Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

(Lagi) Sungai Menyempit dan Sampah Jadi Penyebab Banjir Kota Malang

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

26 - Nov - 2023, 14:49

Placeholder
Air sungai meluap di Kawasan Kayutangan Heritage.(Foto: Dokumen BPBD Kota Malang).

JATIMTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang terus melakukan assessment atas terjadinya banjir pada Sabtu (25/11/2023) kemarin. Berdasarkan data yang diterima JatimTIMES, setidaknya ada sebanyak 29 lokasi banjir yang terjadi akibat hujan kemarin. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD) Kota Malang Prayitno mengatakan, ada beberapa hal yang disinyalir menjadi penyebab banjir. Yakni seperti masih ditemukannya sampah yang terbawa arus banjir dan menyempitnya sejumlah aliran drainase. 

Baca Juga : Viral, Ubud Cottages Malang Diterjang Banjir

"Kalau masalah (penyebab banjir) sebenarnya kompleks. Salah satunya, kita atau mungkin semuanya ada yang beberapa kurang aware dengan cara kelola sampah," jelas Prayitno, Minggu (26/11/2023). 

Dirinya belum secara pasti memetakan dimana saja terjadi penyempitan sungai. Salah satu titik yang ia sebutkan adalah di sekitar RW 2 Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, atau lebih akrab disebut wilayah Klaseman. 

"Seperti di Klaseman, sungai yang awalnya dua meter, di belakang kelurahan tinggal 70 cm. Termasuk sedimentasi, sudah mitigasi, kelurahan tangguh sudah mitigasi," terang Prayitno. 

Untuk itu, mencegah hal serupa kembali terjadi, BPBD akan melakukan penguatan mitigasi. Perspektif BPBD, mitigasi itu akan dilakukan dengan memetakan lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi atau kerawanan terjadi bencana banjir. 

"Kita meminta petugas di setiap kecamatan untuk memetakan potensi kerawanan bencana. Harapannya segera disikapi OPD teknis dan masyarakat untuk mengurai potensi kerawanan bencana lainnya," jelas Prayitno. 

Namun demikian, mitigasi serupa juga akan dilakukan pada peta kerawanan bencana yang sudah lebih dulu ada. Menurut Prayitno, ada beberapa titik klasik yang sudah menjadi langganan banjir. 

"Ya titik klasik tetap diperhatikan, acuannya titik lama. Contohnya di Klaseman, Bareng itu titik klasik," imbuh Prayitno. 

Sementara itu, 29 titik banjir yang terjadi tersebar merata di seluruh kecamatan se-Kota Malang. Rinciannya, dua titik di Kecamatan Blimbing, yakni di kawasan Sulfat dan Jalan Sunandar Priyo Sudarmo. 

Baca Juga : Tembok Penahan Ambrol, Pj Wali Kota Malang Tinjau Lokasi

Kemudian di wilayah Kecamatan Lowokwaru tercatat ada 8 titik. Yakni di kawasan Sudimoro, Tlogomas, Jalan Sansivera, Jalan Bunga Cokelat, Jalan Semanggi Barat, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Bendungan Sutami dan Jalan Gajayana. 

Selanjutnya di Kecamatan Sukun ada sebanyak 5 titik. Yakni di Jalan Raya Candi Kelurahan Karangbesuki, Jalan Raya Candi III, Jalan Simpang Mega Mendung dan Perumahan Sigura-gura. 

Berikutnya di Kecamatan Kedungkandang, BPBD mencatat ada sebanyak 5 titik banjir. Yakni di Jalan Danau Ranau, Jalan Danau Toba, Jalan Danau Maninjau Raya, Jalan Kolonel Sugiono dan Jalan Danau Kerinci. 

Sedangkan di Kecamatan Klojen, tercatat ada 9 titik terjadi banjir akibat hujan lebat kemarin. Yakni di Jalan Semeru, Jalan Veteran, Jalan Bondowoso, Jalan Trunojoyo, Jalan Bandung, Jalan Mayjend Pandjaitan, Bareng dan Jalan Galunggung. 

Bahkan juga terjadi di basement lantai 1 Malang Townsquare atau Matos. Di lokasi ini, banjir menggenangi lahan parkir kendaraan roda dua. Ketinggiannya diperkirakan mencapai 30 centimeter. 


Topik

Peristiwa banjir kota malang bpbd kota malang penyebab banjir peta kerawanan bencana kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana