama puluhan jukir di ruangan UPT Pasar Induk Among Tani kota Batu, Jumat (2/2/2024). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Uji coba parkir elektronik dengan penerapan one gate system sudah diberlakukan sejak 23 Januari 2024 lalu. Dengan adanya sistem tersebut, mendapat penolakan dari para jukir yang tergabung dalam Paguyuban Parkir Pasar Batu.

Mereka merasa resah dengan nasibnya ke depan. Puluhan juru parkir pun mendatangi ruangan UPT Pasar Induk Among Tani kota Batu, Jumat (2/2/2024). Kedatangannya itu untuk menyampaikan kekhawatiran hilangnya mata pencaharian mereka. Para juru parkir yang terdiri dari 11 koordinator memiliki anggota 80 jukir. Jumlah tersebut sudah terdata di UPT Pasar Induk Among Tani.

Baca Juga : Libur Panjang Pekan Depan, KAI Daop 8 Surabaya Operasikan 4 Kereta Api Tambahan 

 

Perwakilian Paguyuban Parkir Pasar Batu, Heri Maskur mengatakan, jika pemberlakuan gate parkir resmi diterapkan berbayar, tentu akan mematikan mata pencaharian jukir. Apalagi uang dari menjadi jukir ini untuk untuk menafkahi keluarganya. Mengingat keberadaan mereka sudah ada sejak pasar belum direvitalisasi. 

“Mohon ada kepekaan karena mereka (jukir) juga merupakan warga Kota Batu," ungkap Heri.

Heri merasa permasalahan tersebut kurang berjalannya komunikasi yang baik antara jukir dan Pemkot Batu. “Permasalahan ini intinya pada komunikasi yang buruk. Jangan sampai kebijakan yang dibuat menyampingkan hak-hak masyarakat. Tolong manusiakan manusia,” imbuh Heri.

Terkait dengan tuntutan para jukir, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu masih belum bisa memutuskan. “Kami akan menyampaikan dulu ke Pj Wali Kota Batu untuk menentukan langkah ke depannya. Nanti baru kami bisa memastikan bagaimana nasib juru parkir nanti," terang Kepala Diskumdag Kota Batu, Aries Setiawan.

Aries juga menjelaskan kepada jukir jika pemberlakukan parkir sesuai regulasi baru Perda Kota Batu nomor 4 tahun 2023 tentang pajak dan retribusi daerah. Dengan target Pendapatan Asli Daerah Tahun 2024 mencapai Rp 2,2 miliar.

Baca Juga : Ekspresi Sri Mulyani Disorot saat Dampingi Pengumuman Bansos 

 

“Regulasi baru itu baru dijalankan mulai awal 2024. Karena itu dengan target sebesar Rp 2,2 miliar diterapkan parkir elektornik,” tambah Aries.

Diketahui parkir elektornik mulai diuji coba secara gratis pada 23 Januari 2024 lalu. Semula rencana parkir elektornik berbayar mulai 29 Januari, namun diputuskan untuk diperpanjang karena ada beberapa kendala teknis.


Topik

Peristiwa parkir elektronik jukir paguyuban parkir kota batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Dede Nana