Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Musrembangcam, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Ajak Warga Jadikan Tantangan sebagai Peluang

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Yunan Helmy

01 - Feb - 2024, 18:55

Placeholder
Camat Glagah bersama kapolsek dan para kades/lurah serta tokoh masyarakat dan tokoh agama mengikuti Musrenbangcam 2024 di aula serbaguna Kecamatan Glagah Banyuwangi.(foto; Nurhadi Banyuwangi TIMES)

JATIMTIMES – Masyarakat patut bersyukur karena sampai saat ini Banyuwangi masih mendapatkan aspirasi dari pemerintah pusat maupun provinsi. Beberapa prestasi juga sudah diraih dan mampu dipertahankan. 

Namun jangan terlena dengan prestasi yang telah diraih. Tetap wujudkan rasa syukur dengan berupaya bekerja keras untuk membangun Banyuwangi yang lebih baik maju dan sejahtera.

Baca Juga : Dua Pekan Jelang Pemilu, Calon Muda Anggota DPD RI dari Jatim Siapkan Ini

Ungkapan tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) 2024 yang dilaksanakan secara hybrid pada Kamis (1/2/2024).

Bupati Ipuk bersama Wakil Bupati Banyuwangi  Sugirah, sekda Kabupaten Banyuwangi, dan beberapa pejabat Pemkab Banyuwangi mengikuti Musrenbangcam 2024 di Kantor Kecamatan Tegaldlimo.

“Ke belakang kita sudah baik. Ke depan tantangan masih dinamis, waspada dengan cuaca, ketahanan pangan dan lain-lain. Maka jadikan tantangan menjadi peluang,” ujar Bupati Ipuk.

Adapun Tema Pembangunan Kabupaten Banyuwangi tahun 2025 adalah “Penguatan Ekosistem Kualitas Sumber Daya Manusia yang Mendukung Transformasi Ekonomi yang Berkelanjutan”.

Selanjutnya pemerintah menetapkan 8 prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan. Antara lain pengentasan kemiskinan,  perluasan lapangan pekerjaan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan dan peningkatan ekosistem produktif pelaku pariwisata, UMKM dan pertanian.

Kemudian prioritas selanjutnya adalah penguatan modal sosial, pengelolaan lingkungan hidup, tranformasi digital layanan pubik  dan pembangunan infrastruktur penunjang kawasan ekonomi strategis.

Menurut Bupati Ipuk, tujuan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk ketajaman usulan pembangunan di kecamatan. Maka pemerintah mengakomodasi untuk pendekatan bottom up (tahapan usulan dari bawah ke atas) maupun pendekatan dari atas ke bawah (top down).

Permasalahan yang menjadi tugas bersama di Banyuwangi sampai saat ini adalah masih banyak anak yang tidak sekolah dan putus sekolah. Berdasarkan data yang ada,  terbanyak Kecamatan Muncar, Banyuwangi Kota dan Kalibaru. Sedangkan yang terkecil adalah kecamatan Licin, Rogojampi dan Siliragung.

Bupati Banyuwangi menambahkan, persentase kemiskinan Kabupaten Banyuwangi tahun 2023 di angka 7,34. Angka itu turun 0,17 dibandingkan tahun 2022 dan merupakan yang terendah di antara kabupaten sekitar. Target untuk kemiskinan ekstrem sebesar 0% untuk  tahun 2024.

Baca Juga : KPU Layani Pendaftaran Pemilih Tambahan Khusus Lapas Banyuwangi 

Selanjutnya jumlah balita stunting bulan timbang Desember 2023  tercatat 2.305 balita, menurun 17,08% jika dibandingkan bulan timbang Februari 2023 sebanyak 2.780 balita.

Kecamatan Wongsorejo berhasil menurunkan jumlah balita stunting 91 balita, Kecamatan Glagah turun sebanyak 87 balita, dan Kecamatan Purwoharjo sebanyak 74 balita.

Tiga kecamatan dengan kenaikan stunting tertinggi adalah Kecamatan Bangorejo sebanyak 76 balita, Kecamatan Banyuwangi sebanyak 15 balita, dan Kecamatan Blimbingsari sebanyak 11 balita.

“Penyebab stunting tertinggi di Kabupaten Banyuwangi 51% adalah pola asuh bermasalah, sisanya kurangnya asupan gizi, gangguan tumbuh kembang, kurangnya pengetahuan gizi dan sebagainya,” imbuh Bupati Ipuk.

Selanjutnya untuk infrastruktur jalan, menurut bupati kelahiran Magelang itu, pada tahun 2023, sepanjang kurang lebih  698 kilometer telah dituntaskan, baik jalan aspal, beton, maupun paving.

Selain itu, 65 jembatan telah diselesaikan. Dari 65 jembatan tersebut, 8 di antaranya adalah jembatan yang rusak akibat bencana banjir bandang pada tahun 2022 lalu dan kini telah selesai dibangun.

“Pembangunan jalan bukan hanya soal infrastruktur semata, namun juga bagian dari pemulihan ekonomi yang bertujuan untuk memperlancar mobilitas dan membuka titik pertumbuhan ekonomi baru,” tambah Bupati Ipuk.


Topik

Pemerintahan Banyuwangi musrembangcam Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Yunan Helmy