Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Ummat Muslim Konsumen Terbesar, Saatnya Boikot Produk Israel untuk Kedaulatan Ekonomi Nasional

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Redaksi

18 - Nov - 2023, 19:16

Sesi Konferensi Pers Boikot Produk Israel oleh MUI (Istimewa)
Sesi Konferensi Pers Boikot Produk Israel oleh MUI (Istimewa)

JATIMTIMES - Gerakan Kebangkitan Produk Nasional adalah gerakan moral intelektual untuk mendorong penggunaan produk lokal dan nasional menggantikan produk-produk konsumsi yang diduga terafiliasi produk Israel. 

Gerakan Kebangkitan Produk Nasional berdasarkan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Pejuang Palestina sebagai spirit dasar untuk menghindari penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel atau produk yang mendukungnya. 

Baca Juga : Buka Youth Muslim Fair 2023, Wali Kota Madiun Ajak Dongkrak Perekonomian Lewat Beragam Event

Gerakan ini bukan hanya sekedar solidaritas untuk Palestina. Namun, menjadi motivasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri yang terafiliasi dengan Israel. Hal ini dapat menjadi momentum besar untuk mendorong kebangkitan produk nasional

Inisiatif ini diharapkan menjadi bola salju yang membesar dan potensial menghancurkan konsumsi produk terafiliasi Israel di Indonesia. 

Wakil Sekjen MUI, Arif Fahruddin menyampaikan fatwa MUI tentang dukungan perjuangan Palestina berlaku wajib bagi umat muslim di Indonesia. Sehingga dengan demikian, komitmen agar umat Islam menghindari penggunaan produk terafiliasi Israel atau produk yang mendukungnya juga menjadi wajib hukumnya. 

"Fatwa tersebut wajib. Harus ditaati. Penting bagi kita untuk menunjukkan dukungan terhadap Palestina. Hindari produk-produk terafiliasi Israel dan beralihlah kepada produk-produk nasional yang bagus. Ini komitmen kita kepada Palestina dan kedaulatan ekonomi nasional." ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/11).

Karena itu, seharusnya tak boleh ada toleransi atas implikasi fatwa ini. Semua merek yang terafiliasi dengan Israel, harus dihindari dan dialihkan penggunaannya kepada produk-produk nasional atau produk dalam negeri. Bagi Arif, prinsip ini harus diyakini oleh umat Islam Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, K.H Faisal Romdoni selaku Ketua Santripreneur Jakarta dan Wakil Ketua Sekretaris PWNU DKI menambahkan jika bangsa Indonesia punya ketergantungan terhadap barang impor dan tidak berdaya dalam membangun dengan membuat sendiri dan membeli produk dalam negeri. "Maka lambat laun negara akan hancur dengan sendirinya,” ujarnya.

Menurut dia dari sekian juta santri yang tersebar di 28.000 pesantren dapat menjadi potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional. Adanya gerakan ini bisa mendorong entrepeneur dalam negeri.

" Bersama-sama kita dukung produk nasional yang merupakan hasil karya Indonesia, dibuat oleh perusahaan asli Indonesia, yang karyawannya dari level atas sampai bawah adalah sumber daya manusia asli Indonesia,  dan diproduksi di Indonesia. Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meningkat bersamaan dengan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tambah Faisal.

Baca Juga : Masuk Angin, Pegawai Rumah Sakit di Tulungagung Ditemukan Meninggal

Selain mendorong entrepeur dalam negeri, kedaulatan produk nasional juga perlu didukung oleh masyarakat selaku konsumen produk nasional. 

Di tempat yang sama Juru Bicara Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI), Megel Jekson menyebut inisiatif yang dibuat Gerakan Kebangkitan Produk Nasional sebagai simbolnya munculnya kesadaran konsumen Muslim untuk memprioritaskan penggunaan barang barang produksi perusahaan nasional. 

Pasalnya, momentum ini akhirnya dapat juga diarahkan untuk mendorong peralihan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel ke produk-produk buatan dalam negeri.

"Konsumen Muslim Indonesia adalah salah satu konsumen muslim terbesar di dunia. Inisiatif ini tentu saja menjadi tanda menguatnya kesadaran umat Islam untuk membuang produk yang terafiliasi dengan Israel dan menggantinya dengan produk barang yang sesuai dengan kepentingan umat. Kesadaran ini adalah modal besar untuk menghadirkan produk nasional yang besar dan bermanfaat bagi umat Islam Indonesia," ucap dia. 

Megel pun berharap inisiatif ini tidak bersifat sementara. Dengan menggandeng seluruh elemen kekuatan umat Islam, dirinya berharap inisiatif akan semakin membesar dan membuat produk nasional menggantikan keberadaan produk-produk yang terafiliasi Israel. Dirinya berkeyakinan banyak produk-produk nasional yang sebenarnya memiliki kualitas yang jauh lebih baik dari produk produk Israel. 

Menurutnya, masyarakat Indonesia juga perlu teliti dalam memilih produk tersebut, karena banyak yang mengira produk lokal tapi ternyata produk milik asing. Branding mereka dibuat seakan-akan seperti produk lokal. 


Topik

Peristiwa MUI boikot Israel daftar produk


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Redaksi